Barbara Wharton Low adalah seorang ahli biokimia dan biofisika yang berkontribusi dalam penemuan struktur penisilin serta karakteristik antibiotik lainnya. Pada awal kariernya di Universitas Oxford, ia bekerja bersama Dorothy Hodgkin menggunakan kristalografi sinar-X untuk mengonfirmasi struktur molekul penisilin. Pada saat itu, penisilin merupakan molekul terbesar yang strukturnya berhasil diungkap menggunakan metode tersebut. Setelah menyelesaikan studi pascasarjana, ia melanjutkan penelitian bersama Linus Pauling dan Edwin Cohn sebelum akhirnya menjadi profesor. Laboratorium yang dipimpinnya berhasil mengidentifikasi struktur pi helix, menyelidiki struktur insulin, serta melakukan penelitian terkait neurotoksin.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Maret 2025) |
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 23 Maret 1920 Lancaster |
| Kematian | 10 Januari 2019 The Bronx |
| Data pribadi | |
| Pendidikan | Universitas Oxford Somerville College, Oxford |
| Kegiatan | |
| Penasihat doktoral | Dorothy Hodgkin |
| Pekerjaan | Ahli biokimia, dosen, biophysicist (en) |
| Bekerja di | Universitas Columbia (1956–2013) Universitas Harvard (1950–) Institut Teknologi California |
| Dipengaruhi oleh | |
| Keluarga | |
| Pasangan nikah | Metchie Budka (en) |
Barbara Wharton Low (23 Maret 1920 – 10 Januari 2019) adalah seorang ahli biokimia dan biofisika yang berkontribusi dalam penemuan struktur penisilin serta karakteristik antibiotik lainnya. Pada awal kariernya di Universitas Oxford, ia bekerja bersama Dorothy Hodgkin menggunakan kristalografi sinar-X untuk mengonfirmasi struktur molekul penisilin. Pada saat itu, penisilin merupakan molekul terbesar yang strukturnya berhasil diungkap menggunakan metode tersebut. Setelah menyelesaikan studi pascasarjana, ia melanjutkan penelitian bersama Linus Pauling dan Edwin Cohn sebelum akhirnya menjadi profesor. Laboratorium yang dipimpinnya berhasil mengidentifikasi struktur pi helix, menyelidiki struktur insulin, serta melakukan penelitian terkait neurotoksin.
Low lahir pada 23 Maret 1920 di Lancaster, Inggris, dari pasangan Matthew Low dan Mary Jane Wharton. Ia menempuh pendidikan di Park School, Preston.[1][2][3] Ayahnya, Matthew Low, bekerja sebagai pedagang buah dan menetap di Brook House di Inkerman Street, Preston.
Low menempuh pendidikan tinggi di Somerville College, Oxford, dan meraih gelar sarjana pada tahun 1943. Pada tahun yang sama, ia mulai bekerja sebagai asisten penelitian di departemen kristalografi kimia universitas di bawah bimbingan ahli biokimia Dorothy Hodgkin.[4] Hodgkin, yang kemudian dianugerahi Hadiah Nobel atas penelitiannya di bidang kristalografi protein, membimbing Low dan rekan-rekannya dalam penggunaan sinar-X untuk menentukan struktur protein yang mengkristal.[5] Low kemudian meraih gelar master dalam bidang kimia dari Universitas Oxford pada tahun 1946, diikuti dengan gelar doktor pada tahun 1948. Setelah menyelesaikan studinya, ia melanjutkan karier sebagai rekanan peneliti di Institut Teknologi California (Caltech). Untuk menjalani peran tersebut, ia bermigrasi ke Amerika Serikat dan memperoleh paspor, sebelum akhirnya menjadi warga negara penuh pada tahun 1956.[6]
