Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiDabke
Artikel Wikipedia

Dabke

Dabke adalah tari rakyat Levant yang populer di Lebanon, Yordania, Palestina, dan Suriah. Dabke mengombinasikan tarian baris dan lingkar dan banyak dimainkan di acara pernikahan dan kemeriahan lainnya. Para penari membentuk barisan dari kanan ke kiri dan pemimpin dabke berdiri di depan barisan, dan secara bergantian menghadap penonton dan penari yang dipimpinnya.

Wikipedia article
Diperbarui 27 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dabke
Dabke
دبكة
Penampilan dabke oleh penari wanita Palestina
MediumTari baris dan lingkar
JenisVariasi
Budaya awalSyam

Dabke (bahasa Arab: دبكةcode: ar is deprecated , juga dieja dabka, dabki, dubki, dabkeh, jamak dabkaat)[1] adalah tari rakyat Levant[2][3] yang populer di Lebanon, Yordania, Palestina, dan Suriah.[4] Dabke mengombinasikan tarian baris dan lingkar dan banyak dimainkan di acara pernikahan dan kemeriahan lainnya. Para penari membentuk barisan dari kanan ke kiri dan pemimpin dabke berdiri di depan barisan, dan secara bergantian menghadap penonton dan penari yang dipimpinnya.

Etimologi

Etimologi 'dabke' tidak pasti tetapi diperkirakan berasal dari kata Syami dabaka (دبكةcode: ar is deprecated ) yang berarti "hentakan kaki"[5][6] atau "mengeluarkan suara".[7]

Sejarah

Penggambaran orang Fenisia menari dalam formasi melingkar yang ditemukan di Siprus.[8]

Menurut Youssef Ibrahim Yazbec, seorang sejarawan, jurnalis, dan politikus Lebanon,[9] dabke merupakan turunan dari tarian rakyat Fenisia ribuan tahun yang lalu.[10] Menurut ahli cerita rakyat Palestina Abdul-Latif Barghouthi dan Awwad Sa'ud al-'Awwad, gerakan melompat dalam dabke mungkin berasal dari ritual kesuburan orang Kanaan kuno yang berkaitan dengan pertanian, pengusiran roh jahat, dan memohon perlindungan untuk tanaman muda.[11]

Teori lain menyatakan bahwa hentakan kaki dalam dabke berasal dari tahap pemadatan lumpur dalam proses perbaikan dan pembuatan atap dari lumpur.[12] Orang-orang akan menghentakkan atap lumpur secara bersama-sama untuk membantu memadatkan bahan dan mencegah retak.[13]

Variasi

Orang Alawi menari dabke, 1880

Dabke populer di seluruh Tanah Syam,[14] Setiap jenis tarian dabke memiliki rangkaian lagunya tersendiri, yang umumnya bertema percintaan.[15] Ada lima jenis utama dabke:

  1. Al-Shamaliyya (الشمالية) dari Palestina: Tarian ini terdiri dari seorang lawweeḥ (لويح) yang bertugas sebagai pemimpin sekelompok pria yang bergandengan tangan dan membentuk setengah lingkaran. Lawweeh diharapkan memiliki keterampilan khusus dalam hal akurasi, kemampuan berimprovisasi, dan kecepatan (umumnya ringan). Biasanya, dabke jenis ini dimulai dengan seorang musisi memainkan mijwiz atau yarghoul dengan musik lagu Dal'ouna, sering kali dengan dua penyanyi yang membawakan liriknya. Ini adalah bentuk dabke yang paling populer dan terkenal yang ditarikan dalam berbagai jenis pesta seperti pernikahan, khitanan, penyambutan, pembebasan tahanan, dan juga di hari libur nasional, di mana dabke menjadi sarana pertunjukan kepribadian dan perjuangan nasional.[16]
  2. Al-Sha’rawiyya (الشعراوية): hanya ditarikan oleh pria dan dikenali dari langkah atau hentakan yang kuat. Ini adalah salah satu jenis dabke yang paling sederhana dan sangat dekat dengan dabke normal. Lawweeh adalah elemen terpenting dalam dabke jenis ini.[16]
  3. Al-Karaadiyya (الكرادية) juga dikenal sebagai Al-Ṭaiyyara (الطيارة): dikenali dari kurangnya peran lawweeh dan gerakan lambat dengan azif (عازف) (pemain seruling) di tengah lingkaran.[16] Di Palestina, dikenali dengan irama cepatnya dalam lingkaran terbuka, yang dilakukan dari kiri ke kanan.
  4. Al-Farah (الفره): merupakan salah satu jenis dabke yang paling aktif dan karenanya membutuhkan tingkat kebugaran fisik yang tinggi.[16]
  5. Al-Ghazal (الغزل): ditandai dengan tiga hentakan kaki kanan yang kuat, dan biasanya melelahkan bagi mereka yang menari.[16]

