Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Daejeon Hana Citizen

Daejeon Hana Citizen FC adalah klub sepak bola profesional Korea Selatan yang berbasis di Daejeon. Tim ini berkompetisi di K League 1, kasta tertinggi sepak bola Korea Selatan. Ketika didirikan pada tahun 1997, Daejeon menjadi klub pertama di Korea Selatan yang dimiliki komunitas, bukan perusahaan.

Klub sepak bola profesional di Daejeon, Korea Selatan
Diperbarui 13 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Daejeon Hana Citizen
Nama lengkapDaejeon Hana Citizen Football Club
대전 하나 시티즌 축구단
Nama singkatDHFC
Berdiri12 Maret 1997; 29 tahun lalu (1997-03-12)
StadionStadion Piala Dunia Daejeon
(Kapasitas: 40,535)
PemilikHana Financial Group Football Club Foundation
PresidenKorea Selatan Jeong Tae-hee
Pelatih kepalaKorea Selatan Hwang Sun-hong
LigaK League 1
2025K League 1, ke-2 dari 12
Situs webSitus web resmi klub
Kostum kandang
Kostum tandang

Daejeon Hana Citizen FC adalah klub sepak bola profesional Korea Selatan yang berbasis di Daejeon. Tim ini berkompetisi di K League 1, kasta tertinggi sepak bola Korea Selatan. Ketika didirikan pada tahun 1997, Daejeon menjadi klub pertama di Korea Selatan yang dimiliki komunitas, bukan perusahaan.

Pada 24 Desember 2019, Hana Financial Group membeli hak operasional klub dan mengubah nama klub menjadi nama yang digunakan saat ini.

Sejarah

K League (1997)

Setelah berdirinya liga sepak bola profesional (Korean Super League, yang direorganisasi menjadi K League pada 1998) di Korea, hanya sedikit pertandingan liga yang digelar di Daejeon, dan pertandingan yang ada pun dimainkan oleh tim tamu. Tidak adanya tim lokal dalam liga membuat warga Daejeon kesulitan merasa terikat dengan klub mana pun. Namun, pada 1996 rencana untuk mendirikan “Daejeon Citizen” – klub komunitas lokal mereka sendiri – diumumkan, yang berarti warga Daejeon akhirnya memiliki tim sendiri untuk didukung di liga. Daejeon menjadi klub pertama yang tidak dimiliki perusahaan besar, dan memainkan laga kandangnya di Stadion Daejeon Hanbat.

Kim Ki-bok ditunjuk sebagai pelatih pertama Daejeon Citizen. Dengan harapan besar, Daejeon melangkah untuk pertama kalinya di K League pada 1997, membuka musim dengan pertandingan melawan Ulsan Hyundai Horang-i. Namun hasil pada musim pertama jauh dari harapan. Meski finis ketujuh, di atas Cheonan Ilhwa Chunma, Anyang LG Cheetahs, dan Bucheon SK, mereka hanya memenangkan tiga dari 18 pertandingan.[1]

Krisis IMF (1998)

Pada 1998, krisis ekonomi besar melanda Korea Selatan.[2] Daejeon Citizen tidak luput dari dampaknya. Dewan utama klub terdiri dari empat kelompok—Kyeryong Construction Industrial, Dong-A Construction, DongYang Department Store, dan Chungcheong Bank. Namun sebagai akibat dari krisis IMF, tiga di antaranya bangkrut, menyisakan Kyeryong sebagai satu-satunya yang bertahan. Hal ini berdampak pada dukungan finansial dan manajemen klub. Musim 1998 menjadi sangat sulit untuk Daejeon dengan hanya meraih tiga kemenangan dan finis di peringkat kesembilan.

Pada musim berikutnya, 1999, Daejeon meningkatkan rekor kemenangan mereka menjadi enam. Namun, perubahan format K League sejak musim sebelumnya membuat total pertandingan bertambah menjadi 27. Tim menelan 18 kekalahan, yang terbanyak di liga, meski tetap meningkat ke posisi kedelapan.[3] Pada musim 2000, Daejeon mempertahankan posisi kedelapan.[4]

Di ambang bubar (2001–2002)

Untuk musim 2001, Lee Tae-ho ditunjuk sebagai pelatih, dan langsung membawa trofi pertama Daejeon Citizen dengan menjuarai Piala FA musim itu. Gol penentu di final dicetak oleh Kim Eun-jung, memberikan kemenangan 1–0 atas Pohang Steelers. Berkat kemenangan ini, Daejeon lolos ke Liga Champions AFC untuk pertama kalinya. Keberhasilan ini sedikit menutupi performa buruk klub di K League, di mana mereka finis di posisi terakhir.

