Definisi pengetahuan bertujuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri esensial dari pengetahuan. Istilah yang erat kaitannya termasuk konsepsi pengetahuan, teori pengetahuan, dan analisis pengetahuan. Beberapa ciri umum pengetahuan diterima secara luas di kalangan filsuf, misalnya bahwa pengetahuan itu melibatkan keberhasilan kognitif dan kontak epistemik dengan realitas. Meski telah banyak dipelajari, perbedaan pendapat tentang sifat pengetahuan tentu tetap ada, sebagian karena para peneliti menggunakan metodologi yang berbeda, mencari definisi untuk tujuan yang berbeda, dan memiliki intuiti berbeda tentang standar pengetahuan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Definisi pengetahuan bertujuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri esensial dari pengetahuan. Istilah yang erat kaitannya termasuk konsepsi pengetahuan, teori pengetahuan, dan analisis pengetahuan. Beberapa ciri umum pengetahuan diterima secara luas di kalangan filsuf, misalnya bahwa pengetahuan itu melibatkan keberhasilan kognitif dan kontak epistemik dengan realitas. Meski telah banyak dipelajari, perbedaan pendapat tentang sifat pengetahuan tentu tetap ada, sebagian karena para peneliti menggunakan metodologi yang berbeda, mencari definisi untuk tujuan yang berbeda, dan memiliki intuiti berbeda tentang standar pengetahuan.[1]
Salah satu definisi yang sering dibahas menyatakan bahwa pengetahuan adalah keyakinan benar yang dibenarkan (justified true belief). Justification berarti keyakinan tersebut memenuhi norma tertentu, seperti didukung oleh alasan yang baik atau merupakan produk dari proses kognitif yang dapat diandalkan. Pendekatan ini berupaya membedakan pengetahuan dari keyakinan benar semata yang muncul dari takhayul, tebakan beruntung, atau penalaran yang cacat.[2]
Kritik terhadap pandangan justified-true-belief, seperti yang diajukan Edmund Gettier, menunjukkan bahwa beberapa keyakinan benar yang dibenarkan tidak bisa dikatakan pengetahuan jika justifikasinya tidak benar-benar terkait dengan kebenaran — kondisi ini disebut epistemic luck (keberuntungan epistemik).[3]
Sebagai tanggapan, beberapa filsuf mengusulkan penambahan kriteria pada definisi justified-true-belief untuk menghindari counterexamples tersebut.[4] Kriteria yang diusulkan antara lain: fakta yang diketahui menyebabkan keyakinan, keyakinan menunjukkan kebajikan kognitif, keyakinan tidak diturunkan dari kesalahan, dan justifikasi tidak dapat digoyahkan. Namun, tidak semua filsuf setuju bahwa modifikasi ini berhasil. Beberapa mengusulkan rekonseptualisasi radikal atau berpendapat bahwa pengetahuan adalah keadaan unik yang tidak dapat didefinisikan sebagai gabungan keadaan lain.
Sebagian besar definisi berfokus pada pengetahuan proposisional, yaitu pengetahuan teoritis tentang suatu fakta yang dapat diungkapkan melalui klausa deklaratif, misalnya “mengetahui bahwa Dave ada di rumah”. Definisi lain menekankan pengetahuan praktis dan pengetahuan melalui perkenalan (knowledge by acquaintance). Pengetahuan praktis berkaitan dengan kemampuan melakukan sesuatu, seperti mengetahui cara berenang. Pengetahuan melalui perkenalan adalah familiaritas dengan sesuatu berdasarkan pengalaman, misalnya mengetahui rasa cokelat.