Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Cintailah Cinta

Cintailah Cinta adalah album keenam karya grup band Indonesia Dewa. Album ini dirilis pada tahun 2002 di bawah label Aquarius Musikindo. Album ini merupakan album kembalinya sekaligus album terakhir Erwin Prasetya sebagai pemetik bas Dewa. Album keenam ini kembali mengulangi kesuksesan album kelima Dewa yaitu "Bintang Lima" (2000) dengan angka penjualan mencapai lebih dari 2 juta kopi. Album keenam ini melahirkan beberapa hit seperti "Arjuna", "Pupus", "Kosong", "Mistikus Cinta", "Angin", "Bukan Rahasia", dan "Air Mata".

Wikipedia article
Diperbarui 16 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cintailah Cinta
Cintailah Cinta
Album studio karya Dewa
Dirilis5 April 2002
Direkam5 September 2001 - 5 Maret 2002
Genre
  • Rock
  • pop rock
  • rock alternatif
  • soft rock
  • rock simfoni
Durasi45:22
LabelAquarius Musikindo
ProduserAhmad Dhani
Kronologi Dewa
Bintang Lima
(2000)Bintang Lima2000
Cintailah Cinta
(2002)
Atas Nama Cinta I & II
(2004)Atas Nama Cinta I & II2004
Singel dalam album Cintailah Cinta
  1. "Arjuna"
  2. "Pupus"
  3. "Kosong"
  4. "Mistikus Cinta"
  5. "Angin"
  6. "Bukan Rahasia"
  7. "Air Mata"

Cintailah Cinta adalah album keenam karya grup band Indonesia Dewa. Album ini dirilis pada tahun 2002 di bawah label Aquarius Musikindo.[1] Album ini merupakan album kembalinya sekaligus album terakhir Erwin Prasetya sebagai pemetik bas Dewa. Album keenam ini kembali mengulangi kesuksesan album kelima Dewa yaitu "Bintang Lima" (2000) dengan angka penjualan mencapai lebih dari 2 juta kopi. Album keenam ini melahirkan beberapa hit seperti "Arjuna", "Pupus", "Kosong", "Mistikus Cinta", "Angin", "Bukan Rahasia", dan "Air Mata".

Latar Belakang

Setelah sukses satu album pertama "Bintang Lima" (2000), Dewa semakin percaya diri untuk merilis album kedua berikutnya yang berjudul "Cintailah Cinta". Dengan materi album yang begitu kuat dan banyaknya lagu yang berpotensi menjadi hits album kedua ini akan dengan mudah memikat hati para pecinta musik Indonesia. Sang maestro Ahmad Dhani pun mematok angka 3 juta keping sebagai target. Sayangnya, meskipun album kedua ini sangat populer dan melahirkan banyak hits, ternyata penjualan kasetnya hanya mencapai angka sedikit di atas 1 juta keping. Bagaimanapun, ini tetaplah album yang luar biasa. Mengingat tidak banyak band di Indonesia yang album keduanya terjual 300 Juta kopi.

Sesuai dengan judul album keduanya "Cintailah Cinta", lagu-lagu di album kedua ini memang bertaburan kata-kata cinta. Cobalah simak lagu "Pupus", "Kasidah Cinta", "Kosong", "Mistikus Cinta", "Bukan Rahasia" dan "Air Mata" yang tampil dengan nuansa klasik ala The Beatles yang menghanyutkan. Ketukan drum di lagu "Angin" terpengaruhi oleh dua lagu The Rolling Stones dari lagu "I Can't Get No Satisfaction" dan The Beatles dari lagu "She Loves You". Bagian lagu "Kosong" di ambil dari Queen berjudul "Jealousy".

Yang menjadi lagu jagoan di album kedua ini adalah lagu "Arjuna Mencari Cinta" yang kemudian berubah menjadi "Arjuna" saja setelah dituntut Yudhistira ANM Massardi, seorang penulis novel. Video klip lagu "Arjuna" awalnya akan disutradarai oleh Dimas Djayadiningrat, tetapi kemudian Dimas berubah pikiran sehingga Dhani menyutradarai sendiri video klip lagu ini.

Dengan album kedua ini, Dewa makin memantapkan posisinya sebagai band papan atas yang tak tergoyahkan oleh gempuran band-band baru. Terbukti, mereka terpilih sebagai grup pop terbaik. Bahkan meskipun lagu Arjuna penuh kontroversi, lagu ini berhasil terpilih sebagai lagu alternatif terbaik di ajang musik tahunan AMI Awards 2002.

Lagu "Arjuna" pernah dipakai menjadi soundtrack sinetron "Opera Jakarta" (SCTV, 2002), "Pangeran" (SCTV, 2015) dan Rahasia dan Cinta (RCTI, 2023). Lagu "Angin" juga digunakan sebagai soundtrack Sinetron "Gerhana" (RCTI, 2002), soundtrack Sinetron "Gerhana Bulan Merah" (SCTV, 2016). Selain kedua lagu tersebut, untuk lagu "Cintailah Cinta" juga digunakan sebagai soundtrack sinetron "7 Tanda Cinta" (SCTV, 2002)

Pada tahun 2021, Dewa 19 mengaransemen ulang lagu "Arjuna" bersama penyanyi Marcello Tahitoe. Sebelumnya, Dewa 19 juga mengaransemen ulang lagu "Pupus" bersama penyanyi Virzha.

