Blimbing adalah desa di kecamatan Bruno, Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia yang berbatasan langsung dengan kecamatan Kepil, Wonosobo. Desa Blimbing berjarak 8 Km dari pusat kecamatan Bruno atau 37 Km berkendara dari kota Kabupaten Purworejo melalui jalan raya Purworejo-Wonosobo.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
Desa Blimbing | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Purworejo | ||||
| Kecamatan | Bruno | ||||
| Kode pos | 54261 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.06.13.2007 | ||||
| Luas | 4.25 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 4664 jiwa (data PEMDES 2024) | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Blimbing adalah desa di kecamatan Bruno, Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia yang berbatasan langsung dengan kecamatan Kepil, Wonosobo. Desa Blimbing berjarak 8 Km dari pusat kecamatan Bruno atau 37 Km berkendara dari kota Kabupaten Purworejo melalui jalan raya Purworejo-Wonosobo.
Desa Blimbing terletak di wilayah perbukitan dengan ketinggian antara 260-600 mdpl, di mana di sebelah selatan desa ini terdapat perbukitan yang membentang dari barat ke timur, dengan puncak tertinggi adalah Bukit Wayang Lor (495 mdpl).
Desa Blimbing dikenal sebagai salah satu sentra buah durian di Kecamatan Bruno.
Selain itu, desa ini juga dilintasi oleh sungai yang cukup besar, yaitu Sungai Jali.
Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
| Utara | Desa Kaliwungu dan Desa Tegalsari |
| Timur | Kabupaten Wonosobo |
| Selatan | Desa Somoleter |
| Barat | Desa Kaliwungu |
Wilayah Administrasi desa Blimbing terdapat 5 Rukun Warga(RW) dan 19 Rukun Tetangga (RT) Menurut Desa/Kelurahan di Kecamatan Bruno, 2022
Berikut ini Dusun, Sub-dusun, Pedukuhan, wilayah atau Lingkungan di Desa Blimbing:
Kesenian tradisional Kuda Lumping Langgeng Budoyo di desa Blimbing harus terus dilestarikan karena merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai historis dan estetika. Pertunjukan Kuda Lumping ini tidak hanya menampilkan keindahan gerakan tari yang memukau, tetapi juga mengandung makna spiritual dan simbolis yang mendalam bagi masyarakat.
Melalui pelestarian kesenian ini, generasi muda dapat belajar dan menghargai kebudayaan nenek moyang mereka, sekaligus menjaga identitas budaya yang unik dari desa Blimbing. Dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, sangat diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup Kuda Lumping Langgeng Budoyo agar tetap menjadi bagian integral dari kehidupan sosial dan budaya desa.
Salah satu seni tradisional, Kuda Lumping Langgeng Budoyo, tetap dilestarikan hingga saat ini. Berikut beberapa galeri foto:



Dalam hal dunia olahraga, Desa Blimbing juga memiliki klub sepak bola bernama Persatuan Sepak Bola Garuda Blimbing (PSB Garuda Blimbing). Klub ini aktif berkontribusi dalam mengembangkan bakat olahraga, khususnya sepak bola, di wilayah Kecamatan Bruno, Purworejo. PSB Garuda Blimbing sering mengikuti berbagai turnamen tingkat lokal dan regional, menjadikannya wadah utama bagi generasi muda untuk menyalurkan minat mereka di bidang olahraga sepak bola.
Terdapat tujuh sarana pendidikan di Blimbing, yang terdiri dari dua Sekolah Dasar (SD), dua Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), satu Taman Kanak-Kanak (TK), satu Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan satu Pondok Pesantren.