Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Cahaya zodiak

Cahaya zodiak adalah cahaya putih yang terlihat samar, menyebar, dan berbentuk segitiga di langit malam dan tampak memanjang dari arah Matahari di sepanjang bidang ekliptika zodiak. Sinar matahari yang dihamburkan oleh debu antarplanet menjadi penyebab fenomena ini. Cahaya zodiak paling baik dilihat saat sebelum fajar dan setelah senja. Namun, pancarannya sangat redup, sehingga membuatnya tidak terlihat karena cahaya bulan dan/atau polusi cahaya.

Wikipedia article
Diperbarui 15 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cahaya zodiak
Cahaya zodiak di langit timur sebelum fajar

Cahaya zodiak (dikenal di Indonesia sebagai fajar palsu, fajar semu,[1] fajar kizib,[2] dan fajar kazib[3] bila dilihat sebelum matahari terbit) adalah cahaya putih yang terlihat samar, menyebar, dan berbentuk segitiga di langit malam dan tampak memanjang dari arah Matahari di sepanjang bidang ekliptika zodiak. Sinar matahari yang dihamburkan oleh debu antarplanet menjadi penyebab fenomena ini. Cahaya zodiak paling baik dilihat saat sebelum fajar dan setelah senja. Namun, pancarannya sangat redup, sehingga membuatnya tidak terlihat karena cahaya bulan dan/atau polusi cahaya.

Asal-muasal

Pada mulanya, cahaya zodiak diduga berasal dari fenomena di atmosfer Bumi bagian atas. Selanjutnya, diketahui bahwa cahaya zodiak berasal dari sisa debu tabrakan komet, asteroid maupun benda ekstraterestrial lainnya yang terhampar di sepanjang orbit Merkurius hingga Mars. Sumber yang menyebabkan debu bertebaran di ruang angkasa telah lama diperdebatkan. Lebih dari 85 persen debu dikaitkan dengan fragmetasi komet dari Jupiter yang hampir tidak aktif.[4] Selain itu, ia juga diduga terbentuk dari proses pembentukan Bumi dan planet-planet di Tata Surya sekitar 4,5 miliar tahun silam. Debu dalam arus meteoroid jauh lebih besar, berdiameter 300 hingga 10.000 mikrometer, dan hancur menjadi butiran debu zodiak yang lebih kecil dari waktu ke waktu. Sisa debu ini berkumpul di sekitar Matahari, menyebar ke arah orbit Mars dan semakin ke luar, semakin berkurang kepadatannya.[5]

Signifikasi budaya

Menurut Alexander von Humboldt dalam buku Kosmos, orang-orang Mesoamerika mulai mengamati cahaya zodiak sebelum tahun1500.[6] Kemungkinan penelitian ini pertama kali dilaporkan di media cetak oleh Joshua Childrey pada tahun 1661. Fenomena ini diselidiki oleh astronom Giovanni Domenico Cassini pada tahun 1683. Dia menjelaskan terdapat partikel debu di sekitar Matahari.[7][8] Sumber lain menyatakan bahwa fenomena ini pertama kali dijelaskan oleh Nicolas Fatio de Duillier, pada 1684,[9] yang Cassini bimbing untuk mempelajari cahaya zodiak.

Dari sudut pandang Islam

Nabi Muhammad menyebut cahaya zodiak sebagai fajar semu. Dalam banyak riwayat hadis, dia menggambarkan perbedaan antara fajar semu (الفجر الكاذبcode: ar is deprecated al-fajr al-kādzib) yang muncul memanjang setelah matahari terbenam dengan pita cahaya pertama di cakrawala yang disebut fajar sejati (الفجر الصادقcode: ar is deprecated al-fajr al-sādiq).[10][11]