Korea Selatan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA 2002, dan Daejeon menjadi salah satu kota penyelenggara. Kota ini membangun stadion baru untuk turnamen tersebut, dan setelah Piala Dunia berakhir, Daejeon Citizen pindah stadion. Pergantian dari Stadion Daejeon Hanbat ke Stadion Piala Dunia Daejeon membuat klub mendapatkan fasilitas baru dan kapasitas stadion yang jauh lebih besar. Namun performa buruk musim sebelumnya terbawa ke musim 2002, dan klub kembali finis terakhir dengan hanya satu kemenangan. Lee Tae-ho akhirnya mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab. Meski begitu, hasil mereka di Liga Champions AFC lebih baik: mereka finis kedua di grup setelah mengalahkan Shanghai Shenhua dan Kashima Antlers, sementara satu-satunya kekalahan datang dari juara grup sekaligus runner-up turnamen, BEC Tero Sasana.

Perubahan lain di tahun 2002 adalah keputusan Kyeryong—penopang finansial utama yang membantu klub bertahan dari krisis IMF—untuk mundur dari dewan klub. Balai Kota Daejeon kemudian memutuskan untuk memberikan dukungan finansial agar klub tetap bertahan dan dapat berpartisipasi pada musim 2003.

Kota Sepak Bola Spesial (2003–2008)

Musim 2003 terbukti menjadi salah satu musim yang paling berkesan bagi para penggemar Daejeon. Choi Yun-kyum, yang sebelumnya melatih Bucheon SK, ditunjuk sebagai pelatih menggantikan Lee Tae-ho yang mengundurkan diri setelah musim 2002 yang buruk. Choi langsung memberi inspirasi dan mengubah dinamika permainan tim dengan menerapkan formasi 4–3–3. Hasilnya adalah kebangkitan yang nyaris ajaib dari musim 2002, dan ia bersama Daejeon Citizen menciptakan slogan “Miracle 2003”. Daejeon Citizen mengakhiri musim di peringkat keenam, pencapaian terbaik mereka di liga, dengan catatan 18 kemenangan dari 44 pertandingan.[5] Peringkat keenam ini juga semakin istimewa karena K League telah diperluas menjadi dua belas tim, dengan Daegu FC dan Gwangju Sangmu Phoenix baru bergabung dalam kompetisi.

Popularitas klub meningkat pesat pada masa ini, hingga kota Daejeon dijuluki “Kota Sepak Bola Spesial” (축구특별시). Jumlah penonton kandang mencapai 19.000, dan rekor hampir 44.000 penonton tercatat sebagai jumlah tertinggi dalam sejarah klub.[6]

Namun, performa tersebut sulit dipertahankan pada tahun 2004. Minimnya daya gedor di lini serang membuat klub mencatatkan rekor ofensif terburuk di K League dengan hanya 18 gol dari 24 pertandingan. Daejeon merosot ke peringkat kesebelas dari tiga belas tim.[7] Meski begitu, mereka berhasil mencapai semifinal Piala FA, sebelum akhirnya dikalahkan oleh Bucheon SK yang menjadi runner-up. Daejeon juga menjadi runner-up di Piala Liga, hanya kalah dari Seongnam Ilhwa Chunma.[7]

Masalah serupa berlanjut pada musim 2005, dengan Daejeon kembali menjadi tim dengan serangan paling lemah di liga, hanya mencetak 19 gol dari 24 pertandingan.[8] Namun pertahanan mereka tampil luar biasa, hanya kebobolan 20 gol—catatan terbaik di liga—sehingga mereka menutup musim reguler di peringkat ketujuh, dengan hanya enam kekalahan.[8] Pada kompetisi Piala FA dan Piala Liga 2005, Daejeon gagal lolos ke perempat final. Meski sempat menunjukkan perkembangan, musim 2006 kembali menjadi musim yang mengecewakan.

