Bilangan 22 adalah bagian dari Kitab Bilangan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Bilangan 22 (disingkat Bil 22) adalah bagian dari Kitab Bilangan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1][2]
Terjemahan Baru (TB) membagi pasal ini:
Tempat ini kemudian dikenal sebagai "Sitim" (Yosua 2:1, Bilangan 25:1) dan lokasi tepatnya yaitu di sebelah timur sungai Yordan, di dataran Moab, berseberangan dengan kota Yerikho, di padang gurun, di Araba-Yordan, di tentangan Suf, antara Paran dengan Tofel, Laban, Hazerot dan Di-Zahab;[4] sebelas hari perjalanan jauhnya dari Horeb sampai Kadesh-Barnea, melalui jalan pegunungan Seir.[5]
Bileam rupanya merupakan seorang nabi yang populer, dan juga seorang nabi Tuhan (Yehovah). Oleh karena itu Balak mengirimkan kepadanya "upah penenung" (ayat 7) dengan harapan bahwa talenta yang dimiliki nabi tersebut dapat dipakai secara berhasil guna terhadap Israel. Apakah Bileam ini seorang nabi sejati yang kemudian murtad ataukah dia seorang nabi palsu yang kemudian dikuasai oleh Allah tidak bisa diketahui dengan pasti. Pembahasan mengenai tokoh ini di tempat lain dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tetap bersifat merendahkannya (Bilangan 31:8, 16; Ulangan 23:5, 6; Yosua 13:22; Yosua 24:9; Nehehemia 13:2; 2 Petrus 2:13–15; Yudas 1:11; Wahyu 2:14). Sekalipun beberapa penulis telah mengemukakan alasan yang lemah bahwa dalam Mikha 6:5 Allah berbicara secara positif tentang Bileam, sesungguhnya di dalam ayat tersebut Allah hanya berbicara secara positif tentang berkat-Nya kepada Israel melalui seorang nabi yang tersesat dan sama sekali tidak berbicara apa-apa tentang watak Bileam. Di dalam Yosua 13:22 Bileam dinamakan juru tenung (haqqõsèm) dan praktik tenung merupakan kegiatan yang dianggap keji oleh Tuhan (Ulangan 18:10). Ada yang menyejajarkan nabi ini dengan Simon Magus (Kisah 8:13–24) seorang percaya yang bingung yang berusaha memadukan ilmu tenung dengan kuasa Roh Kudus. Dalam Bilangan 24:1 dikatakan bahwa Bileam biasanya berusaha memanfaatkan ilmu nujum (nehashim).[9]