Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Benteng Speelwijk

Benteng Speelwijk merupakan benteng pertahanan bersejarah yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda di wilayah Kampung Pamarican, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten. Pembangunan benteng ini dilaksanakan dalam tiga fase utama antara tahun 1681 hingga 1731, dengan periode konstruksi awal terjadi pada 1681-1684. Nama benteng diambil dari nama Cornelis Janszoon Speelman, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang memerintah pada masa awal pembangunannya.

cagar budaya di kota Serang
Diperbarui 5 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Benteng Speelwijk
Infotaula de geografia políticaBenteng Speelwijk
bangunan Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 6°1′51.14507″S 106°9′2.41502″E / 6.0308736306°S 106.1506708389°E / -6.0308736306; 106.1506708389 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaBanten
Kota di IndonesiaSerang Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata

Benteng Speelwijk merupakan benteng pertahanan bersejarah yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda di wilayah Kampung Pamarican, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten.[1] Pembangunan benteng ini dilaksanakan dalam tiga fase utama antara tahun 1681 hingga 1731, dengan periode konstruksi awal terjadi pada 1681-1684.[2] Nama benteng diambil dari nama Cornelis Janszoon Speelman, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang memerintah pada masa awal pembangunannya.[3]

Sebagai instalasi militer, Benteng Speelwijk berfungsi sebagai pusat pertahanan dan pengawasan terhadap jalur perdagangan yang dikuasai Belanda, sekaligus mengontrol akses menuju Pelabuhan Banten. Keberadaan benteng ini juga merepresentasikan perluasan pengaruh kolonial Belanda di wilayah Kesultanan Banten, khususnya selama masa pemerintahan Sultan Abu Nashar Abdul Qahar (Sultan Haji) antara tahun 1672-1684, ketika terjadi kerja sama antara kesultanan dengan pihak kolonial dalam menyelesaikan konflik internal.[2][4]

Sejarah

Benteng Speelwijk didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-17 sebagai bagian dari sistem pertahanan dan pusat pengawasan perdagangan di wilayah Banten. Pembangunan utama berlangsung antara tahun 1667 hingga 1682, pada masa pemerintahan Sultan Abu Nasr Abdul Qohhar (Sultan Haji) yang berkuasa dari 1672 hingga 1684. Periode ini menandai kerja sama antara kesultanan dengan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dalam menyelesaikan konflik internal di Banten.[2][4]

Nama benteng diambil dari Cornelis Janszoon Speelman, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang menjabat dari 1681 hingga 1684. Arsitek Belanda Hendrick Loocaszoon Cardeel merancang benteng ini dengan lokasi strategis di pusat pemerintahan Kesultanan Banten masa itu. Fungsi utamanya meliputi pengamanan jalur perdagangan Belanda, pengendalian akses pelabuhan, serta sebagai simbol dominasi VOC di wilayah Banten.[3]

Benteng ini menjadi saksi penting dalam konflik antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan putranya Sultan Haji yang didukung Belanda, yang pada akhirnya menyebabkan kemunduran Kesultanan Banten. Perluasan benteng dilanjutkan pada tahun 1685 dan 1731 di bawah pemerintahan Sultan Haji. Selain sebagai instalasi militer, benteng berfungsi sebagai pusat administrasi dan perdagangan VOC. Proses pembangunannya melibatkan tenaga kerja dari etnis Tionghoa dengan upah rendah, dan struktur benteng didirikan di atas bekas tembok Keraton Surosowan.[4]

Arsitektur

Benteng Speelwijk menampilkan perpaduan antara gaya arsitektur Eropa dan elemen lokal, menghasilkan struktur pertahanan yang fungsional sekaligus memiliki nilai strategis untuk pengawasan perdagangan di wilayah Banten. Benteng dengan denah persegi panjang berukuran sekitar 70×70 meter ini memiliki bentuk tidak simetris, dilengkapi bastion di setiap sudut dan dikelilingi tembok pertahanan setinggi tiga meter.

Material konstruksi utama terdiri dari batu bata dan batu alam tebal, diperkuat dengan sistem parit pertahanan selebar 1,5 hingga 2 meter. Dalam kompleks benteng terdapat berbagai fasilitas pendukung seperti gudang senjata, kantor administrasi, gereja, serta bangunan residensial bagi perwira, meski saat ini sebagian besar hanya tersisa pondasinya. Desain arsitektural oleh Hendrick Loocaszoon Cardeel pada periode 1681-1684 memadukan aspek pertahanan, estetika, dan fungsi administratif, termasuk menara pengawas dan ruang bawah tanah untuk logistik.

Sebagai warisan arsitektur kolonial, benteng ini merepresentasikan sistem pertahanan Belanda yang diadaptasi dengan kondisi lokal, sekaligus berfungsi sebagai pusat kendali politik dan militer VOC di Kesultanan Banten.[5][6]

Pondasi bangunan benteng ini terbuat dari tumpukan batu karang yang direkatkan dengan kapur. Hal ini sebagai bukti bahwa Benteng Speelwijk memang dibangun dari sisa-sisa puing kehancuran Keraton Surosowan.[7]

Kondisi saat ini

Benteng Speelwijk saat ini sudah tinggal sisa reruntuhan karena sudah tidak utuh lagi, di beberapa bagian bahkan ada yang sudah rata dengan tanah. Area benteng yang cukup luas sekarang sudah berubah menjadi lapangan sepakbola yang gawangnya ditanam secara permanen, menjadi tempat bermain bola bagi masyarakat sekitar.[7]

Pada dinding bagian atas di sebelah utara dari pintu masuk, masih ada menara pengintai yang cukup kokoh. Di menara itu, ada salah satu lubang seukuran satu meter yang dulunya adalah tempat menyimpan meriam yang siap diledakkan, menara tersebut dinamakan bastion. Bastion tersebut merupakan lubang menara yang masih tersisa hingga saat ini karena sebenarnya ada tiga bastion yang terdapat di menara tersebut.[7]

Referensi

  1. ↑ Media, Kompas Cyber (2021-09-01). "Benteng Speelwijk: Sejarah, Fungsi, dan Kompleks Bangunan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-06-19.
  2. 1 2 3 "Kabar Cagar Budaya dari Banten Bernama Benteng Speelwijk". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2025-06-19.
  3. 1 2 SiGMA, Redaksi (2022-09-09). "Mengenal Benteng Speelwijk - LPM SiGMA". Diakses tanggal 2025-06-19.
  4. 1 2 3 "Sejarah Benteng Speelwijk, Saksi Kejayaan Kesultanan Banten". www.orami.co.id. 2022-07-06. Diakses tanggal 2025-06-19.
  5. ↑ Ilham (2025-05-25). "Jejak Sejarah dan Arsitektur Megah Benteng Speelwijk di Banten Lama!". Archipelago Indonesia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-19.
  6. ↑ "Benteng Speelwijk, Hadiah Sultan Banten untuk Jenderal VOC – Cilegon Hills". Diakses tanggal 2025-06-19.
  7. 1 2 3 "Menapaki Kejatuhan Kesultanan Banten |". republika.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-03-05.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Arsitektur
  3. Kondisi saat ini
  4. Referensi

Artikel Terkait

Kota Cilegon

kota di Provinsi Banten

Daftar cagar budaya di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Meriam di Halaman Gedung Mahligai Sultan Adam

meriam di Banjar, Kalimantan Selatan, Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026