Pada musim 2007, Daejeon mencapai pencapaian tak terduga dengan lolos ke babak playoff K League setelah menang 1–0 atas Suwon Samsung Bluewings. Kemenangan tersebut memastikan selisih gol yang lebih baik dibanding FC Seoul, yang memiliki jumlah poin sama.[9] Kemenangan atas Suwon itu sekaligus menjadi kemenangan kelima secara beruntun dan mengantarkan mereka ke playoff kejuaraan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub. Ketika Kim Ho menggantikan Choi Yun-kyum di pertengahan musim, Daejeon berada di peringkat kesebelas. Namun di bawah arahannya, ditambah performa impresif Denilson yang mencetak 14 gol serta gelandang teknis Ko Jong-soo, mereka akhirnya lolos ke playoff. Mereka kemudian dikalahkan Ulsan Hyundai pada fase pertama playoff.[9]

Klub menutup musim 2008 di posisi kedua dari bawah, menandai berakhirnya masa keemasan mereka.

Ketidakstabilan dan kemunduran (2009–2019)

Daejeon melanjutkan tren buruk dengan hasil liga yang biasa-biasa saja hingga buruk pada musim 2009 dan 2010, masing-masing finis di posisi ke-9 dan ke-13. Klub sempat memuncaki klasemen pada 2011 berkat performa apik penyerang Wagner Querino. Namun skandal pengaturan skor K League memberikan dampak besar: beberapa pemain mengundurkan diri atau dilarang bermain, dan pelatih Wang Sun-jae juga mundur. Mantan gelandang tim nasional Korea Selatan, Yoo Sang-chul, kemudian mengambil alih untuk menstabilkan klub dan menghindari posisi juru kunci.[10] Tim tetap kesulitan pada musim-musim berikutnya, finis di peringkat ke-13 pada 2012 dan peringkat terakhir pada 2013, yang berujung pada degradasi.

Daejeon meraih promosi kembali ke kasta tertinggi setelah menjuarai K League Challenge 2014. Namun mereka langsung terdegradasi lagi setelah menutup K League Classic 2015 di posisi terakhir. Klub kemudian menghabiskan beberapa musim berikutnya di K League Challenge/K League 2 sambil gagal melampaui babak 16 besar Piala FA.

Pengambilalihan oleh Hana (2019–sekarang)

Pada akhir 2019, Hana Financial Group resmi mengakuisisi klub, menjadikan Daejeon Citizen bertransformasi dari klub publik menjadi klub korporat dan berganti nama menjadi Daejeon Hana Citizen.[11] Investasi Hana membawa peningkatan performa signifikan: DHFC meraih promosi ke K League 1 setelah finis sebagai runner-up di K League 2 musim 2022. Jumlah penonton melonjak pada musim pertama mereka di kasta tertinggi, mencatatkan rata-rata hampir 13.000[12] penonton pada musim 2023, berkat efek promosi, pencabutan pembatasan COVID-19, dan performa cerah bintang baru seperti Bae Jun-ho, yang kemudian pindah ke Stoke City di Kejuaraan EFL.

Pada K League 1 musim 2024, mantan striker tim nasional Korea Selatan Hwang Sun-hong ditunjuk sebagai pelatih kepala, dan klub berhasil menghindari playoff degradasi. Setelah jendela transfer musim dingin yang sibuk, mereka memulai musim 2025 dengan sangat kuat, memuncaki klasemen dengan 23 poin dari 11 pertandingan, didukung performa impresif penyerang baru Joo Min-kyu.[13] Penyerang muda klub, Yoon Do-young, menandatangani kesepakatan transfer untuk bergabung dengan klub Liga Utama Inggris, Brighton & Hove Albion, pada musim panas dengan biaya rekor klub sebesar 3,8 miliar won.[14]

Stadion

Artikel utama untuk kategori ini adalah Stadion Piala Dunia Daejeon.
Pemandangan dari Stadion Piala Dunia Daejeon

Sejak K League musim 2002, yang dimulai beberapa minggu setelah berakhirnya Piala Dunia FIFA 2002, Daejeon Hana Citizen memainkan pertandingan kandangnya di Stadion Piala Dunia Daejeon, yang diselesaikan pada 2001 dan dijuluki “Purple Arena”. Stadion ini menjadi tuan rumah dua pertandingan fase grup Piala Dunia serta babak 16 besar antara Korea Selatan dan Italia. Stadion tersebut memiliki kapasitas 40.535 tempat duduk, menjadikannya salah satu stadion terbesar di negara itu.

