Jemaat Sunnah untuk Dakwah dan Jihad lebih dikenal dengan nama Boko Haram adalah organisasi militan dan teroris yang bermarkas di Nigeria timur laut, Kamerun utara, dan Niger. Organisasi ini didirikan pada tahun 2002 oleh Mohammed Yusuf dengan tujuan untuk mendirikan negara Islam "murni" berdasarkan hukum syariah dan menghentikan hal-hal yang dianggap sebagai "Westernisasi". Kelompok ini dikenal karena menyerang orang Kristen yang semena-mena terhadap hak warga dan pemerintah, menyerang sekolah dan pos polisi, menculik turis barat, dan juga membunuh sesama penganut agama Islam. Kekerasan yang terkait dengan Boko Haram telah mengakibatkan tewasnya 10.000 orang antara tahun 2002 hingga 2013.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Boko Haram Jemaat Sunnah untuk Dakwah dan Jihad جماعة أهل السنة للدعوة والجهاد | |
|---|---|
Bendera ISIS | |
| Pemimpin | Abubakar Shekau[1] Dan Hajia (POW) Abba Abatcha Flatari Momodu Bama Mohammed Yusuf |
| Waktu operasi | 2002–sekarang |
| Wilayah operasi | Nigeria Utara, Kamerun Utara, Niger Selatan, Chad |
| Ideologi | Ekstremisme Islam Khawarij Takfir Jihadisme salafi Wahabisme |
| Sekutu | |
| Lawan | |
| Pertempuran dan perang | Pemberontakan Islamis di Nigeria Kekerasan sektarian Nigeria 2009 |
Jemaat Sunnah untuk Dakwah dan Jihad[2][3] (bahasa Arab: جماعة اهل السنة للدعوة والجهادcode: ar is deprecated Jamāʻat Ahl as-Sunnah lid-daʻwa wal-Jihād) lebih dikenal dengan nama Boko Haram (diucapkan [bōːkòː hàrâm], yang dalam bahasa Hausa berarti "pendidikan Barat haram")[4][5] adalah organisasi militan dan teroris yang bermarkas di Nigeria timur laut,[6] Kamerun utara, dan Niger.[7][8][9][10] Organisasi ini didirikan pada tahun 2002 oleh Mohammed Yusuf[11] dengan tujuan untuk mendirikan negara Islam "murni" berdasarkan hukum syariah[12] dan menghentikan hal-hal yang dianggap sebagai "Westernisasi".[13][14] Kelompok ini dikenal karena menyerang orang Kristen yang semena-mena terhadap hak warga dan pemerintah,[13] menyerang sekolah dan pos polisi,[15][16] menculik turis barat, dan juga membunuh sesama penganut agama Islam.[17] Kekerasan yang terkait dengan Boko Haram telah mengakibatkan tewasnya 10.000 orang antara tahun 2002 hingga 2013.[18][19][20][21][22][23][24]
Kelompok ini berpengaruh di negara bagian Borno, Adamawa, Kaduna, Bauchi, Yobe, dan Kano. Di wilayah-wilayah tersebut, keadaan darurat telah dinyatakan. Boko Haram tidak memiliki struktur atau rantai komando yang jelas[25] dan bersifat "menyebar"[17] dengan "struktur seperti sel" yang memfasilitasi keberadaan faksi-faksi.[12] Kelompok ini dilaporkan memiliki tiga faksi[13] dengan kelompok pecahan yang dijuluki Ansaru.
Keterkaitan kelompok ini dengan kelompok jihad lainnya di luar Nigeria masih diperdebatkan. Menurut seorang komandan militer Amerika Serikat, Boko Haram terkait dengan Al-Qaeda di Maghreb Islam,[26][27] tetapi tidak ditemukan bukti adanya dukungan internasional,[28] dan serangan Boko Haram terhadap target-target internasional sejauh ini masih terbatas.[12] Pada 13 November 2013, pemerintah Amerika Serikat menggolongkan kelompok ini sebagai organisasi teroris.