Referensi

  1. ↑ "MENGENAL ARAM, SENJA DAN FAJAR". edukasi.sains.lapan.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-04. Diakses tanggal 2022-01-04.
  2. ↑ "Arti kata fajar - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online". kbbi.web.id. Diakses tanggal 2021-10-30.
  3. ↑ "MENGENAL FAJAR SENJA KAZIB FALSE DAWN DUSK ATAU CAHAYA ZODIAK ZODIACAL LIGHT". edukasi.sains.lapan.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-12-05. Diakses tanggal 2021-10-30.
  4. ↑ Nesvorný, David; Jenniskens, Peter; Levison, Harold F.; Bottke, William F.; Vokrouhlický, David; Gounelle, Matthieu (April 20, 2010). "Cometary Origin of the Zodiacal Cloud and Carbonaceous Micrometeorites. Implications for hot debris disks". Astrophysical Journal. 713 (2): 816–836. arXiv:0909.4322. Bibcode:2010ApJ...713..816N. doi:10.1088/0004-637x/713/2/816.
  5. ↑ "MENGENAL FAJAR SENJA KAZIB FALSE DAWN DUSK ATAU CAHAYA ZODIAK ZODIACAL LIGHT". edukasi.sains.lapan.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-04. Diakses tanggal 2022-01-04.
  6. ↑ Ley. Galaxy Science Fiction.
  7. ↑ Petrus Matheus Marie Jenniskens (14 September 2006). Meteor Showers and Their Parent Comets. Cambridge University Press. hlm. 531. ISBN 978-0-521-85349-1.
  8. ↑ Bernard Grun (9 August 2001). Interplanetary Dust. Springer. hlm. 58. ISBN 978-3-540-42067-5.
  9. ↑ Steven J. Dick (31 August 2013). Discovery and Classification in Astronomy: Controversy and Consensus. Cambridge University Press. hlm. 350. ISBN 978-1-107-03361-0.
  10. ↑ Sahih Muslim 1094c - The Book of Fasting - Sunnah.com - Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم)
  11. ↑ "Sahih Moslim (The Authentic Hadiths of Muslim) 1-4 Vol 2: صحيح مسلم 1/4 [عربي/إنكليزي] ج2". January 2011.