Empat pertandingan kandang terakhir musim 2014 dimainkan di stadion sebelumnya, Stadion Daejeon Hanbat, sementara Stadion Piala Dunia menjalani perawatan. Klub kembali ke Stadion Piala Dunia pada musim 2015.

Markas latihan tim (pusat pelatihan) adalah Deogam Football Center yang berlokasi di Distrik Daedeok, Kota Daejeon.[15]

Pendukung

Daejeon Lovers (대전 러버스) adalah kelompok suporter terbesar DHFC. Lagu kebangsaan klub berjudul “Putra Daejeon” (대전의 아들). Pendukung Daejeon sangat bangga dengan para pemain berbakat yang berkembang di klub dan kemudian berkarier di luar negeri, seperti putra daerah Daejeon, Hwang In-beom, yang kini bermain untuk Feyenoord dan Bae Jun-ho yang bermain untuk Stoke City.[16]

Dalam pertandingan pembuka K League 1 musim 2025, suporter Daejeon dan Pohang Steelers memberikan penghormatan di Pohang Steel Yard kepada Kim Ha-neul, seorang anggota muda Daejeon Lovers yang baru-baru ini menjadi korban pembunuhan.[17]

DHFC memiliki rivalitas kuat dengan Suwon Samsung Bluewings[18] dan Incheon United.[19]

Pemain

Tim utama

Per 1 Desember 2025.[20]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan kelayakan FIFA. Pemain bisa saja memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Negara Pemain
1 GK Korea Selatan KOR Lee Chang-geun (kapten)
2 DF Korea Selatan KOR Park Kyu-hyun
3 DF Korea Selatan KOR Ha Chang-rae (dipinjam dari Nagoya Grampus)
5 DF Arab Saudi KSA Osama Al-Marmash
6 DF Korea Selatan KOR Kang Yoon-sung
7 FW Jepang JPN Masatoshi Ishida
8 MF Brasil BRA Victor Bobsin
10 FW Korea Selatan KOR Joo Min-kyu
11 DF Korea Selatan KOR Seo Young-jae
12 FW Korea Selatan KOR Kim Seung-dae
14 MF Korea Selatan KOR Kim Jun-beom
16 DF Korea Selatan KOR Lee Myung-jae
17 FW Korea Selatan KOR Choi Geon-ju
19 FW Korea Selatan KOR Seo Jin-su
20 MF Korea Selatan KOR Jung Jin-woo
22 DF Korea Selatan KOR Oh Jae-suk
25 GK Korea Selatan KOR Lee Joon-seo
26 DF Korea Selatan KOR Kim Min-deok
No. Pos. Negara Pemain
27 FW Korea Selatan KOR Jeong Jae-hee
29 FW Korea Selatan KOR Yu Kang-hyun
30 MF Korea Selatan KOR Kim Bong-soo
31 GK Korea Selatan KOR Kim Min-soo
33 DF Korea Selatan KOR Kim Moon-hwan
35 DF Korea Selatan KOR Cho Hyun-woo
39 MF Korea Selatan KOR Lim Eun-su
40 GK Korea Selatan KOR Lee Kyung-tae
44 MF Korea Selatan KOR Lee Soon-min
66 MF Korea Selatan KOR Kim Han-seo
70 MF Korea Selatan KOR Kim Hyeon-ug
72 DF Korea Selatan KOR Kim Jin-ya
73 MF Korea Selatan KOR Lee Jun-gyu
76 FW Brasil BRA Hernandes Rodrigues
77 FW Brasil BRA João Victor
88 DF Korea Selatan KOR Yeo Seung-won
89 GK Korea Selatan KOR Jeong San
90 FW Korea Selatan KOR Kim Hyeon-oh
96 MF Korea Selatan KOR Lee Hyeon-sik
98 DF Azerbaijan AZE Anton Kryvotsyuk
— FW Brasil BRA Diogo Oliveira

