Sejak 1949, terdapat 29 pemenang Jepang dari Penghargaan Nobel. Penghargaan Nobel adalah sebuah penghargaan moneter internasional yang berbasis di Swedia. Penghargaan tersebut didirikan pada 1895 atas kehendak penemu dan kimiawan Swedia Alfred Nobel. Penghargaan-penghargaan dalam Fisika, Kimia, Fisiologi atau Kedokteran, Kesusastraan dan Perdamaian pertama kali dianugerahi pada 1901. Sebuah penghargaan terasosiasi dalam bidang Ekonomi telah dianugerahi sejak 1969.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari List of Japanese Nobel laureates di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan. (Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel) |

Sejak 1949, terdapat 29 pemenang Jepang dari Penghargaan Nobel (bahasa Swedia: Nobelprisetcode: sv is deprecated ). Penghargaan Nobel adalah sebuah penghargaan moneter internasional yang berbasis di Swedia. Penghargaan tersebut didirikan pada 1895 atas kehendak penemu dan kimiawan Swedia Alfred Nobel. Penghargaan-penghargaan dalam Fisika, Kimia, Fisiologi atau Kedokteran, Kesusastraan dan Perdamaian pertama kali dianugerahi pada 1901.[1] Sebuah penghargaan terasosiasi dalam bidang Ekonomi telah dianugerahi sejak 1969.[2][3]
Penghargaan-penghargaan Nobel dalam disiplin ilmu spesifik dan Penghargaan Ekonomi, yang umum diidentifikasikan dengan mereka, banyak dianggap sebagai penghargaan paling prestisius yang dapat diraih dalam bidang-bidang tersebut.[4][5] Dari para pemenang Jepang, sebelas adalah fisikawan, tujuh kimiawan, tiga untuk kesusastraan, empat untuk fisiologi atau kedokteran dan satu untuk upaya terhadap perdamaian.[5]
Pada abad ke-21, dalam bidang ilmu alam, jumlah pemenang Jepang dari Penghargaan Nobel menduduki peringkat kedua setelah AS.
| Kategori | Warga negara Jepang | Orang lain yang lahir sebagai Jepang | Total | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| Fisika | 9 | 3 | 12 | Yoichiro Nambu, Shuji Nakamura, dan Syukuro Manabe menjadi warga negara Amerika. |
| Kimia | 8 | - | 8 | Ei-ichi Negishi lahir di Tiongkok |
| Fisiologi atau Kedokteran | 5 | - | 5 | |
| Kesusastraan | 2 | 1 | 3 | Kazuo Ishiguro menjadi warga negara Inggris pada 1983.[6][7] |
| Perdamaian | 1 | - | 1 | |
| Total | 25 | 3 | 29 |
Berikut ini adalah para penerima Novel yang merupakan warga negara Jepang pada masa mereka dianugerahi Penghargaan Nobel.
