Die Deutsche Wochenschau adalah seri film berita mingguan yang disiarkan di bioskop Nazi Jerman dari Juni 1940 hingga Maret 1945. Inisiatif ini lahir setelah empat perusahaan utama: Ufa‑Tonwoche, 20th Century Fox, Deulig-Tonwoche, Bavaria Film, dan Tobis di bawah kontrol Kementerian Pencerahan dan Propaganda yang dipimpin oleh Joseph Goebbels. Pada September 1939, setelah Perang Dunia II dimulai dengan invasi Polandia, produksi disentralisasi oleh Universum Film AG, dan dari Juni 1940 resmi berganti nama menjadi Die Deutsche Wochenschau, satu-satunya film berita resmi Jerman hingga edisi terakhirnya pada 22 Maret 1945.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Deutsche Wochenschau | |
|---|---|
Kartu judul Deutsche Wochenschau | |
| Nama lain | Deutsche Wochenschau |
| Produser | Kementerian Pencerahan Rakyat dan Propaganda |
| Narator | Harry Giese |
Perusahaan produksi | |
| Distributor | Kementerian Pencerahan Rakyat dan Propaganda |
Tanggal rilis | Juni 1940 – 22 Maret 1945 |
| Durasi | 10–25 menit per edisi |
| Negara | Jerman Nazi |
| Bahasa | Jerman |
Die Deutsche Wochenschau (Bahasa Jerman untuk terj. har. 'Tampilan Mingguan Jerman') adalah seri film berita mingguan yang disiarkan di bioskop Nazi Jerman dari Juni 1940 hingga Maret 1945. Inisiatif ini lahir setelah empat perusahaan utama: Ufa‑Tonwoche, 20th Century Fox, Deulig-Tonwoche, Bavaria Film, dan Tobis di bawah kontrol Kementerian Pencerahan dan Propaganda yang dipimpin oleh Joseph Goebbels.[1] Pada September 1939, setelah Perang Dunia II dimulai dengan invasi Polandia, produksi disentralisasi oleh Universum Film AG, dan dari Juni 1940 resmi berganti nama menjadi Die Deutsche Wochenschau, satu-satunya film berita resmi Jerman hingga edisi terakhirnya pada 22 Maret 1945.[1]
Secara konten, Die Deutsche Wochenschau biasanya berdurasi sekitar 30 menit, menampilkan rangkuman berita politik, perang, budaya, dan olahraga minggu sebelumnya, dibuka dengan musik propaganda seperti Horst‑Wessel‑Lied atau fanfaren dari Liszt’s Les Préludes.[2] Narator utamanya adalah Harry Giese, yang dikenal sebagai “suara Jerman Raya” dan menjadi pengisi suara tetap dari Oktober 1939 hingga akhir perang. Materi film diperoleh dari unit peliputan perang Wehrmacht (Propagandakompanien) dan juru kamera militer terkemuka seperti Hans Ertl dan Walter Frentz; bertujuan memberikan citra heroik serta memanipulasi opini publik agar tetap mendukung rezim meski fakta di belakang layar makin memburuk.[3]
Setelah kekalahan di Stalingrad, Goebbels meningkatkan intensitas propaganda melalui Wochenschau untuk menjaga moral rakyat Jerman, meski efektivitasnya berkurang akibat sanksi perang, radio asing yang tersebar, dan serangan udara Sekutu.[1] Edisi terakhir (No. 755) menampilkan penampilan publik terakhir Hitler, saat ia menyerahkan Medali Salib Besi kepada anggota Hitler-Jugend pada 20 Maret 1945;[4][5] ini kerap disalahartikan sebagai tanggal 20 April, ulang tahun Hitler, tetapi koreksi sejarah menegaskan sebaliknya.[6] Setelah perang, sebagian besar arsip Wochenschau berada di bawah Transit Film GmbH dan beberapa diarsipkan oleh Bundesarchiv, menjadi dokumen sinematik penting untuk studi propaganda Nazi dan sejarah visual Perang Dunia II.