Dipinjamkan

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan kelayakan FIFA. Pemain bisa saja memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Negara Pemain
— DF Korea Selatan KOR Kim Hyun-woo (ke Gimcheon Sangmu untuk wajib militer)
— DF Korea Selatan KOR Kim Min-woo (ke Gimpo FC hingga 31 Desember 2025)
— DF Korea Selatan KOR Lee Jung-taek (ke Gimcheon Sangmu untuk wajib militer)
— DF Korea Selatan KOR Lim Dug-keun (ke Gimcheon Sangmu untuk wajib militer)
— DF Korea Selatan KOR Lim Yoo-seok (ke Geoje Citizen untuk wajib militer)
No. Pos. Negara Pemain
— DF Korea Selatan KOR Park Jin-seong (ke Gimcheon Sangmu untuk wajib militer)
— MF Korea Selatan KOR Kim Gyeong-hwan (ke Pyeongtaek Citizen untuk wajib militer)
— FW Korea Selatan KOR Jung Woo-bin (ke Gimpo FC hingga 31 Desember 2025)
— FW Korea Selatan KOR Kim In-gyun (ke Gimcheon Sangmu untuk wajib militer)
— FW Korea Selatan KOR Lee Seon-yoo (ke Jinju Citizen untuk wajib militer)

Pelatih

  • Korea Selatan Kim Ki-bok (21 November 1996 – 25 Oktober 2000)
  • Korea Selatan Lee Tae-ho (26 Oktober 2000 – 30 Desember 2002)
  • Korea Selatan Choi Yun-kyum (8 Januari 2003 – 30 Juni 2007)
  • Korea Selatan Kim Ho (13 Juli 2007 – 26 Juni 2009)
  • Korea Selatan Wang Sun-Jae (27 Juni 2009 – 26 Oktober 2009) (interim)
  • Korea Selatan Wang Sun-Jae (27 Oktober 2009 – 2 Juli 2011)
  • Korea Selatan Shin Jin-won (3 Juli 2011 – 16 Juli 2011) (interim)
  • Korea Selatan Yoo Sang-chul (20 Juli 2011 – 1 Desember 2012)
  • Korea Selatan Kim In-wan (5 Desember 2012 – 2 Oktober 2013)
  • Korea Selatan Cho Jin-ho (3 Oktober 2013 – 8 Mei 2014) (interim)
  • Korea Selatan Cho Jin-ho (8 Mei 2014 – 20 Mei 2015)
  • Kanada Michael Kim (21 Mei 2015 – 30 Mei 2015) (interim)
  • Korea Selatan Choi Moon-sik (31 Mei 2015 – 30 Oktober 2016)
  • Korea Selatan Lee Young-ik (17 November 2016 – 31 Agustus 2017)
  • Korea Selatan Kim Jong-hyun (31 Agustus 2017 – 29 Oktober 2017) (interim)
  • Korea Selatan Ko Jong-soo (1 Desember 2017 – 23 Mei 2019)
  • Korea Selatan Park Chul (23 Mei 2019 – 30 Juni 2019) (interim)
  • Korea Selatan Lee Heung-sil (2 Juli 2019 – 16 Desember 2019)
  • Korea Selatan Hwang Sun-hong (4 Januari 2020 – 8 September 2020)
  • Korea Selatan Kang Chul (8 September 2020 – 17 September 2020) (interim)
  • Korea Selatan Cho Min-kook (18 September 2020 – 25 November 2020) (interim)
  • Korea Selatan Lee Min-sung (9 Desember 2020 – 21 Mei 2024)
  • Korea Selatan Jung Kwang-seok (22 Mei 2024 – 2 Juni 2024) (interim)
  • Korea Selatan Hwang Sun-hong (3 Juni 2024 – sekarang)

Prestasi

Liga

  • K League 1
    • Runner-up: 2025
  • K League 2
    • Juara: 2014
    • Runner-up: 2021, 2022

Piala

  • Piala FA Korea
    • Juara: 2001
  • Piala Liga Korea
    • Runner-up: 2004
  • Piala Super Korea
    • Runner-up: 2002

