Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiBahasa Melayu Medan
Artikel Wikipedia

Bahasa Melayu Medan

Bahasa Melayu Medan adalah sebuah dialek bahasa Melayu yang digunakan oleh masyarakat Kota Medan yang multietnis, khususnya suku Melayu Deli. Dialek ini merupakan turunan dari bahasa Melayu Deli. Aspek ini didasarkan pada banyaknya kemiripan tata bahasa dan kosakata dengan bahasa Melayu Deli.

bagian dari rumpun bahasa Austronesia
Diperbarui 27 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Melayu Medan
Bahasa Melayu Medan
cakap Melayu Medan
چاكڤ ملايو ميدن
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
  •  Sumatera Utara
    • Kota Medan
EtnisPenduduk Medan (terutama Melayu Deli)
Penutur
2.500.000 (2023)[a]
Rumpun bahasa
  • Austronesia
    • Melayu-Polinesia
      • MP Inti
        • Melayik
          • Melayu
            • Melayu Deli
              • Melayu Medan
Tampilkan klasifikasi manual
    • Melayu Medan
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Kode bahasa
    ISO 639-3–
    GlottologTidak ada
    Informasi penggunaan templat turunan
    Sampel
    Sampel teks
    Pasal 1 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia dalam bahasa Melayu Medan.  Silang merah (Apa ini?)
    Semua orang dilahirkan merdeka dan punyak martabat juga ha'-ha' yang samak. Mereka dikasih pikiran dan hati nurani dan henda'nya begaol satu samak lain dalam semangat persodaraan.
    Terjemahan: ⓘ
    Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.
    Sampel teks lainnya
    Lokasi penuturan
    Peta ini menggunakan properti koordinat yang mewajibkan Anda untuk mengaktifkan JavaScript maupun Scribunto eksternal. Titik mungkin saja tidak tertampil di peramban Anda maupun saat Anda menekan gambar ini.
    Kisaran lokasi Melayu Medan dituturkan
    Kisaran lokasi Melayu Medan dituturkan
    Lokasi penuturan
    Tampilkan peta Sumatra Utara
    Kisaran lokasi Melayu Medan dituturkan
    Kisaran lokasi Melayu Medan dituturkan
    Lokasi penuturan
    Tampilkan peta Sumatra
    Kisaran lokasi Melayu Medan dituturkan
    Kisaran lokasi Melayu Medan dituturkan
    Lokasi penuturan
    Tampilkan peta Indonesia
    ProyekWiki Bahasa | Wikipedia | Kode sumber
     
    Lihat dalam mode terbatas
    Tampilkan peta yang diperbesar
    Tampilkan peta yang diperkecil
    Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
    Peta bahasa lain
    Koordinat: 3°35′22″N 98°40′26″E / 3.58944°N 98.67389°E / 3.58944; 98.67389 Sunting di Wikidata
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Tentang artikel
    Pemberitahuan
    Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
    Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

    {{PW Bahasa|importance=|class=}}


    Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

    02.29, Minggu, 26 April, 2026 (UTC) •
    hapus singgahan
    Sebanyak 1.609 artikel belum dinilai
    Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Bahasa Melayu Medan (disebut sebagai cakap Melayu Medan oleh penuturnya) adalah sebuah dialek bahasa Melayu yang digunakan oleh masyarakat Kota Medan yang multietnis, khususnya suku Melayu Deli. Dialek ini merupakan turunan dari bahasa Melayu Deli. Aspek ini didasarkan pada banyaknya kemiripan tata bahasa dan kosakata dengan bahasa Melayu Deli.[2][3]

    Sejarah

    Kota Medan adalah kota multietnis dengan 14 suku bangsa yang tercatat mendiami Kota Medan. Kota ini dibangun oleh tokoh dari suku Karo, yakni Guru Patimpus. Namun dalam sejarahnya, bahasa Karo tidak pernah dijadikan bahasa utama di Kota Medan. Kota ini berdiri di wilayah kekuasaan Kesultanan Melayu Deli. Saat ini, penduduk Kota Medan mayoritas adalah suku Jawa. Selain itu, terdapat juga orang Batak yang dikenal dengan misnomernya, yakni orang Medan (meskipun orang Batak tersebut tidak berasal dari Kota Medan, masyarakat awam tetap mengenalnya sebagai orang Medan).

    Masing-masing suku bangsa yang tinggal di Kota Medan hingga saat ini tetap mempertahankan bahasa ibu mereka dan masih menggunakannya untuk berkomunikasi di antara mereka saja. Hal itu terjadi karena migrasi berskala besar pada zaman kolonial Belanda. Mereka umumnya berasal dari etnis Jawa, Tionghoa, Pakistan, Tamil, Banjar, Arab, dan Minangkabau.

    Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa pengantar utama bagi masyarakat heterogen ini kemudian dalam perkembangannya mendapatkan banyak serapan kosakata dari Bahasa-bahasa tersebut yang kemudian digunakan secara umum di antara penduduk Kota Medan dan dikenal sebagai bahasa Melayu Medan.[4][5]

    Contoh penggunaan

    Kata "apa" dalam dialek Medan banyak digunakan dengan makna yang beragam. Tentu saja pemaknaannya sangat bergantung kepada konteksnya.[6] Sebagai contoh, pada kalimat:

    "Eh, apa! cok ko apakan dulu apanya itu, biar apa sikit. Tapi jangan apa kali, nanti apa pulak dia."

    Bisa jadi kasusnya adalah, seorang ibu meminta tolong kepada anaknya yang sudah besar untuk mengurangi level putaran kipas angin yang sedang mengarah kepada adiknya agar tidak membuat adiknya masuk angin.

    "Eh, apa! (si ibu lupa nama anaknya yang besar, atau hanya ada anak yang besar itu saja di deket si ibu) cok ko (kamu) apakan (kecilkan) dulu apanya itu (kipas angin – karena kipas angin sedang berputar terlalu kecang), biar apa (berkurang kecepatannya) sikit (sedikit). Tapi jangan apa (kecil) kali, nanti apa (terbangun) pulak dia."

    Contoh:

    "Apanya kemana ne?"

    Bisa jadi situasinya adalah seorang ayah bertanya kepada anggota keluarganya dengan memegang botol saus tanpa tutup, "Apanya kemana ne?"

    Contoh:

    "Cok apakan dulu apa ini."

    Bisa jadi situasinya adalah, seorang ibu meminta tolong kepada anaknya sambil menunjukkan kaleng sarden dan pembuka kalengnya, "Cok apakah dulu apa ini."

    Pengucapan

    Berikut ini cara pengucapan dalam bahasa Melayu Medan yang terbagi dengan beberapa kondisi berbeda.[5]

    Pengucapan beberapa kata berakhiran vokal juga ditambah huruf [k] mati.[5]

    • beli diucapkan belik
    • bunyi diucapkan bunyik
    • cari diucapkan carik
    • coba diucapkan cobak
    • mama diucapkan mamak
    • nasi diucapkan nasik

    Huruf [k] dihilangkan di tengah kata tanpa huruf vokal setelahnya.[5]

    • sukses diucapkan su'ses
    • bakti diucapkan ba'ti
    • bakso diucapkan ba'so
    • takdir diucapkan ta'dir

    Kata yang terdapat huruf [a] dan [i] berdekatan, huruf [i]-nya bisa diganti jadi huruf [e], atau [a] dan [i]-nya diubah jadi [e].[5]

    • baik menjadi baek
    • balik menjadi balek
    • naik menjadi naek
    • kedai menjadi kede
    • sungai menjadi sunge
    • cabai menjadi cabe

    Kata yang terdapat huruf [a] dan [u] berdekatan bisa dihilangkan atau diganti dengan huruf [o].

    • bangau menjadi bango
    • atau menjadi ato
    • danau menjadi dano
    • merantau menjadi meranto
    • hijau menjadi ijo
    • kau menjadi ko
    • kerbau menjadi kerbo
    • mau menjadi mo
    • kemarau menjadi kemaro

    Catatan

    1. ↑ Jumlah penuturnya disesuaikan dengan jumlah penduduk di Kota Medan pada tahun 2023.[1]

    Referensi

    1. ↑ "Kota Medan Dalam Angka 2023" (pdf). BPS Medan. 28 Februari 2023. hlm. 56. Diakses tanggal 15 April 2023.
    2. ↑ "Kata-kata 'aneh' ini cuma orang Medan yang tahu artinya". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-30.
    3. ↑ nefan (2020-07-01). "Bahasa Medan Bukan Batak, Ini Contohnya". Minews ID. Diakses tanggal 2020-09-30.[pranala nonaktif permanen]
    4. ↑ SeMedan.com (2016-02-10). "Kamus Istilah Bahasa Medan, Lengkap Terbaru Unik Lucu (1)". SeMedan.com. Diakses tanggal 2020-09-30.
    5. 1 2 3 4 5 Purba, Amran (Desember 2007). "DIALEK MEDAN: KOSAKATA DAN LAFALNYA". www.badanbahasa.kemendikbud.go.id. Diakses tanggal 2 Oktober 2020.
    6. ↑ Molana, Datuk Haris. "Kenapa Orang Medan Suka Cakap 'Apa-Biar Gak Itu Kali'? Ini Penjelasannya". detiknews. Diakses tanggal 2020-10-02.

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Contoh penggunaan
    3. Pengucapan
    4. Catatan
    5. Referensi

    Artikel Terkait

    Rumpun bahasa Austronesia

    rumpun bahasa besar yang tersebar di Asia Tenggara dan Samudra Pasifik

    Suku-suku Austronesia

    kelompok beranggotakan etnik-etnik berbahasa Austronesia

    Bahasa Malagasi

    bahasa yang dituturkan di Madagaskar

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026