Chalap, adalah minuman yang lazim dijumpai di negeri-negeri Turkik di Asia Tengah seperti Kirgizstan, Uzbekistan, and Kazakhstan. Minuman ini dikenal sebagai minuman khas musim panas. Tidak semua orang menyukai rasanya. Sebagian menganggapnya sebagai acquired taste alias rasa yang disukai apabila sering dicoba atau dimakan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Chalap yang disajikan di Astana, Kazakhstan | |
| Jenis | Minuman |
|---|---|
| Bahan | Yoghurt, garam, air soda |
Chalap,[a] adalah minuman yang lazim dijumpai di negeri-negeri Turkik di Asia Tengah seperti Kirgizstan,[1] Uzbekistan,[2] and Kazakhstan.[3] Minuman ini dikenal sebagai minuman khas musim panas.[4] Tidak semua orang menyukai rasanya. Sebagian menganggapnya sebagai acquired taste alias rasa yang disukai apabila sering dicoba atau dimakan.[5]
Asal-usul chalap tidak dapat dilepaspisahkan dari tradisi nomadik masyarakat Asia Tengah dan keakraban mereka dengan konsumsi produk hewan, utamanya daging dan susu. Minuman ini diperkirakan sudah ada sejak lama.[6] Masyarakat nomadik menemukan bahwa fermentasi merupakan salah satu metode pengolahan susu yang memungkinkan produk hewani yang gampang rusak atau basi tersebut menjadi tahan lama dibawa berpindah melalui padang stepa.[3]
Chalap terbuat dari campuran jenis yoghurt, keju, atau kefir[7] dengan garam, dan pada masa sekarang, dilarutkan menggunakan air soda.[8] Chalap di Uzbekistan dan Kazakhstan kadang dicampur dengan herba dan sayur-sayuran,[3] sedangkan di negara-negara Turkik lainnya seperti Azerbaijan atau Turki, sejenis chalap dimanfaatkan sebagai kaldu untuk memasak sayuran.[6]
Selain air soda, air matang biasa pun dapat digunakan unguk melarutkan bahan-bahan pembuatan chalap.[9] Keju yang dapat dipakai dalam membuat chalap adalah jenis keju cottage yang dikenal dalam bahasa Kirgiz sebagai suzma atau suizme. Suzma dibuat dari fermentasi susu sapi[10], tekstur produk jadinya tebal dan kental.[3] Keju suzma dilarutkan dalam air dan ini merupakan salah satu minuman khas tradisi nomaden di Kirgizstan.[4] Chalap umumnya cair dan larut sepenuhnya dalam air. Ada olahan yoghurt lain yang mirip chalap, disebut changït.[11]
Chalap dahulu lebih umum dijumpai di daerah-daerah pedesaan, diproduksi di rumah-rumah untuk konsumsi sendiri. Namun, sekarang di Kirgizstan, chalap diproduksi dalam skala industri[3] dan sangat populer di kalangan masyarakat perkotaan serta para turis. Chalap dijual di pinggir-pinggir jalan serta tersedia di minimarket.[3] Chalap juga muncul dalam acara-acara resmi, dan dianggap sebagai minuman nasional.[12]
Chalap terbaik konon diproduksi oleh para penggembala ternak di Pegunungan Tian Shan, yang menjadikan chalap sebagai minuman selamat datang kepada para pengunjung.[6]
Kirgizstan mengekspor susu dan produk olahan susu sebesar 33.000 ton pada 2024, dengan tujuan ekspor utama yakni [[Rusia]. 120 ton di antara produk olahan yang diekspor adalah specialties atau produk khas Kirgizstan, yaitu chalap dan bozo.[10]
Minuman ini diklaim mengandung probiotik yang bagus untuk kesehatan tubuh, khususnya pencernaan.[3]
Koumiss made from mare's milk, as well as Ayran, Chalap, Sary mai, Süzmö and Kurut made from cow's or sheep's milk, which in recent days have been the most consumed traditional Kyrgyz milk-based foods, are presented.
The Uzbek table offers a variety of drinks along with delicious food. [...] In addition to tea, apricot juice, chalob, ayron, juices made from various fruits are available in the hot summer days of our sunny country.Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per Juli 2025 (link)
Non-alcoholic traditional beverages included ayran (dairy-based fermented beverage made from sheep's milk), chalap (beverage made from fermented milk, salt and carbonated water;)[...]