Call Me If You Get Lost adalah album studio ketujuh oleh rapper dan produser Amerika Serikat Tyler, the Creator. ALbum ini diirlis pada 25 Juni 2021, melalui Columbia Records. Album ini dinarasikan oleh DJ Drama dan menampilkan penampilan tamu dari 42 Dugg, YoungBoy Never Broke Again, Ty Dolla Sign, Lil Wayne, Domo Genesis, Brent Faiyaz, Lil Uzi Vert, Pharrell Williams, Teezo Touchdown, Fana Hues, dan Daisy World. Tyler memproduksi album ini sendiri, dengan tambahan produksi dari Jamie xx dan Jay Versace.
Sampul fisik; Spotify menggunakan sampul dengan kartu hijau, Amazon Music menggunakan kartu biru, Tidal menggunakan kartu merah mudah, dan Apple Music serta YouTube Music menggunakan sampul asli.
Call Me If You Get Lost adalah album studio ketujuh oleh rapper dan produser Amerika Serikat Tyler, the Creator. ALbum ini diirlis pada 25 Juni 2021, melalui Columbia Records. Album ini dinarasikan oleh DJ Drama dan menampilkan penampilan tamu dari 42 Dugg, YoungBoy Never Broke Again, Ty Dolla Sign, Lil Wayne, Domo Genesis, Brent Faiyaz, Lil Uzi Vert, Pharrell Williams, Teezo Touchdown, Fana Hues, dan Daisy World. Tyler memproduksi album ini sendiri, dengan tambahan produksi dari Jamie xx dan Jay Versace.
Album ini menandai perubahan dari estetika yang lebih ringan dan lebih soulfoul dari perilisan Tyler sebelumnya Igor (2019) dan Flower Boy (2017) yang lebih mengutamakan ketukan yang berani dan lirik yang lugas yang mengingatkan pada karya-karya sebelumnya, yang dipengaruhi oleh seri mixtape Gangsta Grillz milik DJ Drama. Genres dalam album ini mencakup hip-hop, pop, jazz, soul dan reggae.
Call Me If You Get Lost didukung oleh dua single: "Lumberjack" dan "WusYaName", yang keduanya dirilis dengan video musik. Album ini mendapat pujian luas dari para kritikus dan digambarkan sebagai perpaduan berbagai gaya, dengan nuansa nostalgia di sepanjang produksinya. Beberapa kritikus membandingkan album ini dengan perilisan sebelumnya, Igor. Album ini masuk dalam sepuluh album terbaik tahun 2021 menurut beberapa publikasi. Album ini memulai debut pada nomor satu di US Billboard 200, menjadi album nomor satu Amerika Serikat kedua Tyler, the Creator. Album ini memenangkan penghargaan Album Rap Terbaik di Grammy Awards 2022, kemenangan kedua Tyler. Pada tahun 2023, Tyler merilis versi deluxe album, berjudul Call Me If You Get Lost: The Estate Sale.
Konsep
Sampulnya menggambarkan kartu identitas untuk karakter bernama "Tyler Baudelaire". Beberapa kritikus menganggap ini sebagai referensi kepada penyair Perancis Charles Baudelaire.[2] Tyler menyatakan bahwa ini tidak benar, dan menyebutkan referensi tersebut berasal dari Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events, dengan mengatakan bahwa ia mengagumi dinamika antara anak yatim piatu Baudelaire.[3] Menurut Matthew Ismael Ruiz dari Pitchfork, "Baudelaire, karakter yang diperankan Tyler di seluruh album, adalah perwakilan dari kedewasaan Tyler yang baru ditemukan—dan ketidakmampuannya untuk memanfaatkan kecanggihan itu ke dalam hubungan impiannya."[4] Karya Charles Baudelaire yang paling terkenal, Les Fleurs du mal (terj.Bunga-Bunga Kejahatan) tahun 1857, "awalnya dilarang karena terlalu eksplisit, dan Baudelaire sendiri dituntut karena perbuatan tidak senonoh", mirip dengan evolusi Tyler dari "remaja gelisah yang melontarkan kata-kata kotor untuk menimbulkan kejutan menjadi pria kekasih yang sensisitf dengan sifat nakal".[4] Luke Morgan Britton dari NME juga membandingkan keduanya, mengatakan bahwa keduanya "telah terpaku pada perjuangan antara romansa dan realisme, kemewahan dan cinta, keindahan dan kematian, bakat dan kontroversi."[5]
Awalnya, ketika Tyler mengungkap sampul untuk Call Me If You Get Lost, orang-orang mengira bahwa ia mengambilminspirasi dari album Ol' Dirty Bastard tahun 1995, Return to the 36 Chambers: The Dirty Version, padahal sebenarnya ia mengambil inspirasi dari "paspor dan akrtu perjalanan lama dari awal [tahun] 1900-an".[6]
Musik
Tyler bekerja sama dengan DJ Drama dalam lagu Call Me If You Get Lost, yang dikenal dengan seri mixtape-nya Gangsta Grillz.
