Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Cangkring

Cangkring, atau dadap duri adalah sejenis pohon dari genus Erythrina, suku Fabaceae. Pohon ini juga memiliki nama lain seperti; galada ayer, cengkering, chengkring, dedap duri (Mly.), dadap petis (Btw.), dadap cucuk, dadap rangrang, dadap cangkring (Sd.), dadap ri, cangkering (Jw.), rope (Sas.), kane (Mak.), rase (Bgs.), ngareer (Sam.)

sejenis tumbuhan bergenus Erythrina
Diperbarui 15 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cangkring
Untuk nama-nama tempat yang berasal dari nama pohon ini, lihat Cangkring (disambiguasi).

Cangkring
close-up bunga
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Faboideae
Genus: Erythrina
Spesies:
E. fusca
Nama binomial
Erythrina fusca
Lour.
Sinonim

Erythrina caffra Blanco
Erythrina glauca Willd.
Erythrina viarum Tod.
Erythrina ovalifolia Roxb.

Cangkring, atau dadap duri adalah sejenis pohon dari genus Erythrina, suku Fabaceae. Pohon ini juga memiliki nama lain seperti; galada ayer, cengkering, chengkring, dedap duri (Mly.), dadap petis (Btw.), dadap cucuk, dadap rangrang, dadap cangkring (Sd.), dadap ri, cangkering (Jw.), rope (Sas.), kane (Mak.), rase (Bgs.), ngareer (Sam.)[1][2][3][4][5]

Pertelaan

Cangkring merupakan pohon yang meluruhkan daunnya seperti anggota Erythrina lainnya.[2] Tingginya bisa mencapai 10–20 m, pepagan berwarna keabu-abuan dengan permukaan kulit kasar dan cabang yang jarang, permukaan batang dan tangkai daun dipenuhi duri tempel.[2] Menurut Heyne, dikatakan E. fusca Lour. mempunyai lebih banyak duri daripada saudaranya, Erythrina lithosperma.[1]

Batang tegak dengan diselimuti duri tajam, silindris, percabangannya simpodial dan berwarna putih kecokelatan. Daun majemuk beranak tiga, berbentuk bulat telur dengan pangkal dan ujung tumpul, tepi rata, panjang 20–30 cm, lebar 4–10 cm, dan panjang tangkai daun 10–15 cm. Tulang daun menyirip, permukaan daun berwarna hijau mengilap, cabang tangkai anak daun berukuran lebih kecil daripada cabang tangkai daun utama yang di tengah.[2]

Bunga majemuk, berwarna jingga muda atau merah menyala, terletak di ujung percabangan, tangkai silindris dengan panjang 2–3 cm. Kelopak berbentuk tabung, ujung bercangap, berwarna hijau bergradasi jingga-merah; panjang benang sari kurang lebih 3 cm, berwarna merah, kepala sari berbentuk ginjal, berwarna kuning; tangkai putik silindris, panjang 3 cm, berwarna putih, kepala putik lonjong, berwarna kuning; mahkota bunga berbentuk seperti kupu-kupu. Buah berbentuk polong, berwarna cokelat tua. Akar tunggang, berwarna putih kecokelatan.[2]

Ekologi dan penyebaran

Cangkring biasa tumbuh di dekat daerah pesisir pantai, sepanjang aliran sungai, di daerah yang berkondisi tidak selalu hijau pepohonannya (seperti hutan galeri) dan di vegetasi lain sampai sekitaran 700 meter dari permukaan laut.[3] Heyne juga mengatakan bahwa di Jawa ditemukan pula tumbuh di bawah 700 m di atas permukaan laut.[1]

Rumphius mengilustrasikan di bukunya yang berjudul Herbarium Amboinense dengan nama Galala aquatica; bahwa dikatakan tumbuh terutama di daerah yang banyak air dan di pinggir sungai.[1][6] Cangkring diperkirakan masih dapat hidup pada daerah yang sering hujan pada suhu 20–28 °C dan pada pH 6–8.[7]

Pohon cangkring juga banyak dijumpai di taman-taman kota atau ditanam sebagai tanaman pembatas di pinggir jalan tol. Umumnya yang ditanam adalah varian yang berbunga merah menyala; karena lebih elok bunganya dan memikat mata. Nama dagang dari varian ini adalah dadap merah; dan menjadi rancu karena saudaranya yang bentuknya lebih "menyemak", yaitu E. crista-galli (juga disebut sebagai dadap katé menurut Heyne[1]); disebut demikian pula.

