Daewoo Precision Industries K2 adalah senapan serbu buatan S&T Daewoo asal Korea Selatan. Senapan ini menggunakan sistem operasi gas menggunakan peluru 5.56 NATO dengan kapasitas magazen 20 atau 30 butir yang menggantikan penggunaan senapan serbu M16A1 di kalangan militer Korea pada tahun 1984, secara resmi digunakan pada tahun 1987.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Daewoo Precision Industries K2 | |
|---|---|
Senapan serbu K2 | |
| Jenis | Senapan serbu (K2 & K2C1) Karabin (K2C) |
| Negara asal | |
| Sejarah pemakaian | |
| Masa penggunaan | 1984–sekarang |
| Digunakan oleh | Lihat Pengguna |
| Pada perang | |
| Sejarah produksi | |
| Tahun | 1983 |
| Produsen | S&T Daewoo[2] |
| Diproduksi | 1984–sekarang |
| Spesifikasi | |
| Berat | 3.26 kg |
| Panjang | 980 mm, 730 mm popor dilipat |
| Panjang laras | 465 mm |
| Peluru | 5.56 x 45 mm NATO |
| Mekanisme | operasi gas, Rotating bolt |
| Rata² tembakan | 750 RPM |
| Kecepatan peluru | 920 m/s (SS109), 960 m/s (M193) |
| Jarak efektif | 500-600 m (SS109), 460 m (M193) |
| Jarak jangkauan | 2400 m |
| Amunisi | Magazen STANAG |
| Alat bidik | Bidikan besi |
Daewoo Precision Industries K2 adalah senapan serbu buatan S&T Daewoo asal Korea Selatan. Senapan ini menggunakan sistem operasi gas menggunakan peluru 5.56 NATO dengan kapasitas magazen 20 atau 30 butir yang menggantikan penggunaan senapan serbu M16A1 di kalangan militer Korea[3] pada tahun 1984,[4] secara resmi digunakan pada tahun 1987.[5]

Enam prototipe berbeda dibuat selama pengembangan XB. Dari 6 desain, yang dipilih adalah XB6. Beberapa bagian dari XB6 menyerupai FN FNC seperti peredam dan alat bidik. XB6 berkembang menjadi XB7 dan kemudian XB7C yang juga dikenal sebagai XK2. Secara eksternal mirip dengan AR18, K2 menggunakan bahan polimer untuk bagian bawah, pegangan pistol, dan popor senjata yang dapat dilipat. Sistem penembakan dan pembawa baut didasarkan dari senapan M16 Amerika,[6] tetapi beberapa bagian seperti baut dan pembawanya disesuaikan dengan M16. Sistem operasi gas diturunkan dari AKM. K2 menggunakan magazen yang sama dengan M16. Di dalam laras senapan terdapat 6 alur dengan putaran kanan 185 mm (1-in-7.3). K2 memiliki 3 mode penembakan selektif: semi-otomatis, 3 tembakan otomatis, dan otomatis penuh.
K2 dapat dilengkapi dengan DPI K201, sebuah pelontar granat 40x46mm undercarried seperti M203 Amerika.[7] Angkatan Bersenjata Republik Korea awalnya berencana untuk mengganti seluruh K2 dengan senjata semburan udara dual-barrel S&T Daewoo K11 yang baru. Namun, mahalnya biaya dan keraguan efektivitas daya tembak granat 20mm mengantarkannya pada keputusan untuk menyediakan 2 senapan K11 dan 2 granat untuk setiap regu. Akibatnya, pasukan infanteri standar sebesar 9 orang saat ini dilengkapi dengan 2 senapan K2, 2 senapan K2 dengan peluncur granat K201, 2 K11 DAW, 1 senapan mesin ringan K3, dan sisanya dengan K1 atau K2.
K2 terkadang digunakan dengan bipod dan teropong perbesaran 4×, mirip dengan senapan penembak jitu. Aksesoris yang lebih modern pada K2 dan K1 adalah dengan memasang Sistem Integrasi Rel PVS-4K. Ini terdiri dari badan aluminium dengan rel panjang yang menyambung untuk penglihatan optik/red-dot dan penglihatan malam serta tiga rel lainnya yang terletak di bagian bawah dan kedua sisi. Relnya bertipe Picatinny.
Meskipun memiliki handguard yang pendek, varian karabin K2C memiliki masalah dengan panas berlebih (overheating), sehingga sebagian besar K2 yang ada berupa K2 asli dengan laras sebagian besar terbuka, tidak seperti K2C.
Varian produksi massal.
K2C (varian karabin) dengan rel Picatinny, popor tipe-M4, dan laras lebih pendek dengan panjang 310 mm.[9]
Varian dengan desain eksterior yang diperbarui.[10]