Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiChung Ju-yung
Artikel Wikipedia

Chung Ju-yung

Chung Ju-Yung selalu diasosikan dengan grup Hyundai. Sebagai pelopor dalam globalisasi Korea, ia memainkan peranan penting dalam sejarah Korea modern.

Wikipedia article
Diperbarui 22 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Chung Ju-yung
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Ini adalah nama Korea; marganya adalah Chung.

Chung Ju-yung
Chung Ju-yung
Chung saat wawancara di Panmunjom pada Oktober 1998.
Nama asal정주영
Lahir(1915-11-25)25 November 1915
Tongchon, Kogendo, Korea
( Tongchon, Provinsi Kangwon, Korea Utara)
Meninggal21 Maret 2001(2001-03-21) (umur 85)
Distrik Songpa, Seoul, Korea Selatan
Kebangsaan Korea Selatan
Pekerjaan
  • Pengusaha
Dikenal atasPendiri sekaligus mantan ketua Hyundai
Suami/istriByun Joong-seok
Anak11 (8 anak laki-laki and 3 anak perempuan)
Nama Korea
Hangul
정주영code: ko is deprecated
Hanja
鄭周永code: ko is deprecated
Alih AksaraJeong Ju-yeong
McCune–ReischauerChŏng Chuyŏng
Nama pena
Hangul
아산code: ko is deprecated
Hanja
峨山code: ko is deprecated
Alih AksaraAsan
McCune–ReischauerAsan
  • (1998) Silver Olympic Order (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Chung Ju-Yung (25 November 1915 — 21 Maret 2001) selalu diasosikan dengan grup Hyundai. Sebagai pelopor dalam globalisasi Korea, ia memainkan peranan penting dalam sejarah Korea modern.

Kehidupan awal

Chung Ju-Yung lahir sebagai anak petani dari 8 bersaudara, 6 laki-laki dan 2 perempuan di Asan-ri, Songjon-myun,Kangwon-do, pegunungan di utara Korea. Waktu itu, Korea sudah di bawah pemerintahan Kekaisaran Jepang sejak 1910.

Sebagai anak tertua, dia turut bekerja keras dan bertanggung jawab atas adik-adiknya. Ayahnya sendiri mendidik Ju-Yung sebagai petani dari kecil. Ia sendiri lulus dari sekolah dasar Songjon pada tahun 1931. Sembari sekolah dia memiliki hobi membaca surat kabar di kantor desa dengan harian Dong sebagai surat kabar satu-satunya yang bisa ditemui di tempatnya. Melalui surat kabar itulah Ju-yung mendapatkan lowongan kerja di bidang konstruksi di sebuah pelabuhan besar Chungji, kota dekat bekas wilayah Uni Soviet.

Tahun 1930-an

Chung Ju-Yung akhirnya meninggalkan keluarganya, bersama kawannya ia pergi ke Chungji untuk mencari pekerjaan. Di kota Wonsan, ia berharap kawannya di sana memberikan pekerjaan. Namun sayangnya dia tidak mendapatkan pekerjaan bahkan sampai harus tidur di ruang terbuka. Dalam perjalanannya ke Chungjin, dia mendapatkan pekerjaan sebagai buruh dalam pengerjaan rel kereta api. Namun dia dipanggil pulang oleh ayahnya. Kemudian dia mencoba lari dari rumah untuk mencari pekerjaan tetapi ayahnya berhasil membawanya pulang kembali ke rumah. Ju-Yung akhirnya membaca iklan untuk mengikuti pendidikan di sebuah sekolah akuntansi. Dia tertarik dan memutuskan untuk lari dari rumah ketiga kalinya dengan mengambil uang ayahnya sebesar 70 won dan pergi ke stasiun Chunglyanglee, pada tanggal 10 April 1932. Dia menggunakan uang itu untuk bekal sekolah. Dia sangat keras dan tekun untuk belajar selain itu juga hobi untuk membaca buku-buku perpustakaan dan membaca buku-buku terkenal seperti Biografi Napoleon Bonaparte (Life of Napoleon), Biografi Abraham Lincoln dan Kisah Tiga Kerajaan (The Three kingdoms), dan lain-lainnya. Chung Ju-Yung bersitegang dengan ayahnya ketika ayahnya berhasil menemuinya di pondokannya. Dia berkata "Saya tidak ingin pulang mencangkul, mengerjakan pekerjaan petani, saya tidak ingin melarat di pedesaan". Karena kondisi di pedesaan semakin parah, dia dan temannya melarikan diri lagi dari rumah tetapi berpisah di Seoul. Chung sendiri melanjutkan perjalanannya ke Inchon untuk mencari pekerjaan dan bekerja menjadi apa saja. Dia bekerja menjadi kuli bangunan. Tak betah, ia mengadu nasib ke Seoul. Di sana ia mendapat pekerjaan di toko Bokheung Firm dan bekerja sebagai pengirim barang ke konsumen dengan gaji bulanan. Saat itu, 1934 Chung sendiri masih berusia kurang dari 20 tahun.