Saat berada di Caltech, Low menghabiskan satu tahun bekerja di bawah bimbingan peraih Nobel, Linus Pauling, sebelum melanjutkan penelitian tahunan di Universitas Harvard bersama Edwin Cohn.[6] Pada tahun 1950, Harvard menawarkan Low posisi akademis pertamanya sebagai asisten profesor dalam bidang kimia biofisika,[6] di sebuah laboratorium baru yang didedikasikan untuk penelitian dasar mengenai komposisi cairan dan sel tubuh.[7] Pada tahun 1956, ia pindah ke Universitas Columbia sebagai profesor madya dan kemudian dipromosikan menjadi profesor penuh pada tahun 1966. Low terus mengajar dan meneliti di Columbia hingga pensiun pada tahun 1990 dengan gelar profesor emeritus dalam biokimia dan biofisika molekuler. Meskipun telah pensiun, ia tetap aktif di dunia akademik dan terus memberikan kuliah sebagai "Dosen Khusus" hingga tahun 2013.[5][6]

Selama tahun-tahun terakhir Perang Dunia II, saat bekerja di laboratorium Hodgkin, Low berhasil mengidentifikasi komponen sulfur dalam penisilin yang memungkinkan produksi massal dan pengembangan senyawa antibiotik lainnya. Sebelum penemuan ini, sintesis penisilin murni belum berhasil dilakukan karena kurangnya pemahaman tentang struktur fisiknya, terutama variasi dalam inti penamnya.[5] Mengingat ukuran molekulnya yang besar, hanya melalui analisis mendetail terhadap hasil difraksi sinar-X, struktur lengkapnya dapat ditentukan. Pada akhirnya, Low dan Hodgkin menyelesaikan penelitian ini pada tahun 1945.[8] Selama periode ini, Low menjadi salah satu ilmuwan pertama di Amerika Serikat yang meneliti difraksi sinar-X pada protein kristal di laboratorium.[9] Saat itu, penisilin merupakan molekul terbesar yang strukturnya berhasil diuraikan menggunakan teknik kristalografi.[8] Namun, karena pentingnya temuan mereka serta pendanaan penelitian oleh pemerintah Inggris, hasil penelitian mengenai penisilin dirahasiakan selama beberapa dekade.[8]
Di Harvard, Low mulai meneliti topik yang kemudian ia lanjutkan di Universitas Columbia, yakni struktur dan komposisi insulin serta analisis struktural terhadap kristal albumin.[10] Setelah mendirikan laboratoriumnya di Columbia, ia juga menambahkan penelitian mengenai neurotoksin ke dalam bidang studinya, termasuk kurare dan turunannya. Penelitian umum mengenai protein yang dilakukan di laboratoriumnya menghasilkan penemuan pi helix pada tahun 1952, yang merupakan elemen struktural penting dalam banyak protein.[8] Selain itu, gambar kristalografi sinar-X yang dihasilkannya pada tahun 1953 digunakan untuk membantah klaim ilmuwan Rusia, N. Saljakov, mengenai keberadaan "es beta" sebagai bentuk es non-heksagonal yang berbeda.[11]
Sebagai anggota komite tindakan afirmatif di Universitas Columbia, Low memiliki komitmen kuat terhadap pentingnya keberagaman dalam fakultas dan tenaga kerja akademik. Ia berupaya meningkatkan peran perempuan di bidang sains, salah satunya dengan aktif merekrut serta membimbing banyak mahasiswi pascasarjana di laboratoriumnya.[8]
Pada tahun 1946, Low dianugerahi beasiswa dari Asosiasi Wanita Universitas Amerika untuk akademisi perempuan.[12] Beasiswa Rose Sidgwick Memorial ini diberikan khusus kepada peneliti wanita asal Inggris agar mereka dapat melanjutkan studi di Amerika Serikat, dan Low menerimanya sebagai pengakuan atas penelitiannya mengenai struktur penisilin.[13] Selain itu, pada tahun 1953, ia terpilih sebagai anggota Akademi Seni dan Sains Amerika.[14]