Tarian baris adalah tarian yang dikoreografi dengan sekelompok orang menari mengikuti urutan langkah yang berulang sambil diatur dalam satu atau lebih barisan atau deretan. Baris-baris ini biasanya menghadap ke arah yang sama, atau kadang-kadang saling berhadapan. Tidak seperti tarian lingkar, penari tarian baris tidak melakukan kontak fisik satu sama lain. Setiap tarian biasanya dikaitkan dengan, dan dinamai berdasarkan lagu tertentu, seperti Macarena atau Electric Slide yang merupakan beberapa tarian baris yang secara konsisten menjadi bagian dari budaya Amerika modern selama bertahun-tahun.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Tarian baris (bahasa Inggris: line dance) adalah tarian yang dikoreografi dengan sekelompok orang menari mengikuti urutan langkah yang berulang sambil diatur dalam satu atau lebih barisan atau deretan. Baris-baris ini biasanya menghadap ke arah yang sama, atau kadang-kadang saling berhadapan.[1][2][3] Tidak seperti tarian lingkar, penari tarian baris tidak melakukan kontak fisik satu sama lain. Setiap tarian biasanya dikaitkan dengan, dan dinamai berdasarkan lagu tertentu, seperti Macarena atau Electric Slide (dikaitkan dengan singel tahun 1982 "Electric Boogie") yang merupakan beberapa tarian baris yang secara konsisten menjadi bagian dari budaya Amerika modern selama bertahun-tahun.
Tarian baris dipraktikkan dan dipelajari di bar-bar tari country-western, klub-klub sosial, klub-klub tari, dan ruang dansa. Kadang-kadang dikombinasikan pada program tari dengan bentuk-bentuk tari country-western lainnya, seperti two-step, tari promenade barat, dan juga varian gaya barat dari waltz, polka, dan swing. Tarian baris telah mengiringi banyak gaya musik populer sejak awal tahun 1970-an termasuk pop, swing, rock and roll, disko, Latin (salsa suelta), rhythm and blues, dan jazz.[2]
Istilah "modern line dance" sekarang digunakan di banyak klub tarian baris di seluruh dunia untuk menunjukkan gaya tari yang menggabungkan banyak gaya musik, termasuk pop, Latin, Irlandia, big band, dan country. Alih-alih mengenakan pakaian gaya Barat atau sepatu bot, para peserta mengenakan pakaian kasual dan sering kali mengenakan sepatu kets tari.
Sejarah
Tarian baris pertama kali populer di Amerika Serikat pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an seiring dengan meningkatnya budaya musik country dan disco. Salah satu tarian baris paling awal yang terdokumentasi adalah The Hustle (1975), yang berkembang seiring popularitas musik disko.Selanjutnya, Electric Slide (1980-an) dan Achy Breaky Heart (1992) memperkuat tarian baris sebagai bagian dari budaya populer di Amerika Utara.
Perkembangan Global
Pada dekade 1990-an hingga 2000-an, tarian baris menyebar ke berbagai negara melalui media massa, video musik, serta festival internasional. Di Eropa, terutama Inggris dan Jerman, tarian baris berkembang dengan menggabungkan unsur musik pop dan rock. Sementara itu, di Asia, Jepang, Korea, dan Tiongkok memiliki komunitas tarian baris yang besar, sering kali dipraktikkan di taman kota atau acara komunitas untuk olahraga ringan dan hiburan sosial.
Tarian Baris di Indonesia
Di Indonesia, tarian baris dikenal luas sejak tahun 1990-an, terutama melalui pengaruh budaya populer global. Lagu-lagu seperti Macarena dan Chicken Dance sering ditarikan dalam pesta, perayaan sekolah, hingga acara pernikahan. Saat ini, komunitas tarian baris dapat ditemukan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, di mana tarian ini dipraktikkan baik untuk hiburan maupun olahraga ringan. Beberapa sekolah dan pusat kebugaran juga memasukkan tarian baris sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler dan program senam modern.
1. Marion, G. (1989). Line Dancing: History and Development. New York: Dance Publications.
2. Wikipedia. (2023). Line dance. Diakses pada 16 September 2025, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Line_dance
3. Dyer, R. (1992). Popular Culture and Dance in America. Oxford: Oxford University Press.
4. Shuker, R. (2002). Popular Music: The Key Concepts. London: Routledge.
5. Bufwack, M., & Oermann, R. (2003). Finding Her Voice: Women in Country Music, 1800–2000. Nashville: Vanderbilt University Press.
6. Li, J. (2015). "The Spread of Line Dance in East Asia: A Cultural Perspective." Asian Journal of Dance Studies, 7(2), 45–60.
7. Suryani, D. (2018). "Fenomena Line Dance di Indonesia: Antara Hiburan dan Olahraga." Jurnal Seni dan Budaya Indonesia, 14(1), 22–33.