Ternyata karier Chung di sana cukup baik, ia lalu dipercaya oleh pimpinannya. Dari gajinya yang ia kumpulkan, kemudian Chung membeli beberapa properti untuk keluarganya di Tongchon. Dan tak lama setelah itu, Chung Ju-Yung menikah dengan Byun Joong-Seok, gadis dari desa yang sama.

Tak lama setelah berkeluarga, Chung kembali ke Seoul dan menyewa rumah di Shintangdong, di situ dia juga membuka toko kelontongnya bernama Kyongil Firm. Dengan mengelola bisnis sendiri, ia belajar tentang manajemen bisnis. Sebagai hasilnya, kehidupan ekonominya cukup baik.

Pada tahun 1937, Jepang melancarkan agresi militer ke Cina. Sehingga untuk keperluan militer semua bahan dibutuhkan dan toko Chung menjadi pilihan untuk ditutup. Ini sangat menekan Chung dan akhirnya membuatnya bangkrut, dengan demikian dia akhirnya tinggal di desa bersama keluarganya untuk sementara.

Tahun 1940-an

Pada tanggal 1 Februari 1940 ia membuka bengkel mobil dengan nama "A do Service". Ia membeli tanah seharga 5.000 won baik dari tabungannya dan pinjaman dari konsumennya. Namun baru lima hari dibuka, bengkelnya sudah terbakar. Tak kenal menyerah, Chung meminjam 3.000 won dari konsumennya kembali dan menjalankan A do Service-nya di tempat baru dengan 50 pekerja. Namun ia sering mendapat masalah dengan polisi Jepang. Untuk menghindari masalah, ia menarik hati para polisi itu dan usahanya kembali berjalan lancar.

Bengkelnya juga menerapkan strategi baru yang berfokus pada efisiensi kerja dan ketepatan waktu. Dengan pendekatan ini, mereka mampu menyelesaikan berbagai pekerjaan secara lebih cepat dan terorganisir dibandingkan para pesaingnya. Efektivitas strategi tersebut tidak hanya meningkatkan performa bengkel, tetapi juga menarik perhatian kalangan internal Hyundai. Strategi itu kemudian diadaptasi menjadi semacam kode rahasia perusahaan, yang kelak menjadi dasar penting dalam merumuskan budaya kerja dan sistem produksi Hyundai Motor Company di masa mendatang.

Pada akhir 1941, Jepang memulai perang Pasifik (Perang Asia Timur Raya atau Dai toa senso) dalam Perang Dunia II. Di sini Jepang mengerahkan dan memobilisasi segala sumber daya Korea. Banyak perusahaan Korea mengalami gulung tikar termasuk perusahaan Chung Ju-Yung yang terpaksa harus merger dengan perusahaan-perusahaan Jepang. Ini merupakan cobaan berat untuk Chung.

