Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Burisrawa

Burisrawa adalah seorang tokoh wiracarita Mahabharata. Ia merupakan seorang pangeran dari Kerajaan Bahlika, putra Somadata, dan masih memiliki hubungan keluarga dengan keluarga Pandawa dan Korawa di kerajaan Kuru. Ia menjadi sekutu para Korawa dalam perang Baratayuda. Ia gugur di tangan Satyaki, sekutu para Pandawa. Dalam pewayangan Jawa, tokoh Burisrawa disebut berasal dari Kerajaan Mandaraka.

Wikipedia article
Diperbarui 28 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Burisrawa
Burisrawa
भूरिश्रवा
Burisrawa dalam versi pewayangan Jawa.
Burisrawa dalam versi pewayangan Jawa.
Tokoh Mahabharata
NamaBurisrawa
Ejaan Dewanagariभूरिश्रवा
Ejaan IASTBhūriśravā
Nama lainSaumadati
Kitab referensiMahabharata
AsalKerajaan Bahlika
KediamanKerajaan Bahlika
Kastakesatria
KlanBahlika
AyahSomadata

Burisrawa (Dewanagari: भूरिश्रवा; ,IAST: Bhūriśravā, भूरिश्रवा) adalah seorang tokoh wiracarita Mahabharata. Ia merupakan seorang pangeran dari Kerajaan Bahlika, putra Somadata, dan masih memiliki hubungan keluarga dengan keluarga Pandawa dan Korawa di kerajaan Kuru.[1] Ia menjadi sekutu para Korawa dalam perang Baratayuda. Ia gugur di tangan Satyaki, sekutu para Pandawa. Dalam pewayangan Jawa, tokoh Burisrawa disebut berasal dari Kerajaan Mandaraka.

Keluarga

Menurut versi Mahabharata, Burisrawa merupakan putra dari Somadata, Raja Bahlika. Somadatta sendiri merupakan keturunan Kerajaan Kuru, jadi ia masih kerabat para Korawa dan Pandawa. Somadata memiliki empat orang putra, yaitu Burisrawa, Buri, Sala, dan Saumadati. Namun, versi lain menyebut Saumadati sama dengan Burisrawa. Dalam perang Baratayuda, Somadata dan putra-putranya tewas di tangan Satyaki, kecuali Saumadatti yang tewas di tangan para Pancakumara.

Versi pewayangan Jawa menyebut Somadata dengan ejaan Somadenta, dan merupakan nama lain Salya raja Kerajaan Mandaraka. Maka, Burisrawa pun secara otomatis disebut sebagai putra Salya. Padahal, Somadata dan Salya dalam Mahabharata adalah dua tokoh yang berbeda.

Salya versi Jawa menikah dengan Setyawati dan memiliki lima orang anak, yaitu Erawati, Surtikanti, Banowati, Burisrawa, dan Rukmarata. Ketiga putri Salya masing-masing menikah dengan Baladewa, Karna, dan Duryudana. Di antara kelima anak Salya, hanya Burisrawa yang memiliki wajah buruk seperti raksasa, sedangkan yang lainnya cantik dan tampan. Hal ini merupakan kutukan karena Salya semasa muda pernah membunuh mertuanya sendiri yang berwujud raksasa karena jijik. Mertuanya itu bernama Bagawan Bagaspati. Akibat dosa tersebut, salah satu anak Salya pun terlahir buruk rupa, yaitu Burisrawa.

Burisrawa dalam pewayangan tidak tinggal di istana Mandaraka bersama ayah ibunya, melainkan menyendiri di Kasatriyan Madyapura. Hal ini dikarenakan saat masih bayi, Burisrawa diusir dari Mandaraka. Dimana dikemudian hari, Burisrawa diasuh oleh Kurawa. Hal ini juga penyebab awal mula Burisrawa menjadi setia dengan para Kurawa.

Persaingan dengan Arjuna

Pandawa nomor tiga, yaitu Arjuna dalam Mahabharata bersaing dengan Duryodana untuk bisa memperistri Subadra. Sementara itu dalam pewayangan Jawa, saingannya adalah Burisrawa.