Manfaat

Cangkring telah turun temurun digunakan sebagai obat tradisional. Daunnya digunakan untuk mengobati gabag (campak), cacar air (cangkrangen (Jw.) dikatakan penamaan pada cangkring berkaitan dengan khasiatnya menyembuhkan penyakit ini), frambusia, dan gatal-gatal.[3] Caranya yang paling umum ialah dengan cara merebus daunnya (atau hanya direndam saja) untuk air mandi, atau daunnya dilumatkan lalu dibalurkan ke kulit yang sakit. Kadang pula akarnya juga ikut direbus untuk air mandi.

Akar dan kulit batangnya juga digunakan untuk mengobati beri-beri; penderita diminumkan air rebusan akarnya, lalu akar yang direbus tersebut dioleskan pada bagian badan.[1][2] Parutan kayunya setelah diremas-remas dapat diminum untuk mengobati kencing darah atau kencing nanah.[1]

Orang Jawa dan Bali menggunakan daunnya yang masih muda sebagai lalapan setelah direbus dahulu atau yang masih mentah.[1] Sering pula daun mudanya disayur, dikatakan rasanya tidak kalah dengan sayur lainnya.

Galeri

  • Penampakan pohon
    Penampakan pohon
  • Close-up bunga
    Close-up bunga
  • Penampang dari bawah ranting yang sedang berbunga
    Penampang dari bawah ranting yang sedang berbunga
  • Bunga dari varian yang warna merah
    Bunga dari varian yang warna merah
  • Duri-duri yang menyelimuti batang pohon
    Duri-duri yang menyelimuti batang pohon
  • Penampang daun
    Penampang daun
  • Tangkai yang sedang berbunga
    Tangkai yang sedang berbunga
  • Tandan bunga close-up
    Tandan bunga close-up

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 K., Heyne, (1987 [i.e. 1988]). Tumbuhan berguna Indonesia. Yayasan Sarana Wana Jaya. OCLC 21826488. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 (Hutapea et al., 1994)
  3. 1 2 3 (Mardisiswojo dan Rajakmangunsudarso, 1985)
  4. ↑ Pengobatan tradisional pada masyarakat Betawi di Kelurahan Ciganjur. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya. 1991.
  5. ↑ "Erythrina fusca Lour". www.nparks.gov.sg. Diakses tanggal 2021-03-06.
  6. ↑ Rumphius, Georg Everard (1741). Herbarium Amboinense (dalam bahasa Latin and Belanda). Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ (Duke, 1983)

Bacaan lanjutan

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Erythrina fusca.
  • Cangkring, Berpotensi Penyembuh Cacar Air
  • Cangkring (Erythrina fusca Lour. (CCRC UGM)
  • AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA PTEROKARPAN DARI Erythrina fusca L.
  • Efek Anti Proliferatif Ekstrak Etanol Kulit Batang Tanaman Cangkring (Erythrina Fusca Lour) Terhadap Sel Myeloma
  • AKTIVITAS ANTIMALARIA SENYAWA FLAVANON TERISOPRENILASI DARI KULIT BATANG ERYTHRINA FUSCA L
  • Antiproliferative Effect of Chloroform Extract of Cangkring Leaves (Erythrina fusca Lour.) and Its Isolates against HeLa Cells
  • POTENSI EKSTRAK DAUN CANGKRING (Erythrina fusca Lour) SEBAGAI ANTIKANKER DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test)[pranala nonaktif permanen]
Pengidentifikasi takson
Erythrina fusca
  • Wikidata: Q1247964
  • Wikispecies: Erythrina fusca
  • APDB: 63785
  • APNI: 218114
  • CoL: 6GRZX
  • Ecocrop: 1007
  • EoL: 644276
  • FoAO2: Erythrina fusca
  • GBIF: 5349620
  • GRIN: 15744
  • iNaturalist: 119672
  • IPNI: 494431-1
  • IRMNG: 10166993
  • ITIS: 502437
  • IUCN: 165431910
  • NCBI: 556509
  • Open Tree of Life: 666948
  • PalDat: Erythrina_fusca
  • Plant List: ild-2694
  • PLANTS: ERFU2
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:494431-1
  • SANBI: 341-12
  • Tropicos: 13030223
  • WFO: wfo-0000180759

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pertelaan
  2. Ekologi dan penyebaran
  3. Manfaat
  4. Galeri
  5. Referensi
  6. Bacaan lanjutan

Artikel Terkait

Dadap

234-215. NFTA. 1994. Erythrina variegata: more than a pretty tree[pranala nonaktif permanen]. NFTA 94-02. Waimanalo. Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia

Sengon

sejenis pohon polongan penghasil kayu

Palasa

Palasa, plasa atau ploso (Butea monosperma) adalah sejenis pohon anggota suku Fabaceae. Pohon berbunga indah ini menyebar luas mulai dari India, Asia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026