Tahun 1950-an

Pada 15 September 1950, prajurit Amerika Serikat (AS) mendarat di Inchon dan mengarah ke utara dan terlibat dalam Perang Korea. Prajurit AS banyak membutuhkan pengerjaan-pengerjaan dalam bidang konstruksi. Chung Ju-Yung melibatkan diri di dalamnya dan dibantu oleh seorang letnan AS bernama McAllister. Namun suatu hari Ju-Yung mengerjakan proyek di Jembatan Golyong (Golyong Bridge) di atas sungai Nakdong yang dimulai pada bulan Oktober 1953 dan selesai pada Mei 1955 dengan anggaran 50 juta Won tetapi dia mengalami kerugian 70 juta Won. Defisit sangat tinggi ini hampir membuat Hyundai bangkrut. Di sini ia tidak menyerah, dia mengatakan "Ini bukan kekalahan tetapi percobaan baru". Di sinilah saatnya untuk menetapkan reputasi perusahaan yang lebih baik sebagai salah satu strateginya. Hyundai memenangkannya sekalipun diperlukan 20 tahun untuk membayar utang-utangnya.

Tahun 1960-an

Pada bulan Desember 1966, dua tahun sebelum memulai proyek jalan raya Seoul-Pusa, lahirlah Hyundai Motor Company di Seoul. Sebelum itu, mobil-mobil di Korea diimpor dari Jepang dan waktu itu, permintaan mobil sangat kecil di pasar sekitar 30 ribu per tahun. Dan sangat tidak memungkinkan untuk mendirikan industri mobil di Korea. Namun, Ju-Yung bersikeras untuk membuat industri mobil di sana. Bermodal pengalaman mendirikan bengkel mobil serta keyakinan bahwa "kemakmuran sebuah negara berjalan bersamaan dengan mobilitas dan fleksibilitas di mana sejarah perkembangan manusia tentang mobilitas dari berkuda sampai menggunakan mobil, membuktikan hal tersebut". Maka kemudian Hyundai menjelma menjadi pabrikan mobil dengan output satu juga unit per tahun yang menempatkannya sebagai pabrikan mobil terkuat di dunia. Sekiranya Chung Ju-Yung tidak mengambil inisiatif, niscaya Industri Otomotif di Korea hanyalah tinggal angan-angan.

Tahun 1970-an

Kemudian Hyundai dan Ford menjalin kontrak dalam teknologi perakitan dalam tempo dua tahun di mana Ford menginvestasikan sebesar 79 % sementara Hyundai 21%. Setelah kesepakatan 2 tahun ini selesai, Hyundai menawarkannya dengan besaran 50:50. Karena Ford tidak berencana melanjutkan bisnis di Korea, negosiasi itu berakhir di tengah jalan. Chung akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perakitan mobil itu sendiri atas nama Korea. Dia kemudian memercayakan Hyundai Motors itu kepada adiknya Chung Se-Yung dan belatar ke Italia untuk teknologi otomotif advance. Model pertama Hyundai yang keluar dari jalur perakitan adalah Hyundai Pony pada Januari 1976 yang menjadi mobil pertama yang keluar dari pabrikan Korea. Produksinya bertepatan dengan membaiknya kondisi Ekonomi Korea dan mulai selesainya proyek jalan-jalan. Produksi lokal ini kemudian menjadi sangat sukses. Chung akhirnya menghentikan kooperasi dengan Ford dan menjalankan perusahaan mobil sendiri.

Berbasis dari Hyundai Pony, Hyundai kemudian melanjutkan dengan mobil-mobil generasi selanjutnya. Lahirlah kemudian model seperti Hyundai Excel yang sangat sukses di pasar Amerika Serikat. klien Amerikanya sangat terkejut dengan imajinasi para pembuatnya. Mereka tidak tahu kalau pembuat mobil ini awalnya hanyalah anak miskin dari pegunungan Korea.

Hyundai grup akhirnya berkembang menjadi perusahaan yang tidak hanya berbasiskan pada mobil. Terdapat pula perusahaan elektronik, industri-industri berat, Miscellaneous, Konstruksi serta Finance & Services.

Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Korea
  • Israel
Akademik
  • CiNii
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal
  2. Tahun 1930-an
  3. Tahun 1940-an
  4. Tahun 1950-an
  5. Tahun 1960-an
  6. Tahun 1970-an

Artikel Terkait

Hyundai Heavy Industries

perusahaan asal Korea Selatan

Hyundai Group

perusahaan asal Korea Selatan

Hyundai Engineering & Construction

perusahaan asal Korea Selatan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026