Variasi daerah

Ada sekitar dua puluh jenis dabke, termasuk di antaranya:[17]

  • Habel Mwadea’ (حبل مودعcode: ar is deprecated ): adalah dabke Yordania dari jenis apa pun yang dilakukan olehpria dan wanita bersama-sama.[17]
  • Al-Tas’awiyya (التسعاويةcode: ar is deprecated ) juga dikenal sebagai Al-Ma’aniyya (المعانية): berasal dari Ma'an di Yordania Selatan.
  • Al-Darrazi (الدرازيcode: ar is deprecated ): diiringi dengan miwiz dan terkenal di Yordania dan Palestina.
  • Al-'Askariyya (العسكريةcode: ar is deprecated )
  • Al-Joufiyya (الجوفيةcode: ar is deprecated ): terdiri dari dua kelompok yang saling berhadapan: kelompok pertama dan kelompok kedua saling bersahutan dengan lagu-lagu rakyat Yordania.
  • Al-Ghawarneh (الغوارنةcode: ar is deprecated ) juga dikenal sebagai Deir ’Ala (دير علاcode: ar is deprecated ): berasal dari Lembah Yordania, dan merupakan salah satu jenis dabke tercepat.
  • Abu 'Alanda (أبو علندهcode: ar is deprecated )
  • Al-Aqabawiyya (العقباويةcode: ar is deprecated ): ditarikan di Aqaba, Yordania Selatan.
  • Al-Ramthawiyya (الرمثاويةcode: ar is deprecated ): berasal dari Ar-Ramtha, Yordania Utara.
  • Al-Sahja (السحجةcode: ar is deprecated ): tarian populer di Palestina dan Yordania. Al-Saḥja umunya berasal dari utara dan tengah Palestina, dan di selatan dibagi menjadi dua jenis: As-Samir (السامرcode: ar is deprecated ) dan Al-Dahiyya (الدحيةcode: ar is deprecated ). Tarian As-Samir melibatkan dua baris pria yang saling berhadapan, beradu dalam puisi rakyat, terkadang berimprovisasi, bahkan saling menghina, dan keduanya saling beradu dalam kepintaran menjawab. Al-Daḥiyya adalah versi khas suku Bedawi dari jenis yang sama, di mana seorang penari profesional menari di antara dua barisan yang berseberangan, yang terdiri dari para pria yang bersaing untuk mendapatkan perhatiannya, dan terkadang memberinya uang. Al-Sahja biasanya diadakan pada malam sebelum pesta pernikahan (zafat al-'arees), dengan sebagian besar pria di desa berpartisipasi, terutama mereka yang akan hadir atau terlibat langsung dalam pesta pernikahan.
  • Al-Dahiyya (الدحيةcode: ar is deprecated ) terbatas pada pria: Tarian ini mirip dengan tari Al-sahja. Tarian ini dibawakan oleh orang Palestina dan Yordania.
  • Al-Hashi (الحاشيcode: ar is deprecated ): terbatas pada wanita
  • Al-Farradiyya (الفرّاديةcode: ar is deprecated ): tarian khusus wanita
  • Al-Jamma’iyya (الجمّاعيةcode: ar is deprecated ): terbatas pada wanita
  • Al-'Adiyya (العاديةcode: ar is deprecated ) juga dikenal sebagai Al-Dalo'una (دبكة الدلعوناcode: ar is deprecated ) adalah sejenis dabke yang ditarikan di Palestina, Lebanon, Suriah, dan Yordania.[17]
  • Niswaniyyah, ditarikan khusus oleh wanita-wanita Palestina.

