Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiCristóvão Ferreira
Artikel Wikipedia

Cristóvão Ferreira

Cristóvão Ferreira adalah seorang imam Gereja Katolik asal Portugis dan misionaris Yesuit yang dikenal karena murtad setelah disiksa oleh orang-orang anti-Kristen di Jepang. Lahir sekitar tahun 1580, di Torres Vedras, Portugal, Ferreira dikirim ke Asia, dimana ia menjadi misionaris di Jepang dari 1609 sampai 1633, menjadi kepala Yesuit di bawah tekanan keshogunan Tokugawa. Pada 1633, Ferreira ditangkap dan menyangkal imannya setelah disiksa selama lima jam. Ia menjadi "pastor yang jatuh" paling terkenal dan mengubah namanya menjadi Sawano Chūan. Ia terdaftar di sebuah wihara Buddha sesuai dengan hukum Jepang, dan menyebut dirinya sendiri "seorang anggota sekte Zen", tetapi pada publikasi miliknya sendiri, ia menyatakan bahwa ia mengadopsi filsafat hukum alam:Memandang dunia sekitar, kami menyaksikan bahwa setiap hal diatur oleh alam itu sendiri; burung atau binatang, serangga atau ikan, rumput atau pohon, tanah atau batu, udara atau air, masing-masing memiliki kualitas alamnya. Semuanya adalah karya Alam. Manusia berdiri di atas seluruh hal yang ada dan Surga mengatur umat manusia dengan keikhlasan, keadilan, kemakmuran, kecerdasan alam.

Wikipedia article
Diperbarui 12 Mei 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cristóvão Ferreira

Cristóvão Ferreira
Lahirs. 1580
Torres Vedras, Portugal
Meninggal1650 (berusia sekitar 70 tahun)
Nagasaki, Jepang
KebangsaanPortugis
PekerjaanPastor Katolik dan misionaris Yesuit
Ferreira dimakaman di makam putra iparnya Sugimoto Chūkei dan Keluarganya.

Cristóvão Ferreira (s. 1580–1650) adalah seorang imam Gereja Katolik asal Portugis dan misionaris Yesuit yang dikenal karena murtad setelah disiksa oleh orang-orang anti-Kristen di Jepang. Lahir sekitar tahun 1580, di Torres Vedras, Portugal, Ferreira dikirim ke Asia, dimana ia menjadi misionaris di Jepang dari 1609 sampai 1633, menjadi kepala Yesuit di bawah tekanan keshogunan Tokugawa. Pada 1633, Ferreira ditangkap dan menyangkal imannya setelah disiksa selama lima jam. Ia menjadi "pastor yang jatuh" paling terkenal dan mengubah namanya menjadi Sawano Chūan (Jepang: 沢野忠庵). Ia terdaftar di sebuah wihara Buddha sesuai dengan hukum Jepang, dan menyebut dirinya sendiri "seorang anggota sekte Zen", tetapi pada publikasi miliknya sendiri, ia menyatakan bahwa ia mengadopsi filsafat hukum alam:[1]

Memandang dunia sekitar, kami menyaksikan bahwa setiap hal diatur oleh alam itu sendiri; burung atau binatang, serangga atau ikan, rumput atau pohon, tanah atau batu, udara atau air, masing-masing memiliki kualitas alamnya. Semuanya adalah karya Alam. Manusia berdiri di atas seluruh hal yang ada dan Surga mengatur umat manusia dengan keikhlasan, keadilan, kemakmuran, kecerdasan alam.[1]

Setelah ia murtad, ia menikahi dengan wanita Jepang dan menulis beberapa buku, yang meliputi risalah-risalah tentang astronomi dan kedokteran Barat, yang tersebar pada zaman Edo. Ia juga dituduh secara pribadi menulis buku tentang agama yang berjudul 「顕偽録」 pada 1636, tetapi tidak diterbitkan selama 300 tahun dan terdapat beberapa kontroversi terkait yang ditulisnya.[1] Ia turut dalam pengadilan-pengadilan pemerintah terhadap para Yesuit lainnya yang ditangkap.[2] Ia sering kali hadir saat penggunaan efumi, sementara umat Kristen yang didakwa diperintahkan untuk menginjak gambar Yesus Kristus.[1] Ia meninggal di Nagasaki pada 1650.[3] Tepat sebelum ia meninggal, ia menolak melantunkan puji-pujian, disiksa dan meninggal sebagai seorang martir.[1]

Dalam budaya populer

Novel Shusaku Endo Silence berlatar belakang masa setelah Ferreira murtad. Ferreira diperankan oleh Tetsurō Tamba dalam versi film 1971 dan oleh Liam Neeson dalam versi film 2016. Dalam film drama Portugis 1996 Os Olhos da Ásia, João Perry memerankan Ferreira.


Lihat pula

  • Giuseppe Chiara
  • Daftar orang Barat yang mengunjungi Jepang sebelum 1868

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Cieslik, Hubert (1973). "The Case of Christovão Ferreira Diarsipkan 2013-12-21 di Wayback Machine.". Monumenta Nipponica 29
  2. ↑ The making of an enterprise: the Society of Jesus in Portugal, its empire, and beyond, 1540-1750, Dauril Alden, Stanford University Press, 1996, p. 136
  3. ↑ Henrique Leitão (2000). "Reseña de 'La Supercherie Dévoilée. Une Réfutation du Catholicisme au Japon au XVIIe Siécle' de Jacques Proust," Diarsipkan 2012-09-20 di Wayback Machine. Bulletin of Portuguese / Japanese Studies, December, Año/Vol 1, Universidade Nova de Lisboa. Lisboa, Portugal, 131-134

Bacaan tambahan

  • George Elison (1988). Deus destroyed: the image of Christianity in early modern Japan.
  • (Jepang) Miyanaga Takashi (2004). Nihon Yōgakushi: Po, Ra, Ran, Ei, Doku, Futsu, Rogo no juyō. Tokyo: Sanshūsha, p. 50. ISBN 4-384-04011-3
  • (Prancis) La Supercherie dévoilée. Une Réfutation du Catholicisme au Japon au XVIIe Siècle, annotated by Jacques Proust, Paris, éditions Chandeigne, 2013. ISBN 978-2-915540-97-0
  • (Italia) Daniello Bartoli, Istoria della Compagnia di Gesù,Il Giappone (1660), V, 12, "Apostasia del Ferreira, suo ravvedimento, e morte"

Pranala luar

  • The Christian Century in Japan, by Charles Boxer
  • The case of Christóvão Ferreira, by Hubert Cieslik Diarsipkan 2013-12-21 di Wayback Machine.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Belanda
  • Norwegia
  • Israel
  • Belgia
Akademik
  • CiNii
Orang
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Dalam budaya populer
  2. Lihat pula
  3. Referensi
  4. Bacaan tambahan
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Silence (film 2016)

Film tahun 2016 oleh Martin Scorsese

Japanofilia

Istilah untuk orang yang terobsesi dengan budaya Jepang

Giuseppe Chiara

Kristen dilarang ketat dalam upaya untuk mencari imam sejawatnya Cristóvão Ferreira yang telah memurtadkan iman Kristennya saat disiksa oleh otoritas

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026