| Tahun | Penerima | Kategori | Masa hidup | Alasan | |
|---|---|---|---|---|---|
| 1949 | Hideki Yukawa | Fisika | 1907–1981 | "untuk perkiraannya pada keberadaan meson pada dasar pekerjaan teoretis tenaga nuklir".[8] | |
| 1965 | Sin-Itiro Tomonaga | Fisika | 1906–1979 | "untuk pekerjaan fundamental mereka pada elektrodinamika kuantum, dengan deep-ploughing sebagai akibat fisik dari unsur dasar" – berbagi dengan Julian Schwinger dan Richard Feynman.[9] | |
| 1968 | Yasunari Kawabata | Kesusastraan | 1899–1972 | "untuk kehandalan naratifnya, yang dengan sensibilitas besar mengekspresikan esensi dari pikiran orang Jepang".[10] | |
| 1973 | Leo Esaki | Fisika | 1925– | "untuk penemuan eksperimental tentang fenomena terowongan dalam semikonduktor dan superkonduktor berturut-turut" – berbagi dengan Ivar Giaever dan Brian David Josephson.[11] | |
| 1974 | Eisaku Satō | Perdamaian | 1901–1975 | "Perdana Menteri Jepang, untuk penolakan opsi nuklir untuk Jepang dan upaya rekonsiliasi daerah lebih" – Berbagi dengan Seán MacBride.[12] | |
| 1981 | Kenichi Fukui | Kimia | 1918–1998 | "atas teori-teori mereka, yang dikembangkan secara independen, terkait kursus reaksi-reaksi kimia" – Berbagi dengan Roald Hoffmann.[13] | |
| 1987 | Susumu Tonegawa | Fisiologi atau Kedokteran | 1939– | "penemuan bagaimana keragaman besar pada antibodi diproduksi secara genetis"[14] | |
| 1994 | Kenzaburō Ōe | Kesusastraan | 1935– | "yang dengan kemampuan puitis menciptakan sebuah dunia khayalan, di mana kehidupan dan mitos membentuk sebuah citra dari manusia pada zaman sekarang"[15] | |
| 2000 | Hideki Shirakawa | Kimia | 1936– | "atas penemuan dan pengembangan mereka terhadap polimer konduktif" – Berbagi dengan Alan MacDiarmid dan Alan Heeger.[16] | |
| 2001 | Ryōji Noyori | Kimia | 1938– | "atas karya mereka pada reaksi hidrogenasi terkatalisis secara kiral" – Berbagi dengan William Knowles dan Barry Sharpless.[17] | |
| 2002 | Masatoshi Koshiba | Fisika | 1926– | "untuk sumbangan pionir pada astrofisika, khususnya pada deteksi neutrino kosmik" – berbagi dengan Raymond Davis, Jr. dan Riccardo Giacconi.[18] | |
| Koichi Tanaka | Kimia | 1959– | "atas pengembangan metode untuk identifikasi dan analisis struktur dari makromolekuler biologi [...] untuk pengembangan desorpsi lembut metode ionisasi analisis massa spektrometrik makromolekuler biologi" – Berbagi dengan John Fenn dan Kurt Wüthrich.[19] | ||
| 2008 | Makoto Kobayashi | Fisika | 1944– | "untuk penemuan mekanisme pemecahan simetri spontan dalam fisika subatom" – Berbagi dengan Yoichiro Nambu dan Toshihide Maskawa.[20] | |
| Toshihide Maskawa | Fisika | 1940– | "untuk penemuan mekanisme pemecahan simetri spontan dalam fisika subatom" – Berbagi dengan Yoichiro Nambu dan Makoto Kobayashi.[20] | ||
| Osamu Shimomura | Kimia | 1928– | "untuk penemuan dan pengembangan protein fluoresen hijau" – Berbagi dengan Martin Chalfie dan Roger Tsien.[21] | ||
| 2010 | Ei-ichi Negishi | Kimia | 1935– | "untuk penemuan reaksi penggandengan (coupling) dalam sintesis organik menggunakan katalis paladium" – Berbagi dengan Richard F. Heck dan Akira Suzuki.[22] | |
| Akira Suzuki | Kimia | 1930– | "untuk penemuan reaksi penggandengan (coupling) dalam sintesis organik menggunakan katalis paladium" – Berbagi dengan Richard F. Heck dan Ei-ichi Negishi.[22] | ||
| 2012 | Shinya Yamanaka | Fisiologi atau Kedokteran | 1962– | "untuk penemuan bahwa sel matang dapat diprogram untuk menjadi pluripotent." – Berbagi dengan John B. Gurdon.[23] | |
| 2014 | Isamu Akasaki | Fisika | 1929– | "untuk hasil penemuan mereka dalam membuat sinar LED (Light-Emitting Diodes) warna biru yang efisien sebagai dasar dan sumber dari sinar putih yang terang dan hemat energi." – Berbagi dengan Hiroshi Amano dan Shuji Nakamura.[24] | |