Genre lagu

Ada berbagai jenis lagu yang dinyanyikan selama dan khusus untuk dabke, baik oleh pria maupun wanita, tergantung pada acara, lagu, dan penonton. Beberapa lagu yang paling populer, seperti Dal'una, Al Jafra, Al Dahiyya, dan Zareef il-Tool, sebenarnya merupakan genre tersendiri, di mana liriknya berbeda-beda di setiap pertunjukan yang berbeda, tetapi irama dasar musiknya seragam dan mudah dikenali. Variasi ini dapat dilihat dari ratusan variasi lirik yang didengar dan direkam dari lagu-lagu ini, yang terlepas dari lirik spesifiknya, justru dikenali dari iramanya.[18]

Alat musik

Alat musik yang digunakan dalam dabke seperti oud, mijwiz, tabla, riq, arghul, dan shubabeh.

Pertunjukan

Tari dabke di Jabal at-Ṭūr, Nablus
Pemuda Palestina menari dabke

Perlombaan atau pertunjukan dabke sering kali terdiri dari berbagai tarian daerah dan berbagai kelompok yang menampilkan dabke.

Banyak universitas menyelenggarakan acara yang disebut Malam Arab atau sebutan serupa. Ketika pertunjukan ini berlangsung, dabke ditampilkan di atas panggung (di dalam atau di luar ruangan). Ada beberapa langkah yang membentuk tarian Dabke: belbel, inzel, shemmel, dan taxi; kombinasi dari masing-masing langkah ini serta sesekali lompatan dan putaran melengkapi tarian ini.[19]

Di Amerika, tradisi ini tetap bertahan dan diadakan di ruang-ruang komunal yang sama seperti di Levant. Musik dansa juga umum dimainkan di Amerika di pusat-pusat kebudayaan maupun pertemuan komunitas Arab seperti festival diaspora Lebanon di Amerika yang berlangsung di berbagai penjuru negeri serta pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Federasi Amerika di Ramallah.[20]

Dalam studinya yang berjudul "Syrian Radical Dabka", etnomusikolog Shayna Silverstein menggambarkan perubahan interpretasi sosial dan pertunjukan dabke yang ditampilkan di Suriah. Pada abad ke-20 dan seterusnya, dabke telah diinterpretasikan sebagai elemen ideologi nasionalis maupun sebagai bentuk tari rakyat modern dan estetis, yang dibawakan oleh penari-penari akademis dari Higher Institute of Dramatic Arts. Untuk memperkuat interpretasi ini dan keberlanjutan dabke di pedesaan maupun perkotaan, pertunjukan-pertunjukan ini telah dipromosikan di seluruh negeri oleh ansambel tari rakyat yang disponsori pemerintah serta dalam program-program pendidikan yang disebarluaskan oleh Kementerian Kebudayaan. Sejak awal Perang Saudara Suriah, pertunjukan dabke sebagai manifestasi dari pertemuan komunitas semakin menguat karena ditampilkan dalam berbagai acara unjuk rasa menentang rezim Suriah.[21]

Rekor dunia

Pada bulan Agustus 2011, sebuah kelompok di sebuah desa di Lebanon, Dhour El Choueir, Lebanon, mencetak rekor dunia untuk jumlah peserta dabke. Diselenggarakan oleh Festival Musim Panas Dhour El Choueir, sebuah rantai manusia yang terdiri dari 5.050 orang berhasil dibuat dan saat ini memegang rekor dunia.[22] Acara ini memecahkan rekor yang sebelumnya diraih oleh Tollab, perhimpunan mahasiswa Lebanon di Montreal. Dengan tajuk "La Troupe Folklorique Les Chevaliers du Liban", 4.475 orang menari dabke selama lebih dari lima menit berturut-turut di Taman Marcelin Wilson, Montreal.[23][24] Tollab sendiri mengalahkan rekor 2.743 penari yang dibuat oleh komunitas Arab Israel di Akka. Rekor sebelumnya, yaitu 1.700 orang, tercipta di Toronto.[25]

