Cina adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Indonesia. Asal-usul nama Kecamatan Cina, dikaitkan dengan keberadaan historis orang-orang Tionghoa di daerah ini pada zaman dahulu, Menurut cerita rakyat setempat, sebelum Kerajaan Bone didirikan pada tahun 1330, wilayah Cina dihuni oleh orang-orang Tionghoa yang dipimpin oleh seorang kepala desa bernama Matoa Cina.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Cina | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Selatan | ||||
| Kabupaten | Bone | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | - | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | - jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 73.08.10 | ||||
| Kode BPS | 7311100 | ||||
| Luas | - km² | ||||
| Kepadatan | - jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | - | ||||
| |||||
Cina adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Indonesia.[1] Asal-usul nama Kecamatan Cina, dikaitkan dengan keberadaan historis orang-orang Tionghoa di daerah ini pada zaman dahulu, Menurut cerita rakyat setempat, sebelum Kerajaan Bone didirikan pada tahun 1330, wilayah Cina dihuni oleh orang-orang Tionghoa yang dipimpin oleh seorang kepala desa bernama Matoa Cina.
Orang-orang Tionghoa ini tiba dengan perahu yang rusak di dekat Kading Barebbo, memaksa mereka untuk menetap di daerah luas di lembah Bulu Dua, yang sekarang menjadi desa Padangloang. Mereka tinggal di sana, menanam tanaman seperti kacang-kacangan dan jeruk, serta membentuk komunitas. Namun, ketika We Panrigau berkuasa dan menjadi ratu Kerajaan Bone pada tahun 1470, ia memperoleh tanah mereka dengan menukar 90 ekor kerbau. Meskipun ia bisa saja mengambil tanah tanpa pertukaran, ia memberikan kompensasi kepada mereka dan mengizinkan mereka tinggal sementara. Akhirnya, para pemukim Tionghoa pindah ke daerah Sungai Cendrana, yang sekarang menjadi Desa Tocina di Kecamatan Dua Boccoe. Oleh karena itu, nama Cina untuk kecamatan ini dikaitkan dengan keberadaan historis orang-orang Tionghoa di daerah tersebut.