| Hiroshi Amano | Fisika | 1960– | "untuk hasil penemuan mereka dalam membuat sinar LED (Light-Emitting Diodes) warna biru yang efisien sebagai dasar dan sumber dari sinar putih yang terang dan hemat energi." – Berbagi dengan Isamu Akasaki dan Shuji Nakamura.[24] | ||
| 2015 | Satoshi Ōmura | Fisiologi atau Kedokteran | 1935– | "untuk penemuan mereka terkait sebuah terapi novel melawan infeksi-infeksi yang disebabkan oleh parasit-parasit cacing." – Berbagi dengan William C. Campbell dan Tu Youyou.[25] | |
| Takaaki Kajita | Fisika | 1959– | "untuk penemuan oskilasi neutrino, yang menunjukan bahwa neutrino memiliki massa" – Berbagi dengan Arthur B. McDonald.[26] | ||
| 2016 | Yoshinori Ohsumi | Fisiologi atau Kedokteran | 1945- | "untuk penemuan mekanisme autofagi."[27] | |
| 2018 | Tasuku Honjo | Fisiologi atau Kedokteran | 1942- | "untuk penemuan terapi kanser mereka dengan menghalang peraturan imun negatif."[28] | |
| 2019 | Akira Yoshino | Kimia | 1948- | "untuk pengembangan baterai lithium-ion."[29] | |
Berikut ini adalah para penerima Novel kelahiran dan berdarah Jepang namun kemudian memegang kewarganegaraan asing; namun mereka masuk sering dicantumkan dalam daftar penerima Nobel Jepang.
| Tahun | Penerima | Kategori | Masa hidup | Alasan | |
|---|---|---|---|---|---|
| 2008 | Yoichiro Nambu | Fisika | 1921–2015 | "untuk penemuan mekanisme pemecahan simetri spontan dalam fisika subatom" – Berbagi dengan Makoto Kobayashi dan Toshihide Maskawa.[20] | |
| 2014 | Shuji Nakamura | Fisika | 1954– | "untuk hasil penemuan mereka dalam membuat sinar LED (Light-Emitting Diodes) warna biru yang efisien sebagai dasar dan sumber dari sinar putih yang terang dan hemat energi." – Berbagi dengan Isamu Akasaki dan Hiroshi Amano.[24] | |
| 2017 | Kazuo Ishiguro | Kesusastraan | 1954- | "yang, dalam novel-novel yang sangat emosional, telah menguak esensi ilusori kami dari hubungan dengan dunia"[30] | |
| 2021 | Syukuro Manabe | Fisika | 1931- | "untuk pemodelan fisik iklim Bumi, mengukur variabilitas, dan memprediksi pemanasan global secara andal"[31] | |
Setelah Kampanye Internasional untuk Peniadaan Senjata Nuklir (International Campaign to Abolish Nuclear Weapons, ICAN) meraih Penghargaan Nobel Perdamaian 2017, Setsuko Thurlow, seorang korban selamat dari serangan bom atom Hiroshima, menghadiri acara penghargaan Nobel, meraih Medali Nobel, Diploma Nobel dan memberikan pidato (Ceramah Nobel) pada Desember 2017.[32][33][34][35]
“An additional award, the Sveriges Riksbank Prize in Economic Sciences in Memory of Alfred Nobel, was established in 1968 by the Bank of Sweden and was first awarded in 1969”
When Ishiguro was included as the youngest member of the 1983 best of young British writers, he wasn't a British citizen. He took citizenship later that year as a very practical decision.
He became a British citizen in 1983.
Yamagiwa, then Director of the Department of Pathology at Tokyo Imperial University Medical School, had theorized that repetition or continuation of chronic irritation caused precancerous alterations in previously normal epithelium. If the irritant continued its action, carcinoma could result. These data, publicly presented at a special meeting of the Tokyo Medical Society and reprinted below, focused attention on chemical carcinogenesis. Further more, his experimental method provided researchers with a means of producing cancer in the laboratory and anticipated investigation of specific carcinogenic agents and the precise way in which they acted. Within a decade, Keller and associates extracted a highly potent carcinogenic hydrocarbon from coal tar. Dr. Yamagiwa had begun a new era in cancer research.