Dikisahkan Arjuna dan Subadra telah dijodohkan sejak kecil. Namun Subadra juga dicintai oleh Burisrawa. Duryudana sebagai kakak ipar meminta bantuan Baladewa untuk menikahkan Subadra dengan Burisrawa, bukan Arjuna. Baladewa terpengaruh. Ia pun mengajukan syarat-syarat berat kepada Arjuna jika ingin menikahi Subadra, adiknya.

Ternyata Arjuna berhasil memenuhi semua persyaratan yang diajukan Baladewa. Kresna yang juga kakak Subadra meminta Baladewa berlaku adil. Akhirnya, Baladewa pun menetapkan pernikahan antara Subadra dengan Arjuna. Hal itu membuat Burisrawa pulang dengan penuh rasa malu.

Permusuhan dengan Satyaki

Versi Mahabharata menyebut keluarga Burisrawa dan keluarga Satyaki merupakan musuh bebuyutan. Dikisahkan bahwa Dewaki putri Ugrasena sedang diperebutkan banyak orang. Maka diadakanlah sayembara pertandingan untuk siapa saja yang ingin memperistri Dewaki. Setelah melewati berbagai babak, akhirnya tersisa dua orang pelamar yang masih bertahan, yaitu Somadata dari bangsa Kuru, dan Sini dari bangsa Wresni. Dalam pertarungan terakhir itu, Sini berhasil mengalahkan Somadata.[2]

Somadatta merupakan ayah Burisrawa, sedangkan Sini adalah kakek dari Satyaki. Sini sendiri melamar Dewaki untuk dipersembahkan kepada Basudewa. Dari perkawinan itu kemudian lahir Kresna.

Dalam perang Baratayuda keluarga Burisrawa memihak Korawa sedangkan keluarga Satyaki memihak Pandawa. Pada hari kedelapan anak-anak Satyaki yang berjumlah sepuluh orang tewas di tangan Burisrawa. Burisrawa sendiri kemudian mati di tangan Satyaki pada hari ke-14, disusul kemudian oleh Somadatta, Buri, dan Sala pada hari berikutnya.

Perang di Kurukshetra

Baik versi Mahabharata maupun versi Jawa mengisahkan Burisrawa mati di tangan Satyaki dengan bantuan Arjuna dalam perang Baratayuda.

Pada hari ke-13 putra pasangan Arjuna dan Subadra yang bernama Abimanyu tewas dikeroyok pasukan Korawa secara licik. Arjuna bersumpah akan membunuh Jayadrata yang dianggapnya sebagai penyebab kematian Abimanyu. Pada hari ke-14 Arjuna berjuang keras untuk menemukan Jayadrata yang disembunyikan para Korawa. Satyaki ditugasi untuk menjaga Yudistira dari serangan pihak Korawa yang dipimpin Drona. Namun, Yudistira justru mengirim Satyaki untuk membantu Arjuna.

Dalam perjalanan menyusul Arjuna, Satyaki banyak dihadang musuh, tetapi semuanya dapat ditewaskannya. Pada puncaknya, ia harus menghadapi Burisrawa. Satyaki yang sudah sangat letih dengan mudah dihajar Burisrawa sampai pingsan. Tangan Burisrawa yang memegang pedang siap membunuh Satyaki.

Arjuna yang telah menemukan persembunyian Jayadrata didesak Kresna untuk berbalik membantu Satyaki. Arjuna pun melepaskan panah memotong lengan Burisrawa. Burisrawa marah menuduh Arjuna berbuat curang. Arjuna menjawab bahwa Burisrawa lebih dulu bersikap curang karena hendak membunuh Satyaki yang sedang pingsan. Apalagi pada hari sebelumnya, Burisrawa juga terlibat pengeroyokan Abimanyu.

Burisrawa luluh mendengar jawaban Arjuna. Ia kemudian duduk bermeditasi menyesali segala perbuatan liciknya. Tiba-tiba Satyaki bangkit dari pingsan dan memungut potongan lengan Burisrawa yang masih memegang pedang. Dengan menggunakan pedang tersebut, Satyaki memenggal kepala Burisrawa. Burisrawa pun mati dalam damai.

Dalam Kakawin Bharatayuddha, pedang yang digunakan Satyaki untuk membunuh Burisrawa bernama pedang Mangekabhama, sedangkan dalam naskah Serat Bratayuda, Satyaki menggunakan panah Nagabanda. Sementara itu, dalam pewayangan Jawa, senjata yang digunakan untuk mengakhiri nyawa Burisrawa adalah gada Wesikuning.

Silsilah

Para Raja KuruWangsa PaurawaPara Raja Chedi
PratipaSunandaBasuAdrika
DewapiBahlikaGanggaSantanuSatyawatiParasara
SomadataBismaCitranggadaWicitrawirya2 istriByasapelayan
2 putraBurisrawaGandariDretarastrapelayanKuntiPanduMadri
100 KorawaDursilawatiYuyutsu5 PandawaWidura

Referensi

  1. ↑ Steven J. Rosen & Graham M. Schweig (2006), Essential Hinduism, Greenwood Publishing, hlm. 96, diakses tanggal 27 Mei 2008
  2. ↑ Somadatta's End, Mahabharata Online, diakses tanggal 27 Mei 2008
  • l
  • b
  • s
Wiracarita Mahabharata
Kitab
  • Delapan belas Parwa
    1. Adi
    2. Sabha
    3. Wana
    4. Wirata
    5. Udyoga
      • Sanatsujatiya
    6. Bhisma
      • Bhagawadgita
    7. Drona
    8. Karna
    9. Salya
    10. Sauptika
    11. Stri
    12. Santi
    13. Anusasana
    14. Aswamedika
    15. Asramawasika
    16. Mosala
    17. Prasthanika
    18. Swargarohana
  • Hariwangsa