Lihat pula

  • Halay
  • Sirtaki
  • Tari Arab

Referensi

  1. ↑ "Stomps. Stciks . Spins : ARAB FOLK DANCE with KARIM NAGI : Dabke . Saidi . Sufi". Karimnagi.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-03-07. Diakses tanggal 2017-01-07.
  2. ↑
    • Veal, Michael E.; Kim, E. Tammy (2016). Punk Ethnography: Artists & Scholars Listen to Sublime Frequencies (dalam bahasa Inggris). Wesleyan University Press. ISBN 9780819576545.
    • Kabir, Nahid (2012). Young American Muslims: Dynamics of Identity (dalam bahasa Inggris). Edinburgh University Press. ISBN 9780748669967.
    • York, Museum of the City of New (2002). A Community of Many Worlds: Arab Americans in New York City (dalam bahasa Inggris). Syracuse University Press. ISBN 9780815607397.
    • Stanton, Andrea L. (2012). Cultural Sociology of the Middle East, Asia, and Africa: An Encyclopedia (dalam bahasa Inggris). SAGE. ISBN 9781412981767.
    • Armstrong, Marian, ed. (2006). Peoples of Western Asia (dalam bahasa Inggris). Marshall Cavendish. hlm. 282. ISBN 9780761476771.
    • "Dabke". Canadian Palestinian Association in Manitoba. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-12. Diakses tanggal 2017-06-29.
  3. ↑ Cohen, Dalia; Katz, Ruth (2006-01-16). Palestinian Arab Music: A Maqam Tradition in Practice (dalam bahasa Inggris). University of Chicago Press. ISBN 978-0-226-11298-5.
  4. ↑ Kassis, Reem (2023). We Are Palestinian: A Celebration of Culture and Tradition. Studio Press. ISBN 978-1800783287.
  5. ↑ Cohen, Dalia; Katz, Ruth (2006). Palestinian Arab Music: A Maqam Tradition in Practice (dalam bahasa Inggris). University of Chicago Press. ISBN 9780226112985.
  6. ↑ "Dabke". Canadian Palestinian Association in Manitoba (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-12.
  7. ↑ The Arab World, Volume 8. Arab Information Center. 1962.
  8. ↑ "The Dance: Historic Illustrations of Dancing from 3300 B.C. to 1911 A.D." www.gutenberg.org. Diakses tanggal 2023-05-30.
  9. ↑ Volk, Lucia (2010-10-21). Memorials and Martyrs in Modern Lebanon (dalam bahasa Inggris). Indiana University Press. ISBN 978-0-253-00492-5.
  10. ↑ The Arab World, Volume 8. Arab Information Center. 1962.
  11. ↑ Kaschl, Elke (2003). Dance and Authenticity in Israel and Palestine: Performing the Nation. Brill. hlm. 82. ISBN 9789004132382.
  12. ↑ Amawi, Sarah (2020-06-09). "Dabke : from Social Dance to Political Stance". Patrimoine d'Orient.
  13. ↑ Greer, Gary (2020-03-30). "How to Spot the Different Types of Dabke Dancers". Kaleela.
  14. ↑ Morris, Gay; Giersdorf, Jens Richard (n.d.). Choreographies of 21st Century Wars. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-020166-1 – via Google Books.
  15. ↑ Cohen, Katz, 2006, pp. 271–274.
  16. 1 2 3 4 5 (هشام عارف الموعد ومأمون احمد الموعد. فوكلور العرس و الغناء الشعبي: ليلة الحنا>.سلسلة التراث الشفوي الفلسطيني الجزء الأول.code: ar is deprecated
  17. 1 2 3 "كل الاردن". Allofjo.net.
  18. ↑ وليد ربيع, عبد العزيز ابوهذبا, عمر حمدان, محمد علي احمد. قرية ترمسعيا. "الفصل العشرون – الاغاني".
  19. ↑ "Dabke appeals to Westerners, Arabs alike". Arabamericannews.com. 10 Januari 2009.
  20. ↑ "American Federation of Ramallah, Palestine Home Page". www.afrp.org. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Mei 1997.
  21. ↑ Silverstein, Shayna (2012). "Syria's Radical Dabke". Middle East Report (263, Summer 2012) – via www.academia.edu.
  22. ↑ "Shweir". Shweir.com. 2013-12-07.
  23. ↑ "Naharnet — Lebanon's leading news destination". Naharnet.com.
  24. ↑ "Les Chevaliers du Liban". chevaliersduliban.com. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Juni 2009.
  25. ↑ "Israeli Arabs smash world record for largest 'Debke' folk dance - Haaretz - Israel News". www.haaretz.com. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Oktober 2007.

