Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Casimir Funk

Casimir Funk adalah seorang ahli biokimia Amerika Serikat yang lahir di Polandia pada tahun 1844 dan meninggal pada tahun 1967. Ia banyak mempelajari khasiat vitamin terutama tentang vitamin B1, B2, c dan D (1912). Ia menggalakan penelitian dan menemukan bahwa zat berbahaya yang bernama polyneuritis yang terkandung dalam tubuh burung dara yang diberi pakan beras Polandia dapat dihilangkan dengan cara mengasup burung-burung itu dengan konsentrat yang terbuat dari selaput beras. Funk menyatakan bahwa polyneuritis muncul karena burung-burung tersebut kekurangan zat thiamin yang dapat ditemukan dalam selaput beras. Ia percaya bahwa penyakit-penyakit yang diderita manusia seperti beri-beri, sariawan dan pelagra dipengaruhi oleh kurangnya zat yang ia sebut sebagai anamine yang kemudian lebih dikenal dikenal dengan nama vitamin. Istilan Vitamin sendiri berasal dari Casimir Funk yang mempercaya bahwa zat tersebut mempunyai kandungan senyawa amina, komponen khusus yang berasal dari zat ammonia. Namun, setelah melakukan beberapa penelitan, ditemukan bahwa zat-zat vitamin tidak mengandung nitrogen yang terkandung dalam unsur amina maka zat tersebut berubah nama menjadi Vitamin.

ahli biokimia Amerika Serikat
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Casimir Funk

Casimir Funk
Gambar Casimir Funk
Lahir(1884-02-23)23 Februari 1884
Warsaw
Meninggal20 November 1967(1967-11-20) (umur 83)
New York, Amerika Serikat
KebangsaanPoland
Amerika Serikat
Karier ilmiah
BidangBiokimia

Casimir Funk adalah seorang ahli biokimia Amerika Serikat yang lahir di Polandia pada tahun 1844 dan meninggal pada tahun 1967.[1] Ia banyak mempelajari khasiat vitamin terutama tentang vitamin B1, B2, c dan D (1912). Ia menggalakan penelitian dan menemukan bahwa zat berbahaya yang bernama polyneuritis yang terkandung dalam tubuh burung dara yang diberi pakan beras Polandia dapat dihilangkan dengan cara mengasup burung-burung itu dengan konsentrat yang terbuat dari selaput beras.[2] Funk menyatakan bahwa polyneuritis muncul karena burung-burung tersebut kekurangan zat thiamin yang dapat ditemukan dalam selaput beras.[2][3] Ia percaya bahwa penyakit-penyakit yang diderita manusia seperti beri-beri, sariawan dan pelagra dipengaruhi oleh kurangnya zat yang ia sebut sebagai anamine yang kemudian lebih dikenal dikenal dengan nama vitamin.[2] Istilan Vitamin sendiri berasal dari Casimir Funk yang mempercaya bahwa zat tersebut mempunyai kandungan senyawa amina, komponen khusus yang berasal dari zat ammonia.[4] Namun, setelah melakukan beberapa penelitan, ditemukan bahwa zat-zat vitamin tidak mengandung nitrogen yang terkandung dalam unsur amina maka zat tersebut berubah nama menjadi Vitamin.[4]

Rujukan

  1. ↑ (Indonesia)"Casimir Funk". Bebaskan Pengetahuan. Diakses tanggal 26 Mei 2014.[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 3 (Inggris) "Casimir Funk". Britannica. Diakses tanggal 26 Mei 2014.
  3. ↑ (Inggris) "Casimir Funk". The Journal of Nutrition. Diakses tanggal 26 Mei 2014.
  4. 1 2 (Inggris) "Casimir Funk". Britannica. Diakses tanggal 26 Mei 2014.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Casimir Funk.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Belanda
  • Norwegia
  • Polandia
  • Israel
Akademik
  • CiNii
  • Leopoldina
Orang
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Rujukan

Artikel Terkait

Barbara Low (ahli biokimia)

Barbara Wharton Low (23 Maret 1920 – 10 Januari 2019) adalah seorang ahli biokimia dan biofisika yang berkontribusi dalam penemuan struktur penisilin serta

Chuan-Pu Lee

Ahli biokimia

Ludwig Karl Martin Leonhard Albrecht Kossel

dokter asal Jerman

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026