Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiDiana Rikasari
Artikel Wikipedia

Diana Rikasari

Diana Rikasari adalah pengusaha, perancang busana, dan penulis Indonesia. Ia merupakan penulis buku #88Lovelife yang ilustrasinya dikerjakan oleh ilustrator Dinda Puspitasari. Buku tersebut dinobatkan sebagai salah satu buku terlaris di Indonesia dan pernah meraih penghargaan buku nonfiksi terbaik di Malaysia pada 2015 dan 2016. Diana adalah pemilik UMKM dengan tiga lini usaha, yaitu baju dengan jenama Schmiley Mo, sepatu UP, dan tas 'Sun of a Fun'.

pengusaha dan perancang busana Indonesia (lahir 1984)
Diperbarui 3 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Diana Rikasari
Infobox orangDiana Rikasari

(2015) Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran23 Desember 1984 Suntingan nilai di Wikidata (41 tahun)
Colorado Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversitas Indonesia - teknik industri
Universitas Nottingham - administrasi bisnis Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanperancang busana, pengusaha, penulis Suntingan nilai di Wikidata

Situs webdianarikasari.com Suntingan nilai di Wikidata
Instagram: dianarikasari Youtube: UCTw1gaQPwfJ4UdTsQ8VJGJQ Modifica els identificadors a Wikidata

Diana Rikasari (lahir 23 Desember 1984) adalah pengusaha, perancang busana, dan penulis Indonesia.[1] Ia merupakan penulis buku #88Lovelife yang ilustrasinya dikerjakan oleh ilustrator Dinda Puspitasari.[2] Buku tersebut dinobatkan sebagai salah satu buku terlaris di Indonesia dan pernah meraih penghargaan buku nonfiksi terbaik di Malaysia pada 2015 dan 2016.[2] Diana adalah pemilik UMKM dengan tiga lini usaha, yaitu baju dengan jenama Schmiley Mo, sepatu UP, dan tas 'Sun of a Fun'.[1]

Sebelumnya, Diana dikenal sebagai sebagai blogger fesyen. Ia saat ini lebih dikenal sebagai desainer yang menggeluti dunia perancangan baju daur ulang (upcycling fashion). Upcycling fashion mengacu pada proses mendaur ulang pakaian bekas menjadi produk mode baru yang lebih bernilai, memiliki fungsi berbeda, atau estetika yang lebih menarik.[3] Diana juga telah beberapa kali tampil di pekan mode di sejumlah negara, antara lain Kuala Lumpur Fashion Week 2016, Jakarta Fashion Week 2016, dan London Fashion Week 2017.[2] Tiga sepatu hasil rancangannya digunakan sebagai properti dalam film Stargirl (2020).[4]

Kehidupan awal dan pendidikan

Diana lahir di Colorado, Amerika Serikat, pada 23 Desember 1984.[1] Ia merupakan sarjana lulusan Teknik Industri Universitas Indonesia dan S-2 bidang manajemen bisnis internasional di Universitas Nottingham. Ia juga pernah lama tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia.[2] Minatnya pada bidang fesyen berawal saat ia masih kecil. Dulu, ia kerap menemani ibunya berbelanja bahan baju, lalu menyaksikan bagaimana sang ibunda mengubah kain-kain tersebut menjadi beraneka busana.[5]

Karier

Ia dikenal dengan gaya berpakaiannya yang nyentrik, berwarna-warni, dan energik.[6] Sebelum serius menekuni bidang rancang busana dan aksesoris, Diana sempat bekerja sebagai research executive dan assistant brand manager di Unilever Indonesia.[7] Sambil menjadi pegawai kantoran, ia mulai aktif berbagi konten fesyen di blog sejak 2007. Blognya Hot Chocolate and Mint sempat dinobatkan sebagai blog yang paling banyak dikunjungi di IndonesiaMatters.com pada 2011 dan 2012.[7] Saat ia bekerja sebagai peneliti pasar untuk sebuah agen kreatif pada 2010, ia mulai tertarik untuk berbisnis sepatu.[8]

Di negara tempatnya menetap sekarang, Swiss, banyak orang yang telah sadar mengenai pentingnya fesyen yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Hal ini mendorong Diana untuk serius mengembangkan usaha busana hasil daur ulang.[9] Keunikan karya-karyanya berhasil menarik kolaborasi sejumlah jenama mode besar dari Amerika, Eropa, dan Australia, antara lain Urban Outfitters, Lazy Oaf, dan Gorman Clothing. Ia juga diundang untuk berbicara di TEDxLausanneWomen dan profilnya pernah diangkat oleh majalah Marie Claire Swiss.[5]

Kehidupan pribadi

Diana saat ini tinggal di Lausanne, Swiss[8] mengikuti suaminya yang bekerja sebagai peneliti pasar untuk sebuah perusahaan multinasional. Ia telah memiliki dua anak, Shahmeer dan Daria.[1]

Karya buku

  • Self-Acceptance (2019)
  • My Rainbow Days (2018)
  • #88Lovelife (2016)

Penghargaan

  • Bukunya mendapatkan penghargaan sebagai buku nonfiksi terbaik di Malaysia pada 2015 dan 2016

Daftar rujukan

  1. 1 2 3 4 Harness, Avissa (2019-01-22). "Diana Rikasari: Antara Mommy Mode dan Businesswoman Mode". kumparan. Diakses tanggal 2025-08-23.
  2. 1 2 3 4 "10 Fakta Diana Rikasari, dari Fashion Blogger hingga Penulis Buku". Rekomendasi Buku Gramedia. 2018-12-23. Diakses tanggal 2025-08-23.
  3. ↑ Putri, Citra Narada (2022-01-10). "Mengenal Upcycle Fashion, Daur Ulang Pakaian yang Punya Nilai Tambah - Parapuan". Parapuan.co. Diakses tanggal 2025-08-23.
  4. ↑ Mutiah, Dinny (2020-03-16). "Bikin Bangga, 3 Sepatu Rancangan Diana Rikasari Dipakai di Film Disney". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-08-23.
  5. 1 2 Sofyani, Fitria (2023-07-06). "Warna-warni Dunia Diana Rikasari". kumparan. Diakses tanggal 2025-08-23.
  6. ↑ "Diana Rikasari, sarjana teknik nan lihai berbisnis". kontan.co.id. 2017-02-17. Diakses tanggal 2025-08-23.
  7. 1 2 "Diana Rikasari, Kisah Seorang "Fashion Blogger"". suara.com. Diakses tanggal 2025-08-23.
  8. 1 2 Prieta, Banyubening (2018-03-20). "Designer Diana Rikasari's kaleidoscopic Instagram style - People". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-23.
  9. ↑ Awaliyah, Gumanti (2020-10-06). "Hal yang Buat Diana Rikasari Geluti Upcycling". Republika Online. Diakses tanggal 2025-08-23.
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Diana Rikasari.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal dan pendidikan
  2. Karier
  3. Kehidupan pribadi
  4. Karya buku
  5. Penghargaan
  6. Daftar rujukan
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026