Ciasem merupakan kecamatan di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Kecamatan ini terletak di sebelah utara dari Kota Subang. Kecamatan Ciasem berada di antara Cikampek dan Pamanukan. Daerah ini dilintasi jalur Pantura yang cukup ramai kendaraan terutama pada musim liburan atau saat arus mudik dan balik Lebaran, di jalur ini pula terdapat dua pasar tradisional yakni Pasar Sukamandi dan Pasar Ciasem. Pada masa kolonial Belanda, Ciasem merupakan daerah perkebunan yang dikelola salah satunya oleh perusahaan perkebunan swasta Hindia Belanda bernama Pamanoekan en Tjiasemlanden.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Ciasem | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Koordinat: 6°19′17″S 107°41′31″E / 6.321341°S 107.692080°E / -6.321341; 107.692080[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Ciasem,_Subang¶ms=6.321341_S_107.692080_E_type:city <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">6°19′17″S</span> <span class=\"longitude\">107°41′31″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">6.321341°S 107.692080°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-6.321341; 107.692080</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBQ\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt10\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBg\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwBw\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Ciasem,_Subang&params=6.321341_S_107.692080_E_type:city\" class=\"external text\" id=\"mwCA\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCQ\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCg\"><span class=\"latitude\" id=\"mwCw\">6°19′17″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDA\">107°41′31″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDg\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDw\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwEA\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEQ\">6.321341°S 107.692080°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEw\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFA\">-6.321341; 107.692080</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFQ\"/></span>"}' id="mwFg"/> | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Barat | ||||
| Kabupaten | Subang | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | - | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 119,762 jiwa | ||||
| Kode pos | 41256 | ||||
| Kode Kemendagri | 32.13.09 | ||||
| Kode BPS | 3213180 | ||||
| Luas | 117,19 km² | ||||
| Kepadatan | 922 jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | 9 desa | ||||
| |||||

Ciasem merupakan kecamatan di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Kecamatan ini terletak di sebelah utara dari Kota Subang. Kecamatan Ciasem berada di antara Cikampek dan Pamanukan. Daerah ini dilintasi jalur Pantura yang cukup ramai kendaraan terutama pada musim liburan atau saat arus mudik dan balik Lebaran, di jalur ini pula terdapat dua pasar tradisional yakni Pasar Sukamandi dan Pasar Ciasem.[1] Pada masa kolonial Belanda, Ciasem merupakan daerah perkebunan yang dikelola salah satunya oleh perusahaan perkebunan swasta Hindia Belanda bernama Pamanoekan en Tjiasemlanden.
Pasca runtuhnya kerajaan pajajaran, wilayah Subang seperti halnya wilayah lain di Pulau Jawa, menjadi rebutan berbagai kekuatan. Tercatat Kesultanan Banten, Mataram, Sumedang larang, VOC, Inggris dan Kerajaan Belanda berupaya menanamkan pengaruh di daerah yang cocok untuk di jadikan kawasan perkebunan serta strategis untuk menjangkau Batavia. Pada saat konflik Mataram-VOC, wilayah kabupaten subang, terutama bagian Utara, dijadikan jalur logistik bagi pasukan Sultan Agung yang akan menyerang Batavia. Sebelumnya sekitar tahun 1624 Sultan Agung mengutus Surenggono (Aria Wirasaba) dari Mojo Agung Jawa Timur untuk berangkat ke Karawang dengan membawa 1000 prajurit dari mataram melalui Banyumas untuk tujuan membebaskan Karawang dari pengaruh Banten. Dari Banyumas perjalanan dilanjutkan melalui jalur utara, jalur yang mereka lewati adalah Tegal, Brebes, Cirebon, Indramayu, Ciasem, dan Karawang. Di Ciasem ditinggalkan sekitar 400 prajurit, Saat itulah terjadi percampuran budaya antara Jawa dengan Sunda,karena banyak tentara Sultan Agung yang urung kembali ke Mataram dan Menikah dengan wanita setempat. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka kemudian banyak membuka lahan sawah . pada tahun 1771, saat berada di bawah kerajaan Sumedanglarang, di subang tepatnya di pagaden, Pamanukan, dan Ciasem tercatat seorang bupati yang memerintah secara turun temurun. Saat pemerintahan Sir Thomas Stamford Raffles (1811-1816) konsensi penguasaan lahan wilayah subang diberikan kepada swasta Eropa. Tahun 1812 tercatat sebagai awal kepemilikan lahan oleh tuan-tuan tanah yang selanjutnya membentuk perusahaan perkebunan Pamanoekan en Tjiasemlanden (P & T Lands). Penguasaan lahan yang luas ini bertahan sekalipun kekuasaan sudah beralih ke tangan pemerintah Kerajaan Belanda . Lahan yang dikuasai itu mencapai 212.900 Ha, dengan hak eigendom. Untuk melaksanakan pemerintahan di daerah ini, pemerintah belanda membentuk Distrik - distrik (serupa kecamatan) yang membawahi onder distrik.
Tidak banyak catatan sejarah pergerakan pada awal abad ke-20 di kabupaten Subang. Namun, setelah kongres Sarekat Islam di bandung pada tahun 1916 di subang berdiri cabang organisasi Sarekat Islam di Desa Pringkasap (Pabuaran) dan di sukamandi (Ciasem).
Catatan lain menyebutkan bahwa pada tahun 1816, tercatat bahwa penduduk Ciasem dan Pamanukan mengadakan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda di bawah pimpinan seorang remaja bernama Bagus Jabin.[2][3]
Berada di dataran rendah, pertanian pada ketinggian 10 meter di atas permukaan laut. Dengan temperatur suhu 24-34° Celcius .
| Utara | Kecamatan Blanakan |
| Selatan | Kecamatan Cikaum |
| Timur | Kecamatan Sukasari |
| Barat | Kecamatan Patokbeusi |
Secara administrasif wilayah Ciasem terbagi menjadi sembilan desa yang antara lain: