Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Burdah (Busiri)

Burdah atau juga dikenal dengan Qasidah Burdah merupakan syair pujian pendek kepada Muhammad, penerima dan penyampai wahyu agama Islam, yang ditulis oleh Sharaf al-Dīn Abū ʿAbd Allāh Muḥammad ibn Saʿīd al-Sanhajī, yang juga dikenal sebagai al-Būsīrī. Beberapa sumber menyebutkan bahwa syair ini aslinya berjudul lengkap al-Kawākib al-durriyya fī Madḥ Khayr al-Bariyya, dan kemudian dikenal dengan nama Bur'ah yang bermakna kesembuhan atau kebebasan. Syair ini dikaitkan dengan kisah kesembuhan Busiri dari kelumpuhan, setelah menulis syair ini dan bermimpi bertemu Muhammad, yang menghadiahkan jubahnya kepada Busiri.

syair pujian kepada Muhammad karya Imam Bushiri
Diperbarui 20 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Burdah (Busiri)
Manuskrip Burdah berkaligrafi milik Sultan Qaitbay. Koleksi Perpustakaan Chester Beatty Library.

Burdah atau juga dikenal dengan Qasidah Burdah (Arab: قصيدة البردةcode: ar is deprecated , Qasīdat al-Burda; Indonesia: Kasidah Jubah) merupakan syair pujian pendek kepada Muhammad, penerima dan penyampai wahyu agama Islam, yang ditulis oleh Sharaf al-Dīn Abū ʿAbd Allāh Muḥammad ibn Saʿīd al-Sanhajī, yang juga dikenal sebagai al-Būsīrī. Beberapa sumber menyebutkan bahwa syair ini aslinya berjudul lengkap al-Kawākib al-durriyya fī Madḥ Khayr al-Bariyya (الكواكب الدريَّة في مدح خير البريةcode: ar is deprecated , Kemilau Surgawi dalam Pujian Sebaik-baik Ciptaan), dan kemudian dikenal dengan nama Bur'ah (البُرأةcode: ar is deprecated ) yang bermakna kesembuhan atau kebebasan.[1][2] Syair ini dikaitkan dengan kisah kesembuhan Busiri dari kelumpuhan, setelah menulis syair ini dan bermimpi bertemu Muhammad, yang menghadiahkan jubahnya kepada Busiri.[3]

Syair ini berisi pujian-pujian keagungan Muhammad sebagai seorang nabi utusan Allah, mengisahkan kelahiran dan kehidupannya, perihal cinta kasih dan pengendalian hawa nafsu, doa-doa, pujian terhadap Al-Quran, kisah Isra' dan Mi'raj, dan seruan perjuangan dakwah.[4] Hal-hal tersebut disampaikan melalui format panegirik pujian dalam bahasa Arab Klasik. Umumnya, syair ini dibaca dalam ragam momen, beberapa dengan pengharapan pemberkahan (tawassul) kepada Allah melalui pujian kepada Muhammad.[4] Karena ketenarannya, serta riwayat-riwayat yang menyebutkan manfaat membacanya, syair ini menyebar dengan cepat ke seantero dunia Muslim, bahkan mengalahkan Qasidah Burdah yang lebih awal dikarang oleh Ka'b bin Zuhayr.[5][3][2] Dalam konteks negara-negara Muslim, seperti Indonesia, syair ini dibaca dalam momen peringatan Maulid Nabi Muhammad, bersama dengan syair-syair pujian lain, seperti al-Barzanji.[6]

Bait-bait dalam syair ini juga digunakan sebagai kaligrafi penghias di ragam bangunan karya arsitek Muslim di ragam era, utamanya era Utsmaniyyah, maupun ditulis dalam ragam kaligrafi manuskrip dan lukisan.[2] Karena persebaran ini juga, bait dalam syair ini juga telah diterjemahkan ke dalam ragam bahasa yang digunakan oleh umat Muslim di seluruh dunia.[5]

Komposisi

Manuskrip Burdah koleksi Perpustakaan Koleksi Khusus, Universitas Michigan nomor manuskrip Isl. Ms. 228.

Kasidah Burdah terdiri dari sepuluh bab dengan total keseluruhan 160 bait, tiap bait beritme sama satu sama lain. Beberapa tradisi pembacaan dilakukan dengan diselingi bait mawlāya shalli wa sallim dā'iman abadān, 'ala habībika khayril khalqi kullihimī (مولاي صل وسلم دائما أبدا على حبيبك خير الخلق كلهمcode: ar is deprecated ; Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu rahmat dan keselamatan atas kekasih-Mu, Nabi Muhammad, selamanya), baik antara baitnya, atau hanya tiap pergantian bab saja. Tiap bait dalam Kasidah Burdah diakhiri dengan huruf م (mīm), suatu gaya yang disebut dengan istilah mīmiyyah dalam kajian ilmu Qawafi.

Adapun sepuluh bab dalam syair ini memiliki tema-tema tersendiri, yaitu:

  • Kerinduan yang puitis kepada Muhammad
  • Peringatan terhadap hawa nafsu
  • Pujian kepada Muhammad
  • Kisah kelahiran Muhammad
  • Mukjizat Nabi Muhammad
  • Pujian kepada Al-Quran
  • Isra' dan Mi'raj
  • Perjuangan dakwah Muhammad
  • Permohonan syafaat kepada Muhammad
  • Munajat dan doa

Pranala luar

  • Qasidah Burdah lengkap dan terjemahannya.

Referensi

  1. ↑ Clouston, W. A. (William Alexander) (1881). Arabian poetry for English readers (dalam bahasa Inggris). Glasgow, Priv. Print. [MʻLaren and Son, printers]. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  2. 1 2 3 Açıl, Berat (September 2024). "Portraying multilingualism in Ottoman literary culture: Qasidat al-burdah translations in ornamented manuscripts". postmedieval. 15 (3): 819–845. doi:10.1057/s41280-024-00332-3.
  3. 1 2 Stetkevych, Suzanne Pinckney (2006). "From Text to Talisman: Al-Būsīrī's Qasīdat al-Burdah (Mantle Ode) and the Supplicatory Ode". Journal of Arabic Literature. 37 (2): 145–189. doi:10.1163/157006406778660331.
  4. 1 2 Irawan, Aguk (25 November 2018). "Bid'ah Indah Maulid Nabi: Kitab Puisi". Alif.ID. Diarsipkan dari asli tanggal 2025-05-01. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  5. 1 2 Ghali, Walid (2022). Gallien, Claire; Bin Tyeer, Sarah R. (ed.). Poems in Praise of the Prophet (madīḥ) as a Citizen of the Literary World. Edinburgh University Press. hlm. 113–138. ISBN 978-1-4744-8408-4.
  6. ↑ Sperl, Stefan, ed. (1996). Qasida Poetry in Islamic Asia and Africa: 1. Classical Traditions & Modern Meanings. Middle East and Islamic Studies - Book Archive pre-2000. Leiden Boston: Brill. ISBN 978-90-04-53940-2.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
    • 2
    • 3
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
    • 2
  • Data BnF
    • 2
  • Israel
Lain-lain
  • İslâm Ansiklopedisi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Komposisi
  2. Pranala luar
  3. Referensi

Artikel Terkait

Cahaya Rasul 7

album musik oleh Mayada tahun 2005

Berdah

pada karya sastra terkenal Qashidah al-Burdah karya Imam al-Bushiri, seorang penyair sufi dari abad ke-13. Qasidah ini berisi syair-syair pujian terhadap

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026