  • Tokoh
Wangsa
Candra
Leluhur
  • Pururawa
  • Ayu
  • Nahusa
  • Yayati
  • Puru
  • Pracinwan
  • Duswanta
  • Sakuntala
  • Bharata
  • Bumanyu
  • Hasti
  • Ajamida
  • Reksa
  • Sambarana
  • Kuru
Keluarga Kuru
(Korawa)
  • Abimanyu
  • Ambika
  • Ambalika
  • Arjuna
  • Bahlika
  • Banowati
  • Bima (Wrekodara)
  • Bisma (Dewabrata)
  • Citraksa
  • Citrānggada
  • Dewapi
  • Dretarastra
  • Dropadi
  • Dursasana
  • Dursilawati
  • Duryodana
  • Gandari
  • Janamejaya
  • Kunti
  • Laksmana
  • Laksmanakumara
  • Madri
  • Nakula
  • Pancakumara (Pratiwindya, Sutasoma, Satanika, Srutasena, Srutakarma)
  • Pandu
  • Parikesit
  • Pratipa
  • Sadewa
  • Santanu
  • Satyawati
  • Wicitrawirya
  • Widura
  • Wikarna
  • Yudistira
  • Yuyutsu
Keluarga Yadu
(Yadawa)
  • Akrura (Babru)
  • Aniruda
  • Bajra
  • Baladewa (Balarama)
  • Basudewa (Anakadundubi)
  • Cekitana
  • Dantawakra
  • Dewaki
  • Jembawati
  • Kangsa
  • Kertawarma
  • Kresna
  • Kunti (Perta)
  • Kuntiboja
  • Nanda
  • Pradyumna
  • Rewati
  • Rohini (istri Basudewa)
  • Rohini (istri Kresna)
  • Rukmini
  • Samba
  • Satyabama
  • Satyaka
  • Satyaki
  • Sisupala
  • Subadra
  • Surasena
  • Udawa
  • Ugrasena
  • Yasoda
Tokoh lain
Brahmana
  • Astika
  • Aswatama
  • Byasa
  • Domya
  • Drona
  • Durwasa
  • Kindama
  • Krepa
  • Lomasa
  • Markandeya
  • Narada
  • Parasara
  • Parasurama
  • Sanatkumara
  • Sonaka
  • Sukra
  • Ugrasrawa
  • Utangka
  • Wesampayana
  • Wrehaspati
Kesatria
  • Amba
  • Babruwahana
  • Bagadata
  • Bajradata
  • Bismaka
  • Burisrawa
  • Citrānggadā
  • Drestadyumna
  • Drupada
  • Irawan
  • Jarasanda
  • Jayadrata
  • Karna
  • Kicaka
  • Rukma
  • Salya
  • Sangkuni
  • Satyajit
  • Somadata
  • Srikandi
  • Sudaksina
  • Sudesna
  • Susarma
  • Sweta
  • Uluka
  • Utamoja
  • Utara
  • Utari
  • Wirata
  • Wratsangka
  • Wrehadbala
  • Wresasena
  • Yudamanyu
Lainnya
  • Adirata
  • Ekalawya
  • Purocana
  • Radha (ibu Karna)
  • Sanjaya
Non-manusia
  • Alambusa
  • Bakasura
  • Citrasena
  • Gatotkaca
  • Hanoman
  • Hidimba
  • Hidimbi
  • Jatasura
  • Kirmira
  • Mayasura
  • Mukasura
  • Niwatakawaca
  • Taksaka
  • Ulupi
  • Urwasi
Dewa
  • Agni
  • Aswin
  • Bayu
  • Ganesa
  • Gangga
  • Indra
  • Kiratamurti
  • Kuwera
  • Siwa
  • Surya
  • Wiswakarma
  • Yama (Darmaraja)
Cerita
berbingkai
  • Animandaya
  • Damayanti
  • Dewayani
  • Galawa
  • Garuda
  • Jaratkaru
  • Kaca
  • Kadru
  • Kakudmi
  • Kalmasapada
  • Kasyapa
  • Madawi
  • Mucukunda
  • Nala
  • Sandili
  • Sarmista
  • Satyawan
  • Sawitri
  • Srenggi
  • Sunda dan Upasunda
  • Tilotama
  • Winata
  • Wresaparwa
  • Topik terkait
Lokasi
Kerajaan
  • Angga
  • Bahlika
  • Chedi
  • Gandhara
  • Kasi
  • Kuru
  • Magadha
  • Matsya
  • Pancala
  • Sindhu
  • Surasena
  • (selengkapnya ...)
Kota dan
desa
  • Dwaraka
  • Ekachakra
  • Hastinapura
  • Indraprastha
  • Kampilya
  • Kurukshetra
  • Mathura
  • Upaplawya
  • Wiratanagara
Bentang
alam
  • Hutan Dwaita
  • Hutan Kamyaka
  • Hutan Khandawa
  • Hutan Nemisa
  • Pegunungan Himalaya
  • Sungai Gangga
  • Sungai Yamuna
Keluarga
  • Wangsa Candra
  • Paurawa
  • Dinasti Kuru
    • Pandawa
    • Korawa
    • Silsilah Pandawa dan Korawa
  • Yadawa
  • Bahlika
  • Istri Karna
Konsep dan
peristiwa
  • Aksayapatra
  • Aksohini
  • Aswamedha
  • Bharatayuddha
  • Cakrabyuha
  • Laksagreha
  • Panah Pasupata
  • Perang Kurukshetra
  • Rajasuya
  • Yaksaprasna
Portal Mahabharata

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Keluarga
  2. Persaingan dengan Arjuna
  3. Permusuhan dengan Satyaki
  4. Perang di Kurukshetra
  5. Silsilah
  6. Referensi

Artikel Terkait

Perang Kurukshetra

artikel daftar Wikimedia

Wayang kulit

seni pertunjukan wayang yang berasal dari Jawa

Mahabharata

karya sastra India kuno

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026