Daftar pustaka

  • Adra, Najwa. "Middle East" The International Encyclopedia of Dance. Ed. Selma Jeanne Cohen and the Dance Perspectives Foundation. Oxford University Press, 2003. Georgetown University. 3 December 2010
  • Cohen, Dalia; Katz, Ruth (2006). Palestinian Arab music: a Maqām tradition in practice (Edisi Illustrated, annotated). University of Chicago Press. ISBN 978-0-226-11299-2.
  • Kaschl, Elke. Dance and Authenticity in Israel and Palestine: Performing the Nation. Leiden & Boston, MA: Brill; 2003.
  • Ladkani, Jennifer. "Dabke Music and Dance and the Palestinian Refugee Experience: On the Outside looking in." Ph.D. dissertation, Florida State University, 2001.
  • McDonald, David A. "Poetics and the Performance of Violence in Israel/Palestine." Ethnomusicology. 53:1, Winter 2009.
  • Rowe, Nicholas. "Dance and Political Credibility: The Appropriation of Dabkeh by Zionism, Pan-Arabism, and Palestinian Nationalism." Middle East Journal, 65.3 (2011): 363–80. Summer 2011. Web. 20 Mar. 2012. Print.
  • Rowe, Nicholas. "Raising Dust: a Cultural History of Dance in Palestine." Publisher London; New York, NY: I.B. Tauris; New York, NY: Palgrave Macmillan, 2010.
  • Handelsman, JoEllen. 3, Dance Styles of the Middle East. "Near and Middle Eastern Dance Workbook." 2nd ed. Tucson: Premium Source, 2012. 7. Print.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Dabke.
  • A variety of The Jordanian Dabke performed by Al Yarmouk University Folk Troupe.
  • Jordanian Dabkeh Performed By Al-Ramth Youth Folk Troupe
  • Jordanian Dabke (Tas'awiya) – Ma'an 1975
  • El-Arish Dabka
  • Palestinian Dabkeh performed in London
  • Al-Juthoor Dabkeh Group
  • Al-Juthoor performs in the San Francisco Ethnic Dance Festival Diarsipkan 2007-12-09 di Wayback Machine.
  • El-Funoon Dabkeh Group
  • Mengenal Dabke, Tarian Tradisional yang Jadi Simbol Perjuangan Rakyat Palestina

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Sejarah
  3. Variasi
  4. Variasi daerah
  5. Genre lagu
  6. Alat musik
  7. Pertunjukan
  8. Rekor dunia
  9. Lihat pula
  10. Referensi
  11. Daftar pustaka
  12. Pranala luar

Artikel Terkait

Tari Arab

tarian tradisional Arab

Budaya Palestina

dikenal dengan istilah Dabke. Dabke merupakan cara masyarakat Palestina menunjukkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air. Dabke dilakukan oleh Sembilan

Daftar film yang tidak lengkap

the possession of Lobster Films. Raja Harishchandra D. G. Phalke D. D. Dabke P.G. Sane The first Indian feature film. The National Film Archive of India

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026