Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kencing nanah

Gonore atau kencing nanah adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi gonore biasanya menyerang alat kelamin, mulut, atau rektum.. Pria yang terinfeksi sering kali mengalami gejala berupa rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil, keluarnya cairan dari penis, atau nyeri testis. Wanita yang terinfeksi biasanya mengalami rasa terbakar saat buang air kecil, keputihan, pendarahan vagina di antara periode menstruasi, atau nyeri panggul. Komplikasi pada wanita adalah penyakit radang panggul dan pada pria bisa mengakibatkan radang epididimis. Namun, banyak dari mereka yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala. Jika tidak diobati, gonore dapat menyebar ke sendi atau katup jantung.

sejenis penyakit menular seksual
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kencing nanah
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Gonore
Nama lainGonore, infeksi gonokokal, uretritis gonokokal, kencing nanah
Lesi gonokokal pada kulit
Pelafalan
  • /ˌɡɒn.əˈri.ə/
SpesialisasiPenyakit menular
GejalaTidak ada, rasa terbakar saat buang air kecil, keputihan, keluarnya cairan dari penis, nyeri panggul, nyeri testis[1]
KomplikasiPenyakit radang panggul, radang epididimis, arthritis septik, endokarditis[1][2]
PenyebabNeisseria gonorrhoeae biasanya merupakan infeksi menular seksual[1]
Metode diagnostikMenguji urin, uretra pada pria, atau serviks pada wanita[1]
PencegahanJaswadi, berhubungan seks hanya dengan satu orang yang tidak terinfeksi, tidak berhubungan seks[1][3]
PengobatanCeftriaxone dengan injeksi, azithromycin via oral[4][5]
Frekuensi0.8% (perempuan), 0.6% (laki-laki)[6]

Gonore atau kencing nanah adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.[1] Infeksi gonore biasanya menyerang alat kelamin, mulut, atau rektum..[7] Pria yang terinfeksi sering kali mengalami gejala berupa rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil, keluarnya cairan dari penis, atau nyeri testis.[1] Wanita yang terinfeksi biasanya mengalami rasa terbakar saat buang air kecil, keputihan, pendarahan vagina di antara periode menstruasi, atau nyeri panggul.[1] Komplikasi pada wanita adalah penyakit radang panggul dan pada pria bisa mengakibatkan radang epididimis.[1] Namun, banyak dari mereka yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala.[1] Jika tidak diobati, gonore dapat menyebar ke sendi atau katup jantung.[1][2]

Gonore menyebar melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi.[1] Media penularannya termasuk seks oral, seks anal, dan vaginal.[1] Penyakit ini juga dapat menyebar dari ibu ke anak selama kelahiran.[1] Diagnosisnya melibatkan menguji urin (uretra pada pria, atau serviks pada wanita).[1] Semua wanita yang aktif secara seksual dan berusia kurang dari 25 serta mereka yang memiliki pasangan seksual baru direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap tahun;[3] rekomendasi yang sama berlaku pada pria yang berhubungan seks dengan pria.[3]

Gonore dapat dicegah dengan penggunaan kondom, berhubungan seks hanya dengan satu orang yang tidak terinfeksi, atau dengan tidak berhubungan seks sama sekali.[1][3] Pengobatan biasanya dilakukan dengan ceftriaxone melalui suntikan dan azitromisin melalui mulut.[4][5] Resistensi telah berkembang terhadap banyak antibiotik yang digunakan sebelumnya dan dosis ceftriaxone yang lebih tinggi kadang-kadang diperlukan.[4][5] Pemeriksaan ulang dianjurkan tiga bulan setelah perawatan.[3] Pasangan seksual pasien dalam dua bulan terakhir juga harus diperiksa dan menjalani perawatan.[1]

Epidemiologi

Infeksi ini banyak menyerang orang usia muda, belum menikah, dan pendidikan rendah. Paling banyak terjadi pada perempuan. Gejala infeksi lebih sering timbul pada laki-laki. Infeksi pada anorektal dan faring sering terjadi pada laki-laki yang homoseksual.[8]

Gejala

Keluarnya cairan putih dan lesi pada penis sebagai indikasi gonore
Gonore pada wanita
Bayi terinfeksi gonore

Pada pria, gejala awal gonore biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra dan beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih (kencing) serta keluarnya nanah dari penis. Sedangkan pada wanita, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Penderita sering kali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit tersebut hanya setelah pasangan hubungan seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Namun, beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina, dan demam. Infeksi dapat menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang dalam ketika berhubungan seksual.

Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seks melalui anus (seks anal) dapat menderita gonore pada rektumnya. Penderita akan merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, serta tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah.

Hubungan seksual melalui mulut seks oral dengan seorang penderita gonore biasanya akan menyebabkan gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal). Umumnya, infeksi tersebut tidak menimbulkan gejala, tetapi kadang-kadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan untuk menelan.

Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata, maka bisa menyebabkan terjadinya infeksi mata luar (konjungtivitis gonore). Bayi yang baru lahir juga bisa terinfeksi gonore dari ibunya selama proses persalinan sehingga terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah. Jika infeksi itu tidak diobati, maka akan menimbulkan kebutaan.

Pemeriksaan laboratorium

  • Pewarnaan gram: hasil positif bila didapatkan gram negative kokus intrasel dalam eksudat sel polimorfonuklear.
  • Kultur: sampel diisolasi di media khusus, contoh media coklat atau Thayer-Martin.
  • Diagnose juga dapat dilakukan berdasarkan tempat pengambilan spesimen. Contohnya laki-laki dari uretra, dan perempuan dari serviks.
  • Pemeriksaan darah: hal ini dilakukan bila pasien juga dicurigai mengalami infeksi HIV.[8]

Manajemen terapi

Terapi awal adalah pemberian antibiotik. Bila keadaan tidak membaik, karena ada beberapa golongan antibiotik yang sudah resisten terhadap gonore yaitu Kuinolon, Penisilin, Tetrasiklin, dan obat-obat golongan sulfa. Bila demikian, disarankan untuk kultur dari spesimen, serta mengganti golongan obat tersebut.[9]

Pencegahan

  • Cara yang paling pasti untuk mencegah penyebaran penyakit menular seksual adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual.
  • Berhubungan seks secara monogami, pastikan pasangan tidak terinfeksi.
  • Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penularan penyakit.
  • Pastikan toilet yang digunakan higienis, hindari penggunaan toilet duduk di tempat umum.
  • Segera obati bila ada keluhan seperti di atas.[10]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
  2. 1 2
  3. 1 2 3 4 5 Workowski, KA; Bolan, GA (5 June 2015). "Sexually transmitted diseases treatment guidelines, 2015". MMWR. Recommendations and Reports. 64 (RR-03): 1–137. PMC 5885289. PMID 26042815.
  4. 1 2 3 "Antibiotic-Resistant Gonorrhea Basic Information". CDC. 13 June 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 September 2016. Diakses tanggal 27 August 2016.
  5. 1 2 3 Unemo, M (21 August 2015). "Current and future antimicrobial treatment of gonorrhoea – the rapidly evolving Neisseria gonorrhoeae continues to challenge". BMC Infectious Diseases. 15: 364. doi:10.1186/s12879-015-1029-2. PMC 4546108. PMID 26293005. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  6. ↑
  7. ↑ Leslie Delong; Nancy Burkhart (2017-11-27). General and Oral Pathology for the Dental Hygienist. Wolters Kluwer Health. hlm. 787. ISBN 978-1-4963-5453-2.
  8. 1 2
  9. ↑ (Inggris) Gonorrhea Treatment, Gonorrhea Treatment. Diakses pada 7 Agustus 2012.
  10. ↑ Gonorrhea Prevention, Gonorrhea Prevention. Diakses pada 7 Agustus 2012.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gonorrhea.
  • Kencing nanah di Curlie (dari DMOZ)
  • "Gonorrhea – CDC Fact Sheet"
Klasifikasi
D
  • ICD-10: A54
  • ICD-9-CM: 098
  • MeSH: D006069
  • DiseasesDB: 8834
Sumber luar
  • MedlinePlus: 007267
  • eMedicine: article/782913
  • Patient UK: Kencing nanah
  • l
  • b
  • s
Penyakit menular seksual (IMS)
Bakterial
  • Ulkus mole (Chancroid) (Haemophilus ducreyi)
  • Chlamydia, Lymphogranuloma venereum (Chlamydia trachomatis)
  • Donovanosis (Klebsiella granulomatis)
  • Gonorrhea (Neisseria gonorrhoeae)
  • Infeksi Mycoplasma hominis (Mycoplasma hominis)
  • Sifilis (Treponema pallidum)
  • Infeksi Ureaplasma (Ureaplasma urealyticum)
Protozoa
  • Trikomoniasis (Trichomonas vaginalis)
Parasitik
  • Pthirus pubis
  • Skabies
Virus
  • AIDS (HIV-1/HIV-2)
  • Kanker
    • serviks
    • vulva
    • penis
    • anus
  • Human papillomavirus (HPV)
  • Kondiloma
  • Hepatitis B (Virus hepatitis B)
  • Herpes simpleks
    • HSV-1 & HSV-2
  • Molluscum contagiosum (MCV)
  • Demam Zika (Virus Zika)
Umum
inflamasi
perempuan
Servisitis
Penyakit radang pelvis
laki-laki
Epididimitis
Prostatitis
keduanya
Proktitis
Uretritis/Uretritis non-gonokokus
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Epidemiologi
  2. Gejala
  3. Pemeriksaan laboratorium
  4. Manajemen terapi
  5. Pencegahan
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Persetubuhan

tindakan yang dilakukan demi reproduksi, kenikmatan seksual, atau keduanya

Pemerkosaan

jenis penyerangan secara seksual biasanya melibatkan hubungan seksual tanpa persetujuan

Pendidikan seksual

instruksi mengenai isu seksualitas

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026