Luke Morgan Britton dari NME menyebut Call Me If You Get Lost sebagai "puncak menyeluruh dari suara Tyler yang selalu berubah-ubah, menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak selalu linear dan bahwa artis dapat menjadi banyak hal", lebih lanjut mengatakan bahwa album tersebut mengukuhkan posisi Tyler sebagai "talenta generasi, yang dalam kondisi prima dan terus mendorong batas-batas visinya dan suara kaleidoskopiknya."[5]Alexis Petridis dari The Guardian menyebut perubahan gaya album tersebut sebagai "tidak terduga dan sangat mengesankan, produk dari seorang artis dengan selera eklektik dan keenganan untuk membuat musik yang sesuai dengan tren yang berlaku."[7] Petridis menyoroti synth-pop, soul, reggae dan jazz.[7] Ludovic Hunter-Tilney dari Financial Times menyebut produksi album ini "sangat berlapis dan unik", mengatakan bahwa "Lemonhead" beralih dari beat yang keras dan suara-suara yang berisik menjadi bossa nova, sementara "Massa" beralih dari rutinitas jazz yang dipimpin seruling menjadi hip-hop yang sederhana.[8]
Sebagai perbandingan Igor, Roisin O'Connor dari The Independent mengatakan "produksi di sini [pada Call Me If You Get Lost] sama bagusnya dengan Igor, meskipun, tidaka da alur yang jelas. Igor adalah bagian-bagian yang hancur dari hubungan yang rusak. Call Me If You Get Lost bermain-main dengan subjeknya, lebih mengandalkan musik tersebut sendiri untuk membawa pendengar melewatinya."[9] Menurut Matthew Ismael Ruiz dari Pitchfork, Tyler lebih "mahir dari sebelumnya dalam menjalin ide-ide berbeda menjadi satu lagu yang kohesif, daripada hanya menggabungkannya" di album ini.[4] Ruiz menggambarkan produksi Tyler sebagai "bermain-main dengan pergerakan dalam campuran, memantulkan suara antara saluran kiri dan kanan untuk pengalaman headphone yang imersif."[4] Meskipun Call Me If You Get Lost memiliki narasi yang sangat spesifik secara lirik, Ruiz mengatakan bahwa gaya produksinya tampaknya menceritakan kisah seluruh karier Tyler hungga saat ini: R&B pasca-Thundercat, sampel horrorcore Gravediggaz, dan sentuhan Salaam Remi yang sebanding dengan musik Kendrick Lamar.[4] Ruiz menyebut album ini sebagai kembalinya ke rap setelah suara popIgor, meskipun mencatat bahwa Tyler juga "jelas jauh berbeda dari produksi minimalis beberapa rekaman pertamanya."[4] Konstantinos Pappis dari Our Culture Mag menggambarkan lagu album ini memiliki "kemegahan sinematik dan aransemen yang teliti yang telah menjadi ciri khas Tyler baru-baru ini".[10] Pappis juga mencatat bahwa suaranya "sangat nostalgia" seperti pada Flower Boy.[10]
Craig Jenkins dari Vulture juga menganggap album ini sebagai langkah mundur ke "gaya dan sikap pemberontak dan cuek dari masa-masa awal [Tyler, the Creator]" sekaligus menyalurkan "semua perubahan yang telah ia alami sejak saat itu".[11] Jenkins menyoroti Call Me If You Get Lost sebagai penyimpangan dari "estetika Igor yang lebih ringan dan lebih berjiwa, yang lebih menutamakan ketukan yang berani dan rima yang kasar... agak mirip dengan mixtape Gangsta Grillz pada tahun 2000-an dan awal tahun 2010-an."[11] Chris Deville dari Stereogum menemukan bahwa Call Me If You Get Lost memiliki pengaruh dari album blockbuster hip-hop, seperti The Marshall Mathers LP (2000) dan Tha Carter III (2008).[12] Deville juga mengatakan bahwa "kemegahan" album ini – "produksi sinematik yang rumit, deretan rapper tamu yang luar biasa" – mengingatkan pada musik Kanye West di masa awal.[12] Deville juga mencatat bahwa sampel dari berbagai rapper tahun 1990-an dibandingkan dengan era keemasan boom bap.[12]
