Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiCui Hao (penyair)
Artikel Wikipedia

Cui Hao (penyair)

Cui Hao, ) adalah penyair di masa Dinasti Tang, Tiongkok dan dianggap sebagai eksponen awal yang utama untuk bentuk sajak yang diatur dari Puisi Tiongkok Klasik atau yang dikenal sebagai jintishi.

Wikipedia article
Diperbarui 20 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cui Hao (Hanzi sederhana: 崔颢; Hanzi tradisional: 崔顥; Pinyin: Cuī Hào; Wade–Giles: Ts'ui Hao), (704 ?-754)[1]) adalah penyair di masa Dinasti Tang, Tiongkok dan dianggap sebagai eksponen awal yang utama untuk bentuk sajak yang diatur dari Puisi Tiongkok Klasik atau yang dikenal sebagai jintishi.

Biografi

Cui Hao lahir di Biànzhōu (汴州) (sekarang Kaifeng) dan lulus ujian kekaisaran pada 723. Sebagai seorang pejabat, ia diketahui telah melakukan perjalanan ke berbagai daerah, khususnya antara tahun 723-744. Dia dikenal karena tiga topik dalam puisinya: wanita, pos perbatasan terdepan dan pemandangan alam. Di awal kehidupannya ia biasa-biasa saja, bersama dengan Wang Wei, ia adalah salah satu penyempurna bentuk jintishi. Namun ia memperoleh reputasi karena perilaku pribadinya yang buruk dan pernikahannya beberapa kali gagal. Demikian pula dengan syairnya yang belakangan "tidak diatur".

Puisi

Lima belas puisinya dengan topik wanita dan lima belas puisi lagi dengan topik pos perbatasan terdepan serta pemandangan alam.[2] Salah satu puisinya yang terkenal adalah Menara Bangau Kuning, yang merupakan salah satu dari empat puisinya yang termasuk dalam antologi Tiga Ratus Puisi Tang, ditulis dalam tujuh karakter per baris sajak yang diatur, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Witter Bynner dengan judul "The Yellow Crane Terrace". Karya lainnya yang juga termasuk dalam Tiga Ratus Puisi Tang adalah puisi berbentuk sajak reguler tujuh karakter per baris yang ditulis dengan gaya huaigu selama perjalanannya melintasi Huayin, sebelah utara Gunung Hua, serta dua puisi bergaya gushi dengan tambahan nuansa erotis.

Catatan

  1. ↑ Wan: 1, his birth year of 704 is in doubt since he would have been somewhat young when he passed the imperial exam.
  2. ↑ Wan: 2 - 3. Thirty nine poems are contained in Wan's book

Referensi

  • Wan, Jingjun (Hanzi: 万竞君; Pinyin: Wàn Jìngjūn) 1982. The Annotated Poems of Cui Hao (Hanzi sederhana: 崔颢诗注; Hanzi tradisional: 崔顥詩注; Pinyin: Cuī Hào Shī Zhù). Shanghai Ancient Books Press (Hanzi: 上海古籍出版社; Pinyin: Shànghǎi Gǔjí Chūbǎnshè). 54 pages..
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Belanda
  • Korea
  • Belgia
Orang
  • Trove
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Puisi
  3. Catatan
  4. Referensi

Artikel Terkait

Seni Dinasti Tang

Bai Juyi (772-846), penyair Zhou Fang (730-800), pelukis, juga dikenal sebagai Zhou Jing Xuan dan Lang Zhong Cui Hao, penyair Han Gan (718-780), pelukis

Wuhan

kota di Tiongkok

Cao Cao

Panglima perang Tiongkok (155-220)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026