Daftar Lagu

No.JudulPenciptaVokalisDurasi
1."Arjuna"Dhani AhmadElfonda "Once" Mekel5:13
2."Kosong"Dhani AhmadElfonda "Once" Mekel3:35
3."Mistikus Cinta"Dhani AhmadElfonda "Once" Mekel dan Dhani Ahmad5:37
4."Angin"Dhani AhmadElfonda "Once" Mekel dan Dhani Ahmad4:11
5."Pupus"Dhani AhmadElfonda "Once" Mekel5:05
6."Cintailah Cinta"Dhani AhmadElfonda "Once" Mekel5:14
7."Kasidah Cinta"Dhani AhmadDhani Ahmad4:22
8."Bukan Rahasia"Dhani AhmadElfonda "Once" Mekel4:31
9."Air Mata"Dhani Ahmad dan Andra RamadhanElfonda "Once" Mekel7:34

Personel

Dewa
  • Dhani Ahmad – Kibor
  • Elfonda "Once" Mekel – vokal
  • Erwin Prasetya – bass
  • Tyo Nugros – drum
  • Andra Ramadhan – guitar

Musisi Pendukung

  • Yanni Libels (Trio Libels) - backing vocal, voice
  • Shanty - backing vocal, voice
  • Vika - backing vocal, voice
  • Maia Estianty - backing vocal
  • Pinkan Mambo - backing vocal
  • Bebi Romeo - backing vocal
  • Tere - backing vocal
  • Eka & Bertha - backing vocal
  • Erwin Gutawa - string arrangement
  • Michael Patto - voice / suara pada lagu "Arjuna"
  • Donny - cello
  • Ivan, David, Sadrak, Sulis, Onny CS & Hendri Lamiri - string section

Penghargaan

Tahun Ajang Penghargaan Penghargaan
2002 AMI Awards Duo/Grup Pop Terbaik
2002 AMI Awards Lagu Terbaik - "Arjuna"
2002 AMI Awards Cover Album Terbaik
2003 SCTV Awards Band Paling Ngetop

Lihat Pula

  • Daftar album terlaris di Indonesia
  • l
  • b
  • s
Dewa 19
  • Ahmad Dhani
  • Andra Ramadhan
  • Agung Yudha
  • Yuke Sampurna
  • Wawan Juniarso
  • Ari Lasso
  • Wong Aksan
  • Erwin Prasetya
  • Once Mekel
  • Tyo Nugros
Album studio
  • 19
  • Format Masa Depan
  • Terbaik Terbaik
  • Pandawa Lima
  • Bintang Lima
  • Cintailah Cinta
  • Laskar Cinta
  • Republik Cinta
Album kompilasi
  • The Best Of
  • Kerajaan Cinta
  • The Greatest Hits Remastered
  • The 2000's Greatest
Album live
  • Atas Nama Cinta I & II
Video musik dan singel
19
  • "Kangen"
Format Masa Depan
  • "Aku Milikmu"
Terbaik Terbaik
  • "Cukup Siti Nurbaya"
  • "Satu Hati (Kita Semestinya)"
  • "Cinta 'Kan Membawamu Kembali"
Pandawa Lima
  • "Kirana"
  • "Aku Disini Untukmu"
  • "Satu Sisi"
  • "Kamulah Satu-Satunya"
The Best Of
  • "Elang"
  • "Persembahan Dari Surga"
Bintang Lima
  • "Roman Picisan"
  • "Dua Sedjoli"
  • "Risalah Hati"
  • "Separuh Nafas"
  • "Cemburu"
  • "Lagu Cinta"
  • "Sayap-Sayap Patah"
Cintailah Cinta
  • "Arjuna"
  • "Kosong"
  • "Mistikus Cinta"
  • "Angin"
  • "Pupus"
  • "Bukan Rahasia"
  • "Air Mata"
Laskar Cinta
  • "Pangeran Cinta"
  • "Atas Nama Cinta"
  • "Satu"
  • "Cinta Gila"
  • "Hidup Ini Indah"
  • "Hadapi Dengan Senyuman"
Republik Cinta
  • "Laskar Cinta"
  • "Selimut Hati"
  • "Sedang Ingin Bercinta"
  • "Larut"
Kerajaan Cinta
  • "Dewi"
  • "Mati Aku Mati"
Singel non-album
  • "Perempuan Paling Cantik Di Negeriku Indonesia"
  • "Bukan Cinta Manusia Biasa"
  • "Tangis Terakhir (ft. Ari Lasso)"
  • "Laki Laki Bukan Pengecut"
  • "Tak Ada yang Sebanding Denganmu"
  • "Stone Cold Crazy" (cover dari lagu grup musik Queen)
Terkait
Artikel
  • Diskografi
  • Penghargaan
  • Daftar lagu yang diciptakan oleh Ahmad Dhani
  • Pesta Rakyat Dewa 19
Manajemen
  • Republik Cinta Management
Label
  • Team Records
  • Aquarius Musikindo
  • EMI
  • GP Records
Album
  • The Best of Republik Cinta Artists Vol. I
  • The Best of Republik Cinta Artists Vol. II
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • MusicBrainz release group
  1. ↑ Redaksi (2025-10-25). "Dewa yang Tak "19"". PopNews. Diakses tanggal 2026-01-16.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Daftar Lagu
  3. Personel
  4. Musisi Pendukung
  5. Penghargaan
  6. Lihat Pula

Artikel Terkait

Istiqomah Cinta

seri televisi Indonesia tahun 2026

Cinta

perasaan positif dan kuat yang berasal dari ketertarikan

Beri Cinta Waktu

seri televisi Indonesia tahun 2025

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026