Marcus Shorter dari Consequence mengatkan tentang album tersebut bahwa kesadaran diri mendominasi pertengahan kedua album.[13] Shorter lebih lanjur mencatat bahwa romansa adalah tema yang menonjol di pertengahan kedua: "Perjalanan tersebut termasuk patah hati, karena tidak ada album Tyler, The Creator yang lengkap tanpa romansa."[13] Shorter secara khussus menggambarkan "Wilshire": "Ia tersandung kata-kata dan menggumamkan bagian-bagian dari kisah sedih, terdengar seperti seseorang yang belum sepenuhnya siap untuk menghadapi kebenaran. Dalam album yang penuh dengan lirik keren dari seorang pria yang selalu mengatakannya dengan lantang, "Wilshire" adalah momen langka di mana kami merasa ia menahan diri. Ego disembunyikan untuk satu lagu, semakin mengaburkan batasan antara pria, persona, dan alter-ego."[13]
Perilisan dan promosi
Pada 9 Juni 2021, sebuah papan reklame promosi untuk peluncuran album terlihat di Los Angeles,[14] yang kemudian diikuti oleh penampakan lebih banyak lagi di kota-kota besar lainnya di seluruh dunia.[15] Papan reklame tersebut bertuliskan "Call Me If You Get Lost" dan menyertakan nomor telepon, +1 (855) 444-8888. Saat dihubungi, pesan rekaman percakapan antara Tyler dan ibunya diputar.[14] Rekaman tersebut ada di album sebagai lagu "Momma Talk".[16][17] Tak lama kemudian, sebuah situs web ditemukan yang merujuk pada papan reklame dan nomor telepon tersebut, yang tampaknya merupakan aspek lain dari promosi album, dan selanjutnya audio yang diputar saat menghubungi nomor telepon tersebut akan berubah menjadi cuplikan lagu album "Rise!".[14] Pada 15 Juni, Tyler men-tweet nomor telepon yang terlihat di papan reklame minggu sebelumnya, yang mengkonfirmasi keterlibatannya.[18]
Pada 14 Juni 2021, Tyler mengeluarkan musik baru dalam video pendek berjudul "Side Street", yang menampilkan dirinya memegang seekor anjing sambil berciuman dengan seorang wanita.[19] Ada juga kameo dari anggota Odd Future Taco Bennett menjelang akhir video.[20][21] Tyler menyutradarai video tersebut dengan nama samaran alter-ego-nya Wolf Haley.[22] Pada 16 Juni 2021, Tyler merilis lagu berjudul "Lumberjack", yang disertai dengan video musik pendek, yang juga disutradarai oleh Tyler sendiri sebagai Wolf Haley.[23][24] Lagu ini mengambil sampel dari lagu "2 Cups of Blood" oleh Gravediggaz.[25]
Keesokan harinya, 17 Juni, Tyler secara resmi mengonfirmasi judul album tersebut sebagai Call Me If You Get Lost dan mengumumkan tanggal perilisan pada 25 Juni.[26] Ia juga mengumumkan sampul dan merchandise melalui merek streetwear-nya Golf Wang.[27] Pada 22 Juni 2021, Tyler merilis single kedua album berjudul "WusYaName" yang menampilkan rapper YoungBoy Never Broke Again dan penyanyi Ty Dolla Sign juga disertai dengan video musik pendek yang disutradarai sendiri.[28][29] Menggunakan unsur dari R&B era-90-an, lagu ini mengambil sampel dari "Back Seat (Wit No Sheets)" milik H-Town, dan tidak seperti "Lumberjack", memiliki kemiripan yang dekat dengan albumnya yang lebih soulful baru-baru ini.[28][29] Pada 23 Juni 2021, Tyler merilis teaser lain untuk album tersebut dalam bentuk sketsa komedi yang disutradarai sendiri berjudul "Brown Sugar Salmon".[30] Video tersebut menampilkan Tyler, yang disebut sebagai "Sir Baudelaire", di dalam kereta api yang mencoba memesan makanan tetapi tidak berhasil.[31][32]