Pada September 2015, direktur informasi di Markas Besar Pertahanan Nigeria mengumumkan bahwa semua kamp Boko Haram telah dihancurkan, tetapi serangan dari kelompok tersebut masih terus berlanjut. Pada 2019, Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari, mengklaim bahwa Boko Haram "secara teknis telah dikalahkan". Shekau terbunuh dan dipastikan tewas pada Mei 2021. Meskipun demikian, Boko Haram mengalami kebangkitan berikutnya di bawah pemimpin baru, Bakura Doro.
Beberapa analis menekankan sebab ekonomi sebagai faktor keberhasilan Boko Haram. Kekayaan di Nigeria terkonsentrasi di kalangan segelintir elit politik. Nigeria memiliki ekonomi terbesar di Afrika, tetapi 60% dari 173 juta penduduknya (per 2013) hidup dengan kurang dari $1 per hari.[butuh rujukan]
Kepentingan dan bias politik elit Nigeria diyakini memainkan peran utama dalam berkembangnya aktivitas organisasi: kepemimpinan politik mengharuskan pers menyebut kelompok tersebut sebagai bandit, bukan teroris, yang mengecilkan ancaman yang mereka timbulkan.[butuh rujukan]
Dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Woodrow Wilson Center, Kepala Olusegun Obasanjo, mantan presiden Nigeria, menyoroti rendahnya tingkat literasi dan pendidikan di wilayah utara negara tersebut sebagai faktor yang berkontribusi terhadap kelangsungan Boko Haram. Menurut Obasanjo, anak-anak yang buta huruf dan tidak berpendidikan lebih mungkin terjerumus.[butuh rujukan]
Banyak anggota senior kelompok ini yang terinspirasi oleh Maitatsine.[29][30] Kelompok ini juga diyakini termotivasi oleh sengketa antar-etnis karena pendiri organisasi ini percaya bahwa sedang terjadi "pembersihan etnis" terhadap suku Hausa dan Fulani.[12] Amnesty International menuduh pemerintah Nigeria melakukan pelanggaran hak asasi manusia setelah 950 orang yang diduga merupakan anggota Boko Haram meninggal di fasilitas penahanan Joint Task Force militer Nigeria pada awal pertengahan tahun 2013.[31] Konflik antara Boko Haram dengan pemerintah Nigeria telah membuat 90.000 orang telantar.[32] Human Rights Watch menyatakan bahwa Boko Haram menggunakan tentara anak-anak, termasuk yang masih berumur 12 tahun.[33]
Serangan Negara Bagian Yobe 2023: Pada bulan Oktober, Boko Haram melancarkan salah satu serangan paling mengerikan dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok teroris tersebut menewaskan 20 pelayat yang kembali dari pemakaman korban serangan sebelumnya di Nigeria timur laut, menurut polisi. Serangan sebelumnya terjadi di Gurokayeya dan merenggut nyawa 17 orang. Menurut polisi setempat, penduduk desa dibunuh setelah menolak membayar "pajak panen" ilegal yang diminta oleh para teroris.[butuh rujukan]
Sepanjang tahun 2023, Boko Haram berhasil mendapatkan kembali kekuatan yang cukup besar di bawah kepemimpinan Bakura. Kelompok ini berhasil memperluas wilayah kekuasaannya dan mengalahkan ISWAP dalam serangkaian pertempuran yang memakan korban, menguasai banyak pulau dan wilayah pesisir Danau Chad.[butuh rujukan]
The sect in posters written in Hausa and pasted across the length and breadth of Maiduguri Wednesday morning signed by the Warriors of Jamaatu Ahlis Sunna Liddaawati Wal Jihad led by Imam Abu Muhammed Abubakar Bi Muhammed a .k .a Shehu claimed they embarked on the killings in Borno "in an effort to establish Sharia system of government in the country".