Sir Bhupinder Singh adalah Maharaja Patiala sekaligus seorang pemain kriket. Masa pemerintahannya sebagai Maharaja negara pribumi Patiala di India Britania berlangsung dari tahun 1900 hingga 1938. Ia merupakan anggota dinasti Phulkian. Selama masa pemerintahannya, Singh dikenal karena kehidupannya yang mewah, kontribusinya dalam bidang olahraga, serta perannya sebagai sekutu Raj Britania. Banyak anak Singh yang menikah dengan tokoh-tokoh ternama, dan melalui garis keturunannya, Singh memiliki banyak keturunan terkenal.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sir Bhupinder Singh GCSI GCIE GCVO GBE | |
|---|---|
| Maharaja Patiala (lainnya) | |
Bhupinder Singh, c. 1911 | |
| Maharaja Patiala | |
| Berkuasa | 8 November 1900 – 23 Maret 1938 |
| Pendahulu | Rajinder Singh |
| Penerus | Yadavindra Singh |
| Menteri Negara | Lihat daftar |
| Kelahiran | (1891-10-12)12 Oktober 1891 Istana Moti Bagh, Patiala, Negara Patiala, Provinsi Punjab, Raj Britania Raya |
| Kematian | 23 Maret 1938(1938-03-23) (umur 46) Patiala, Negara Patiala, Provinsi Punjab, Raj Britania Raya |
| Pasangan | 10 |
| Keturunan Detail | Diperkirakan 52, termasuk Yadavindra Singh dan Bhalindra Singh |
| Dinasti | Phulkian |
| Ayah | Rajinder Singh |
| Ibu | Jasmer Kaur Manshahia |
| Agama | Sikhisme |
Sir Bhupinder Singh (12 Oktober 1891 – 23 Maret 1938) adalah Maharaja Patiala sekaligus seorang pemain kriket. Masa pemerintahannya sebagai Maharaja negara pribumi Patiala di India Britania berlangsung dari tahun 1900 hingga 1938.[1] Ia merupakan anggota dinasti Phulkian. Selama masa pemerintahannya, Singh dikenal karena kehidupannya yang mewah, kontribusinya dalam bidang olahraga, serta perannya sebagai sekutu Raj Britania.[2] Banyak anak Singh yang menikah dengan tokoh-tokoh ternama, dan melalui garis keturunannya, Singh memiliki banyak keturunan terkenal.[3][4][5]
Bhupinder Singh lahir pada 12 Oktober 1891 di Istana Moti Bagh, Patiala.[6] Ia dilahirkan dalam dinasti Jat Sikh Phulkian dan klan Sidhu.[7] Singh menempuh pendidikan di Perguruan Aitchison di Lahore. Ia kemudian dikirim ke negara pribumi Dholpur, yang diduga karena adanya ancaman terhadap hidupnya akibat intrik di istana Patiala. Singh kembali ke Patiala pada awal tahun 1900, hanya beberapa bulan sebelum ayahnya meninggal dunia.[8]
Pada usia 9 tahun, Singh naik takhta sebagai Maharaja Negara Patiala setelah kematian ayahnya, Maharaja Rajinder Singh, pada 9 November 1900. Rajinder Singh meninggal akibat alkoholisme, sedangkan ibu Singh, Jasmer Kaur, telah meninggal beberapa tahun sebelumnya karena tuberkulosis.[8][9] Sebuah Dewan Wali memerintah atas namanya hingga ia mengambil alih sebagian kekuasaan sesaat sebelum ulang tahunnya yang ke-18 pada 1 Oktober 1909, dan kemudian diberi kekuasaan penuh oleh Raja Muda India, Earl Minto ke-4, pada 3 November 1910.
Singh menikah sebanyak sepuluh kali dan memiliki harem yang terdiri dari 350 selir. Ia menjadi ayah dari 88 anak, dengan 52 di antaranya bertahan hidup hingga dewasa.[5] Kesehatannya mulai memburuk, dan ia meninggal pada 23 Maret 1938.[3]