Setelah perilisan album pada 25 Juni 2021, Tyler merilis video untuk lagu "Juggernaut". Meskipun menyertakan bait tamu dari Lil Uzi Vert dan Pharrell Williams, hanya Tyler sendiri yang muncul dalam video tersebut.[33][34] Pada 29 Juni 2021, Tyler merilis video musik untuk "Corso". Dalam video tersebut, Tyler tampil di pesta ulang tahun bersama DJ Drama.[35] Pada 8 Juli 2021, Tyler merilis video musik untuk "Lemonhead". Video tersebut tidak menyertakan bait tamu dari 42 Dugg.[36]
Pada 3 Agustus 2021, Tyler mengumumkan the Call Me If You Get Lost Tour yang dimulai pada 8 Februari 2022, di Phoenix di Footprint Center dan berakhir pada 3 Agustus 2022, di Melbourne di Arena Rod Laver. Tur Amerika utara dengan sekitar 35 penampilan didukung oleh Kali Uchis, Vince Staples, dan Teezo Touchdown.[37][38]
The Estate Sale
Pada 27 Maret 2023, Tyler mengungkapkan Call Me If You Get Lost: The Estate Sale, yang akan mencakup lagu yang direkam untuk Call Me If You Get Lost tetapi tidak muncuk di album final, termasuk single "Dogtooth", yang dirilis pada hari pengumuman, bersama video musik.[39] Di Twitter, Tyler menyatakan bahwa "Call Me If You Get Lost adlaah album pertama yang saya buat dengan banyak lagu yang tidak masuk dalam album final".[40] Pada 29 Maret 2023, single lain "Sorry Not Sorry" dirilis, dengan video musik.[41]The Estate Sale dirilis pada 31 Maret 2023,[39] dengan video musik untuk lagu "Wharf Talk".[42]
Call Me If You Get Lost mendpat pujian luas dari para kritikus. Di Metacritic, yang memberikan peringkat termnormalisasi dari 100 untuk ulasan dari publikasi profesional, album ini menerima skor rata-rata 88, berdasarkan 20 ulasan.[44] Aggregator AnyDecentMusic? memberikannya 8.4 dari 10, berdasarkan penilaian mereka terhadap konsensus kritikus.[43]
Roisin O'Connor dari The Independent memberi Call Me If You Get Lost lima dari lima bintang, dan mengatakan bahwa album ini terasa seperti "puncak dari semua karya Tyler sebelumnya."[9] Mereka juga mencatat transisi yang mulus antar lagu.[9]Clash memuji "penolakan Tyler untuk dikurung oleh suara atau genre tertentu" dan mencatat lagu "Sweet / I Thought You Wanted to Dance" dan "Wilshire" sebagai lagu unggulan.[46] David Smyth dari Evening Standard menyebutkan suara "global" yang beragam dari album tersebut dan mengatakan, "Musik Tyler sama menariknya seperti biasanya."[47] Alexis Petridis dari The Guardian menulis bahwa semburan "synth-pop kaleidoskopik, balada soul dan jazz menyapu anda", mengatakan bahwa album tersebut "membutuhkan banyak waktu tunutk spenuhnya dipahami, tetapi jelas tidak akan berkurang kualitasnya jika anda melakukannya."[7] Ryan Rosenberger dari The Line of Best Fit mengatakan, "Waktu akan menentukan di mana tepatnya album ini berada dalm diskografi Tyler, The Creator, tetapi Call Me If You Get Lost adadalah rekaman berkesan lainnya dari Wolf Haley sendiri, yang semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu artis terbaik di generasinya".[51] Luke Morgan Britton dari NME menikmati album tersebut, mengatakan, "Sang ikonoklas menghadapi budaya pembatalan, masa lalunya yang kontroversial, dan gagasan pertumbuhan pribadi dalam rekaman kaleidoskopik yang mengaskan kembali kehebatannya".[5] Kritikus Pitchfork Paul A. Thompson mengatakan, "Ini memberinya kebebasan untuk bermain dengan nada, untuk menulis secara pribadi atau menggunakan suara seraknya sebagai tekstur, untuk memperlakukan rap yang paling kasar dan hook yang paling halus sebagai eksperimen gila yang salah arah".[49] Wesley McLean dari Exclaim! mengatakan, "Tyler telah menghadirkan sebuah proyek yang sekali lagi mendorong batas-batas musiknya sekaligus menjadi puncak dari semua yang telah ia lakukan sejauh ini. Ini adalah penampilan mengesankan lainnya untuk seorang artis yang kekuasaannya tampaknya tidak akan berhenti dalam waktu dekat".[48]