Lihat pula

  • Portal Astronomi
  • Debu luar zodiak
  • Fenomena optis
  • Awan debu antarplanet
  • l
  • b
  • s
Tata Surya
Phobos dan DeimosCeresHaumeaMakemake
  • ☉ Matahari
  • ☿ Merkurius
  • ♀ Venus
  • 🜨 Bumi
  • ♂ Mars
  • ⚳ Ceres
  • ♃ Jupiter
  • ♄ Saturnus
  • ⛢ Uranus
  • ♆ Neptunus
  • 🝿 Orcus
  • ⯓ Pluto
  • 🝻 Haumea
  • 🝾 Quaoar
  • 🝼 Makemake
  • 🝽 Gonggong
  • ⯰ Eris
  • ⯲ Sedna
Planet
  • Kebumian
    • Merkurius
    • Venus
    • Bumi
    • Mars
  • Raksasa
    • Jupiter
    • Saturnus
    • Uranus
    • Neptunus
  • Katai
    • Ceres
    • Pluto
    • Haumea
    • Makemake
    • Eris
Cincin
  • Jupiter
  • Saturnus (Rhean)
  • Uranus
  • Neptunian
  • Haumea
  • Chariklo
  • Chiron
Satelit alami
  • Bumi
    • ☾ Bulan
    • Satelit Bumi lainnya
  • Mars
    • Fobos
    • Deimos
  • Jupiter
    • Ganimede
    • Kalisto
    • Io
    • Europa
    • 79 satelit
  • Saturnus
    • Titan
    • Rhea
    • Iapetus
    • Dione
    • Tethys
    • Enceladus
    • Mimas
    • Hyperion
    • Phoebe
    • 82 satelit
  • Uranus
    • Titania
    • Oberon
    • Umbriel
    • Ariel
    • Miranda
    • 27 satelit
  • Neptunus
    • Triton
    • Proteus
    • Nereid
    • 14 satelit
  • Pluto
    • Charon
    • Nix
    • Hydra
    • Kerberos
    • Styx
  • Eris
    • Dysnomia
  • Haumea
    • Hiʻiaka
    • Namaka
  • Makemake
    • S/2015 (136472) 1
Penjelajahan
(Garis besar)
  • Kolonisasi
  • Penemuan
    • astronomi
    • model historis
    • garis waktu
  • Misi antariksa berawak
    • stasiun luar angkasa
    • daftar
  • Prob antariksa
    • garis waktu
    • daftar
  • Merkurius
  • Venus
  • Bulan
    • penambangan
  • Mars
  • Ceres
  • Asteroid
    • penambangan
  • Komet
  • Jupiter
  • Saturnus
  • Uranus
  • Neptunus
  • Pluto
  • Antariksa dalam
Objek
hipotetis
  • Model Nice lima planet
  • Raksasa gas kelima
  • Nemesis
  • Phaeton
  • Planet Sembilan
  • Planet V
  • Planet X
  • Subsatelit
  • Theia
  • Tyche
  • Vulcan
  • Vulcanoid
Daftar
  • Komet
  • Planet katai (yang mungkin)
  • Objek membulat secara gravitasi
  • Planet minor
  • Satelit alami
  • Model Tata Surya
  • Objek Tata Surya
    • menurut ukuran
    • menurut waktu penemuan
Benda
kecil
Tata
Surya
  • Komet
  • Damokloid
  • Meteoroid
  • Planet minor
    • Nama dan arti
    • bulan
  • Planetisimal
  • Pelintas Merkurius
  • Pelintas Venus
  • Troya Venus
  • Objek dekat Bumi
  • Pelintas Bumi
  • Troya Bumi
  • Pelintas Mars
  • Troya Mars
  • Sabuk asteroid
  • Asteroid
    • Ceres
    • Pallas
    • Juno
    • Vesta
    • aktif
    • 1.000 pertama
    • keluarga
    • istimewa
  • Celah Kirkwood
  • Pelintas Jupiter
  • Troya Jupiter
  • Centaur
  • Pelintas Saturnus
  • Pelintas Uranus
  • Troya Uranus
  • Pelintas Neptunus
  • Troya Neptunus
  • Objek cis-Neptunus
  • Objek trans-Neptunus
  • Sabuk Kuiper
    • Cubewano
    • Plutino
  • Objek terlepaskan
  • Awan Hills
  • Awan Oort
  • Sednoid
Pembentukan
dan
evolusi
  • Akresi
  • Piringan akresi
    • Piringan ekskresi
  • Piringan lingkar planet
  • Piringan lingkar bintang
  • Sungkup lingkar bintang
  • Coatlicue
  • Debu kosmik
  • Piringan serpihan
  • Planet terganggu
  • EXCEDE
  • Debu luar zodiak
  • Material luar bumi
  • Kurasi sampel luar bumi
  • Hipotesis tubrukan besar
  • Keruntuhan gravitasi
  • Awan debu antarplanet
  • Medium antarplanet
  • Ruang antarplanet
  • Awan antarbintang
  • Debu antarbintang
  • Medium antarbintang
  • Daftar molekul antarbintang dan lingkar bintang
  • Bintang yang menyatu
  • Awan molekul
  • Hipotesis nebula
  • Migrasi planet
  • Sistem keplanetan
  • Pembentukan planet
  • Piringan protoplanet
  • Cincin planet
  • Tumpukan puing
  • Misi pengembalian sampel
  • Piringan tersebar
  • Pembentukan bintang
  • Garis besar Tata Surya
  •  Portal Tata Surya
  •  Portal Astronomi
  •  Portal Ilmu kebumian

Tata Surya → Awan Antarbintang Lokal → Gelembung Lokal → Sabuk Gould → Lengan Orion → Bima Sakti → Subgrup Bima Sakti → Grup Lokal → Lembaran Lokal → Supergugus Virgo → Supergugus Laniakea → Alam semesta teramati → Alam semesta
Setiap panah (→) bisa berarti "di dalam" atau "bagian dari".

Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asal-muasal
  2. Signifikasi budaya
  3. Dari sudut pandang Islam
  4. Referensi
  5. Lihat pula

Artikel Terkait

Kanser (astrologi)

tanda astrologi keempat dalam zodiak

Sabuk asteroid

komposisi). Tabrakan juga menghasilkan debu yang membentuk komponen utama cahaya zodiak (zodiacal light). Sebuah asteroid di dalam sabuk utama dapat dikategorikan

Debu kosmik

Debu yang menyebar di luar angkasa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026