Cikalongwetan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan ini berjarak sekitar 24 km dari ibu kota kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cikalongwetan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Barat | ||||
| Kabupaten | Bandung Barat | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | H. Dadang Ahmad Sapardan, M.Pd., Kp | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 129 919 jiwa (BPS 2.022) jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 32.17.04 | ||||
| Kode BPS | 3217140 | ||||
| Luas | 683,625 km². | ||||
| |||||


Cikalongwetan (Aksara Sunda Baku: ᮎᮤᮊᮜᮧᮀ ᮝᮦᮒᮔ᮪, Cikalong Wétan) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan ini berjarak sekitar 24 km dari ibu kota kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Kecamatan Cikalongwetan masuk dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Wilayahnya terbagi menjadi 13 desa.[1] Nama-nama desanya yaitu:[butuh rujukan]
Pada 21 Januari 2016, Presiden Jokowi meletakan batu pertama pembangunan Kereta api cepat Jakarta - Bandung, jalur kereta ini mempunyai 4 stasiun besar yakni, Stasiun Rancaekek, Stasiun Walini (Cikalongwetan), Stasiun Karawang dan Stasiun Halim Perdanakusumah, wilayah yang akan di jadikan jalur kereta cepat ini mencakup wilayah yang mengutamakan pertanian (PTPN VIII Panglejar) yang pernah menghasilkan produksinya ke mancanegara terutama China.[butuh rujukan]
Pada tahun 2020 wilayah perkebunan teh Panglejar diwacanakan menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat.[butuh rujukan]
Kecamatan Cikalongwetan memiliki sejumlah penyelenggara pendidikan baik negeri maupun swata, yaitu tujuh Taman Kanak-kanak swasta, 12 Kelompok Belajar, dua PKBM, 56 Sekolah Dasar negeri dan satu SD swasta, empat Sekolah Menengah Pertama negeri dan 11 SMP swasta, satu Sekolah Menengah Atas negeri dan dua SMA swasta, tujuh Sekolah Menengah Kejuruan swasta, satu Sekolah Luar Biasa swasta.