Sofie Lindevall dari Gigwise menyimpulkan: "Dengan album studio keenamnya Call Me If You Get Lost, Tyler membalikkan segalanya lagi, menghasilkan salah satu entri paling dinamis dan menarik dalam diskografinya sejauh ini."[52] Sebuah ulasan positif Craig Jenkins dari Vulture menyimpulkan dengan mengatakan kepada pembaca untuk "Lihat di antara banyak deskripsi detail interior Rolls-Royce, kapal-kapal indah, dan perjalnan internasional, di luar lebih dari setengah lusin penyebutan paspor," dan, "Sebuah kisah cinta".[11] Majalah Paste Matt Mitchell memberikan Call Me If You Get Lost nilai 8.7 dari 10, dan mengatakan pencapaian puncak dari album ini adalah "cara album ini dengan tajam mengingatkan setiap pendengar bahwa entri awal dalam diskografi seorang artis bukanlah bagian dari masa lalu mereka yang dimaksudkan untuk dilupakan".[53] Dalam ulasan album untuk AllMusic, David Crone menyatakan bahwa, "Musik Tyler selalu merupakan gabungan dari berbagai palet yang semakin kompleks, dan CMIYGL adalah karyanya yang paling kompleks hingga saat ini."[45] Jeff Ihaza dari Rolling Stone menyimpulkan upaya Tyler sebagai pendewasaan menjadi "beberapa musik rap yang paling menarik yang dibuat saat ini", menyebut Call Me If You Get Lost sebagai karya terbaik Tyler hingga saat ini.[50]
Call Me If You Get Lost memulai debut pada nomor satu di tangga lagu US Billboard 200, memperoleh 169,000 unit setara album (termasuk 55,000 kopi dalam penjualan album murni) pada minggu pertama.[69] Ini menjadi album nomor satu kedua Tyler di Amerika Serikat.[69] Album ini juga mengumpulkan total 152.96 juta stremaing on-demand dari lagu album.[69] Album ini menghabiskan dua minggu tidak berturut-turut di nomor satu, menduduki puncak tangga lagu untuk minggu kedua pada April berikutnya setelah perilisan vinyl. Dengan 49,000 kopi terjual minggu itu, album ini memegang rekor penjualan vinyl terbesar untuk sebuah album hip hop.[70] Pada 22 Februari 2022, album ini mendapatkan sertifikasi emas oleh Recording Industry Association of America (RIAA) untuk penjualan gabungan dan unit setra alabum lebih dari 500,000 unit di Amerika Serikat.[71] Pada 23 April 2023, album ini mendapatkan sertifikasi platinum untuk penjualan gabungan dan unit setara album lebih dari satu juta unit di Amerika Serikat.[71]Call Me If You Get Lost adalah album pertama dan satu-satunya yang mencapai nomor satu di tangga lagu Top R&B/Hip-Hop Albums dalam tiga tahun berbeda. Pertama kali pada Juli 2021 saat perilisan awal, kemudian pada April 2022 setelah perilisan versi vinyl LP-nya, dan kemudian pada April 2023 karena perilisan edisi deluxe The Estate Sale.[72]
Tiga belas lagu dari album ini mencapai US Billboard Hot 100, dengan "WusYaName" mencapai 20 besar tangga lagu tersebut.[73]
Daftar lagu
Semua lagu diproduksi sepenuhnya oleh Tyler, the Creator kecuali: "Rise!", diproduksi oleh Tyler dan Jamie xx; "Safari", diproduksi oleh Tyler dan Jay Versace; dan "What a Day", diproduksi oleh Madlib.[74]
"Lemonhead" menampilkan kata-kata yang diucapkan tanpa kredit oleh Frank Ocean[75]
Pada perilisan vinyl dan CD The Estate Sale, "Safari" tidak ada dan digantikan dengan "Fishtail".