Referensi

  1. ↑ Lee, Seungsoo (23 Maret 2003). "South Korea 1997". RSSSF. Diakses tanggal 22 November 2022.
  2. ↑ "[대전/충남]해체위기에 처한 '대전시티즌' 구명운동". Dong-A Newspaper. 19 November 2002. Diakses tanggal 19 Oktober 2022.
  3. ↑ Lee, Seungsoo (2 Desember 2021). "South Korea 1999". RSSSF. Diakses tanggal 22 November 2022.
  4. ↑ Lee, Seungsoo (6 Januari 2005). "South Korea 2000". RSSSF. Diakses tanggal 22 November 2022.
  5. ↑ Lee, Seungsoo (8 Maret 2005). "South Korea 2003". RSSSF. Diakses tanggal 22 November 2022.
  6. ↑ Jin-ho, Noh (25 November 2015). "'축구특별시'였던 2003년처럼… 지역소통 강화해야" (dalam bahasa Korea). Chungcheong Today. Diakses tanggal 22 November 2022.
  7. 1 2 Lee, Seungsoo (8 Maret 2005). "South Korea 2004". RSSSF. Diakses tanggal 22 November 2022.
  8. 1 2 Lee, Seungsoo (14 Maret 2006). "South Korea 2005". RSSSF. Diakses tanggal 22 November 2022.
  9. 1 2 Trevena, Mark (14 Maret 2008). "South Korea 2007". RSSSF. Diakses tanggal 22 November 2022.
  10. ↑ Sang-jin, Geum (8 Juni 2021). "대전하나시티즌, 유상철 감독 대전을 강등 위기에서 구해.. 영원히 기억될 것" (dalam bahasa Korea). Joongdo Ilbo. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  11. ↑ In-geol, Song (5 November 2019). "하나금융그룹, 프로축구단 대전시티즌 인수" (dalam bahasa Korea). Hankyoreh. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  12. ↑ "대전, 평균 관중 '2,271명→12,857명' 5배 증가... 최고 팬 친화 구단 우뚝 - 오늘의 축구" (dalam bahasa Korea). Your Field. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  13. ↑ "Joo Min-kyu's late-career surge powers Daejeon to the top". Korea JoongAng Daily. 29 April 2025. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  14. ↑ ""대전으로 꼭 돌아오겠다"는 윤도영, 브라이튼 이적에 몸값 폭등...무려 7배!" (dalam bahasa Korea). Chosun Ilbo. 21 Maret 2025. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  15. ↑ Ilbo, Geum (3 Januari 2022). "하나시티즌, 대전월드컵경기장 및 덕암축구센터 시설 위탁관리 운영" (dalam bahasa Korea). Joongdo. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  16. ↑ Ha-eun, Seol (9 Juni 2024). "황인범 "나는 대전 토박이일 뿐…배준호는 몇 배 더 성장할 것"" (dalam bahasa Korea). Yonhap News. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  17. ↑ Kyung-hwa, Song (16 Februari 2025). "대전시티즌 선수들이 '하늘' 세리머니 한 이유" (dalam bahasa Korea). Hankyoreh. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  18. ↑ Chan-jun, Park (19 Maret 2023). "8년만에 돌아온 '축구수도더비', 대전이 웃었다" (dalam bahasa Korea). Chosun Ilbo. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  19. ↑ "Writers' Chat Preview: All or Nothing Incheon United vs. Daejeon Hana Citizen". K League United. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  20. ↑ "선수단" (dalam bahasa Korea). Daejeon Hana Citizen. Diakses tanggal 18 Februari 2025.

Pranala luar

  • Situs web resmi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. K League (1997)
  3. Krisis IMF (1998)
  4. Di ambang bubar (2001–2002)
  5. Kota Sepak Bola Spesial (2003–2008)
  6. Ketidakstabilan dan kemunduran (2009–2019)
  7. Pengambilalihan oleh Hana (2019–sekarang)
  8. Stadion
  9. Pendukung
  10. Pemain
  11. Tim utama
  12. Dipinjamkan
  13. Pelatih
  14. Prestasi
  15. Liga
  16. Piala

Artikel Terkait

Tim nasional sepak bola Korea Selatan

tim nasional sepak bola

Yoo Sang-chul

pemain sepak bola pria Korea Selatan

Oh Jae-suk

pemain sepak bola pria Korea Selatan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026