Di masa Orde Baru, sebanyak lima partai politik difusikan menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dengan arah politik sayap kiri. Setelah pembubaran Partai Nasional Indonesia (PNI), Mohammad Isnaeni ditunjuk untuk menduduki kursi Ketua Umum PDI setelah sebelumnya memimpin PNI.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia | |
|---|---|
| Bekas jabatan politik | |
Budi Hardjono, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia terakhir | |
| Pengganti | Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (kubu Megawati) |
| Pejabat pertama | Mohammad Isnaeni |
| Pejabat terakhir | Budi Hardjono |
| Jabatan dimulai | 14 Januari 1973 |
| Jabatan berakhir | 10 Januari 2003 |
Di masa Orde Baru, sebanyak lima partai politik difusikan menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dengan arah politik sayap kiri. Setelah pembubaran Partai Nasional Indonesia (PNI), Mohammad Isnaeni ditunjuk untuk menduduki kursi Ketua Umum PDI setelah sebelumnya memimpin PNI.
Pada Kongres III Partai Demokrasi Indonesia, Soerjadi terpilih menjadi Ketua Umum PDI dan terdapat perubahan istilah dari "fraksi" menjadi "elemen" yang merupakan representasi asal partai sebelum digabungkan dengan PDI. Pada 27 Juli 1996, terjadi peristiwa kelam yang disebut dengan Kudatuli yang melibatkan antara massa pendukung Megawati Soekarnoputri dengan massa pendukung Soerjadi yang saat itu terpilih sebagai Ketua Umum PDI versi Kongres PDI di Medan dengan dorongan pemerintah Orde Baru.
Berikut adalah daftar Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia.
| No. | Potret | Ketua Umum | Asal unsur | Usia saat terpilih | Menjabat | Masa jabatan | Pemilihan | Sekretaris Jenderal | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Mohammad Isnaeni | PNI | 53 tahun, 270 hari | 14 Januari 1973 – 13 April 1976 |
2 tahun, 40 hari | — | Sabam Sirait (1973–1986) |
||
| 2 | Sanusi Hardjadinata | PNI | 61 tahun, 294 hari | 13 April 1976 – 16 Oktober 1980[a] |
4 tahun, 186 hari | Kongres I (1976) |
|||
| 3 | Sunawar Sukowati | PNI | 58 tahun, 40 hari | 16 Oktober 1980 – 12 Januari 1986[b] |
5 tahun, 88 hari | Kongres II (1981) |
|||
| Pimpinan Kolegial Sementara | 12 Januari 1986 – 2 Mei 1986 |
110 hari | — | [3] | |||||
| 4 | Surjadi | PNI | 47 tahun, 19 hari | 2 Mei 1986 – 27 Agustus 1993 |
7 tahun, 117 hari | Kongres III (Jakarta, 1986) |
Nico Daryanto (1986–1993) |
[4] | |
| Latief Pudjosakti (Caretaker) |
PNI | 27 Agustus 1993 – 22 Desember 1993 |
117 hari | — | Ismunandar (Caretaker) (1993) |
||||
| 5 | Megawati Soekarnoputri | — | 46 tahun, 333 hari | 22 Desember 1993 – 27 Juli 1996 |
2 tahun, 218 hari | Munas (Jakarta, 1993) |
Alexander Litaay (1993–1996) |
||
| 6 | Surjadi | PNI | 57 tahun, 105 hari | 27 Juli 1996 – 27 Agustus 1998 |
2 tahun, 40 hari | Kongres IV (Medan, 1996) |
Buttu R. Hutapea (1996–1998) |
||
| 7 | Budi Hardjono | — | 58 tahun, 358 hari | 27 Agustus 1998 – 10 Januari 2003 |
4 tahun, 136 hari | ||||