Kredit sampel
^[a] "Sir Baudelaire" berisi cuplikan dari "Siesta", yang ditulis dan ditampilkan oleh Billy Cobham; dan sampel tanpa kredit dari "Michael Irvin", yang ditampilkan oleh Westside Gunn.[76]
^[b] "Corso" berisi cuplikan. dari "Oriental Workload", yang ditulis dan ditampilkan oleh James Asher.
^[c] "WusYaName" berisi sampel dari "Back Seat (Wit No Sheets)", yang ditulis oleh Bishop Burrell Sr., Solomon Conner, Delando Conne], dan Darryl Jackson, yang ditampilkan oleh H-Town.
^[d] "Lumberjack" berisi cuplikan dari "Inner Crisis", yang ditulis dan ditampilkan oleh Larry Willis; sampel dari "2 Cups of Blood", yang ditulis oleh Anthony Ian Berkeley, Arnold Hamilton, Paul Huston, dan Robert Diggs, yang ditampilkan oleh Gravediggaz; dari "Hihache", yang ditampilkan oleh Lafayette Afro Rock Band.
^[e] "Hot Wind Blows" berisi cuplikan dari "Slow Hot Wind", yang ditulis oleh Henry Mancini dan Norman Gimbel, yang ditampilkan oleh Penny Goodwin.
"Massa" berisi cuplikan dari "If It's in You to do Wrong", yang ditampilkan oleh The Impressions.
^[f] "Manifesto" berisi cuplikan dari "I'm Gonna Love You Just a Little More Babe", yang ditulis oleh Barry White, ditampilkan oleh Jimmy Smith.
^[g] "Sweet / I Thought You Wanted to Dance" berisi cuplikan dari "Is Anyone There?", yang ditampilkan oleh Hookfoot; dan "Baby My Love", yang ditulis oleh Fil Callender, ditampilkan oleh The In Crowd dan Jah Stitch.
"Safari" berisi cuplikan dari "Farewell My Love", yang ditulis oleh Marvin Redding dan ditampilkan oleh Ebony Expressions.
^[h] "Fishtail" berisi cuplikan dari "Lessie", yang ditulis oleh Alvin Worthy, Amber Croskey, Thomas Paladino, dan Eliot Dubock, performed by Westside Gunn.
^[i] "What a Day" berisi cuplikan dari "A Day in the Park", yang ditulis dan ditampilkan Michał Urbaniak.
^[j] "Heaven to Me" berisi cuplikan dari "Heaven", yang ditulis oleh Alexandra Brown, Jessyca Wilson, John Stephens, Kanye West, dan Vaughn Stephens, yang ditampilkan oleh John Legend, yang sendiri mengambil sampel dari "Heaven Only Knows", yang ditulis dan ditampilkan oleh Monk Higgins.
^[k] "Boyfriend, Girlfriend (2020 Demo)" berisi cuplikan dari "Happy Feeling", yang ditulis oleh dan ditampilkan oleh Cecil Lyde.
^[l] "Sorry Not Sorry" berisi cuplikan dari "He Made You Mine", yang ditulis oleh Franchone Shells dan Lucille White, yang ditampilkan oleh Brighter Side of Darkness.
Tangga album
Tangga album Mingguan
Kinerja tangga album mingguan untuk Call Me If You Get Lost
↑Skelton, Eric (1 Desember 2021). "The Best Albums of 2021". Complex. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Desember 2021. Diakses tanggal 4 Desember 2021.