Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Chiangisme

Chiangisme, juga dikenal sebagai Filsafat Politik Chiang Kai-shek, atau Pemikiran Chiang Kai-shek, adalah filsafat politik Presiden Generalissimo Chiang Kai-shek, yang memakainya pada masa kekuasaannya di Tiongkok di bawah naungan Kuomintang baik di daratan utama maupun Taiwan. Pemikiran tersebut adalah sebuah ideologi nasionalis otoritarian sayap kanan yang berdasarkan pada sebagian besar prinsip Tridemist yang bercampur dengan Konfusianisme. Pemikiran tersebut utamanya diterapkan sebagai bagian dari Gerakan Kehidupan Baru, serta gerakan Pembaharuan Budaya Tiongkok. Pemikiran tersebut dipengaruhi oleh ideologi politik lain, yang meliputi, sosialisme, fasisme, kapitalisme partai-negara dan konservatisme paternalistik, serta kepercayaan Kristen Methodis Chiang.

Wikipedia article
Diperbarui 12 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Chiangisme
Potret resmi Chiang Kai-shek, 1955

Chiangisme (Hanzi: 蔣介石主義; Wade–Giles: Chiang3 Chieh4-shih2 chu3i4), juga dikenal sebagai Filsafat Politik Chiang Kai-shek (Hanzi: 蔣介石的學說; Wade–Giles: Chiang3 Chieh4-shih2 ti4 hsüeh2shuo1), atau Pemikiran Chiang Kai-shek, adalah filsafat politik Presiden Generalissimo Chiang Kai-shek, yang memakainya pada masa kekuasaannya di Tiongkok di bawah naungan Kuomintang baik di daratan utama maupun Taiwan. Pemikiran tersebut adalah sebuah ideologi nasionalis otoritarian sayap kanan[a] yang berdasarkan pada sebagian besar prinsip Tridemist yang bercampur dengan Konfusianisme.[3] Pemikiran tersebut utamanya diterapkan sebagai bagian dari Gerakan Kehidupan Baru, serta gerakan Pembaharuan Budaya Tiongkok. Pemikiran tersebut dipengaruhi oleh ideologi politik lain, yang meliputi, sosialisme, fasisme, kapitalisme partai-negara dan konservatisme paternalistik, serta kepercayaan Kristen Methodis Chiang.

Chiangisme berlawanan dengan feodalisme, komunisme, dan imperialisme sesambil mempromosikan gagasan identitas nasional Tiongkok terpadu. Pemikiran tersebut awalnya nampak sosialis tetapi menjadi makin bersekutu dengan kapitalisme otoritarian setelah 1955. Keberadaan pengaruh fasis pada Chiang diperdebatkan di kalangan cendekiawan. Chiangisme banyak ditinggalkan di Tiongkok Daratan oleh Kampanye Penekanan Kontrarevolusioner komunis dan dimulainya permulaan demokratisasi di Taiwan.[4]

Catatan

  1. ↑ Pada 1920an dan awal 1930an, Chiang dan para pendukungnya dipandang sebagai 'sayap tengah'[1][2] di antara pendukung Hu Hanmin 'sayap kanan' dan pendukung Wang Jingwei 'sayap kiri', tetapi Partai Komunis Tiongkok (atau Maoisme) kemudian timbul sebagai pesaing utama KMT, membuat Chiangisme menjadi ideologi 'sayap kanan'.

Referensi

  1. ↑ Donald A. Jordan (March 31, 2019). The Northern Expedition: China's National Revolution of 1926–1928. Humanities Open Books program, a joint initiative of the National Endowment for the Humanities and the Andrew W. Mellon Foundation. hlm. 50.
  2. ↑ Peter Gue Zarrow (2005). China in War and Revolution, 1895-1949. Routledge. hlm. 239.
  3. ↑ Dirlik, Arif (1975). "The Ideological Foundations of the New Life Movement: A Study in Counterrevolution". The Journal of Asian Studies. 34 (4): 945–980. doi:10.2307/2054509. JSTOR 2054509. S2CID 144316615.
  4. ↑ Rev. Wendell P. Karsen (16 September 2022). The Church Under the Cross: Taiwan - The Cross of Fascism (dalam bahasa Inggris). Taipei, Taiwan: Taiwan Foundation for Democracy. ISBN 979-8759126652. Diakses tanggal 2024-06-28 – via Amazon.com.


Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
  • l
  • b
  • s
Kuomintang
Sejarah
  • Sejarah Kuomintang
  • Sejarah kebijakan budaya Kuomintang
  • Tentara Revolusioner Nasional
  • Ekspedisi ke Utara
  • Langit Biru dengan Matahari Putih
  • Komite Revolusioner Kuomintang
  • Kunjungan Pan-Biru ke Tiongkok daratan 2005
Pendiri
  • Song Jiaoren
  • Sun Yat-sen
  • Lu Haodong (Pencipta bendera dan lambang)
Ideologi
  • Penyatuan Tiongkok
  • Chiangisme
  • Dang Guo
  • Sentralisme Demokrasi
  • Kesatuan lima ras
  • Ideologi Sosialisme Kuomintang
  • Tiga Prinsip Rakyat
  • Zhonghua minzu
Ketua Umum
  • Sun Yat-sen
  • Song Jiaoren
  • Zhang Renjie
  • Chiang Kai-shek
  • Hu Hanmin
  • Wang Jingwei
  • Chiang Ching-kuo
  • Lee Teng-hui
  • Lien Chan
  • Ma Ying-jeou
  • Wu Po-hsiung
  • Chiang Pin-kung
  • Wu Den-yih
  • Eric Chu
  • Huang Min-hui
  • Hung Hsiu-chu
  • Lin Junq-tzer
  • Wu Den-yih
  • Lin Rong-te
  • Johnny Chiang
  • Eric Chu
Kongres Partai
  • 1st (1924)
  • 2nd (1926)
  • 3rd (1929)
  • 4th (1931)
  • 5th (1935)
  • Extraordinary (1938)
  • 6th (Wang, 1939)
  • 6th (1945)
  • 7th (1952)
  • 8th (1957)
  • 9th (1963)
  • 10th (1969)
  • 11th (1976)
  • 12th (1981)
  • 13th (1988)
  • 14th (1993)
  • 15th (1997)
  • 16th (2001)
  • 17th (2005)
  • 18th (2009)
  • 19th (2013)
  • 20th (2017)
  • 21st (2021)
Leadership elections
  • 2001
  • 2005
  • 2007 (b)
  • 2009
  • 2013
  • 2015 (b)
  • 2016 (b)
  • 2017
  • 2020 (b)
  • 2021
  • 2025
Situs penting
  • Huguang Guild Hall
  • Istana Kepresidenan (Nanjing)
Lihat pula
  • List of assets owned by the Kuomintang
  • 2019 Kuomintang presidential primary
Notes: Pj. ketua umum dicetak miring ; Pemilihan sela ditandai dengan (b)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan
  2. Referensi

Artikel Terkait

Trumpisme

gerakan politik di Amerika Serikat

Konservatisme

Prinsip kehati-hatian dalam pelaporan keuangan

Tiga Prinsip Rakyat

pandangan politik yang dikembangkan Sun Yatsen

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026