Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Baso, Agam

Baso adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Indonesia. Kecamatan ini menghubungi dua kota yaitu sekitar 10 km dari Kota Bukittinggi dan 15 km dari Kota Payakumbuh.

kecamatan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat
Diperbarui 10 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Kecamatan in Sumatera BaratTemplat:SHORTDESC:Kecamatan in Sumatera Barat
Baso
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Barat
KabupatenAgam
Pemerintahan
 • CamatImran Pangaduan, S.Sos
Populasi
 • Total37,838 jiwa
Kode pos
26192
Kode Kemendagri13.06.08 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS1307080 Suntingan nilai di Wikidata
Luas70,3 km²
Kepadatan540 jiwa/km²
Nagari/kelurahan8
Peta
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 0°17′0.48804″S 100°28′38.96659″E / 0.2834689000°S 100.4774907194°E / -0.2834689000; 100.4774907194

Baso adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Indonesia. Kecamatan ini menghubungi dua kota yaitu sekitar 10 km dari Kota Bukittinggi dan 15 km dari Kota Payakumbuh.

Pada kecamatan ini terdapat 8 nagari, yaitu:

  1. Nagari Koto Baru
  2. Nagari Koto Gadang
  3. Nagari Koto Tinggi
  4. Nagari Padang Tarok
  5. Nagari Salo
  6. Nagari Simarasok
  7. Nagari Sungai Cubadak
  8. Nagari Tabek Panjang[1]

Sejarah

Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar.

Nama Baso diambil dari salah satu nama jorong di Kecamatan Baso yaitu jorong Baso.

Geografi

Kecamatan Baso berada di kaki Gunung Marapi dengan daerah yang berombak dan berbukit sampai dengan lereng yang sangat terjal. Kecamatan Baso berada pada ketinggian antara 725 hingga 1525 m di atas permukaan laut.

Tempratur udara di Kecamatan Baso adalah antara 20 °C hingga 28 °C. Kelembapan udara 88%, kecepatan angin antara 4 hingga 20 km/jam dan penyinaran matahari rata-rata 58%. Curah hujan daerah Kecamatan Baso adalah antara 3500 hingga 4000 mm/tahun tanpa bulan kering.

Kecamatan Baso dilalui oleh 3 batang air yaitu Batang Agam, Batang Jabua dan batang Laia. Kecamatan Baso yang berjarak 80 km dari ibu kota Kabupaten Agam itu memiliki batas wilayah administrasi pemerintahan sebagai berikut:

Utara Kecamatan Kamang Magek dan Kabupaten Lima Puluh Kota
Selatan Kecamatan Canduang
Barat Kecamatan Tilatang Kamang dan Kecamatan Ampek Angkek
Timur Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Lima Puluh Kota

Kependudukan

Etnis

Penduduk Kecamatan Baso sebagian besar berasal dari etnis Minangkabau.

Agama

Penduduk Kecamatan Baso adalah pemeluk agama islam yang memiliki 114 sarana ibadah yang terdiri dari 26 masjid, 28 mushalla dan 60 langgar.

Pemerintahan

Artikel utama: Daftar Camat Baso

Masa Kolonial dan Awal Kemerdekaan

Pada masa kolonial Belanda Onderdistrick Baso merupakan bagian dari Districk Tilatang Kamang Ampek Angkek Canduang di mana Districk ini terdiri atas Onderdistrick Tilatang Kamang, Onderdistrick Ampek Angkek Canduang dan Onderdistrick Baso yang diperintah oleh seorang Demang yang berkedudukan di Biaro.

Pada zaman penjajahan Jepang, sekitar tahun 1943 bentuk Pemerintahan Ampek Angkek Canduang mengalamai perubahan dan diganti menjadi dua bagian, di mana Nagari Panampuang, Lambah, Balai Gurah, Lasi dan Bukik Batabuah serta Canduang Koto Laweh bergabung dengan 5 nagari di Wilayah Baso yaitu Bungo Koto Tuo, Koto Tinggi, Padang Tarok, Simarasok dan Tabek Panjang yang diperintah oleh Demang Muda yang berkedudukan di Baso. Sedangkan nagari-nagari lainnya di Pemerintahan Ampek Angkek Canduang bergabung dengan Daerah Kota Bukittinggi yang diberi nama Bukittinggi Shi III.

Pada bulan November 1947 Nagari Biaro Gadang, Ampang Gadang dan Batu Taba dipisahkan dari Kota Bukittinggi, kemudian bergabung dengan Kabupaten Agam yang menjadi bagian Pemerintahan Wilayah Baso.

Pada Agresi Militer II dimulai bulan Februari 1949, Pemerintahan Wilayah Baso dipimpin oleh Camat Militer Baso yang berkedudukan di Baso meliputi 5 Nagari di Wilayah Baso ditambah Nagari di sebelah Utara rel Kereta Api Pemerintahan Wilayah Ampek Angkek Canduang.

Selanjutnya dengan Ketetapan Bupati/Ketua Dewan Pemerintah Daerah Sementara Kabupaten Agam melalui Surat Keputusan Nomor 038/2-2/1950 tanggal 22 Juni 1950, Nagari di sebelah Utara rel Kereta Api Pemerintahan Wilayah Ampek Angkek Canduang diserahkan kepada Pemerintahan Ampek Angkek Canduang dan 5 Nagari di Pemerintahan Wilayah Baso yang Pemerintahannya dipimpinan oleh seorang Assisten Wedana yang berkedudukan di Baso.

Setelah Kemerdekaan

Semenjak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 05 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah, maka pada tahun 1975 istilah Assisten Wedana diganti dengan Camat selaku Kepala Wilayah. Kantor Camat baso sendiri berada di Ampuah, yang secara administratif merupakan bagian dari Jorong Baso.

Pembagian Adminisratif

Sebelum tahun 1979, Kecamatan Baso mempunyai lima Nagari yaitu Bungo Koto Tuo, Koto Tinggi, Padang Tarok, Simarasok dan Tabek Panjang.

Setelah diberlakukannya Undang Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang pemerintahan desa, sistem nagari dihilangkan. Jorong yang mempunyai penduduk lebih dari 1000 jiwa diganti statusnya menjadi desa. Sedangkan jorong yang mempunyai penduduk kurang dari 1000 jiwa maka disatukan dengan jorong lain hingga di Kecamatan Baso mempunyai 17 Desa yang dipimpin olek Kepala Desa.

Pada masa otonomi daerah berlaku, pemerintahan nagari kembali digunakan. Hingga kecamatan Baso kembali mempunyai 5 nagari dan 23 jorong. Pada awal otonomi daerah tersebut nagari Bungo Koto Tuo dimekarkan menjadi 2 nagari yaitu nagari Koto Baru dan nagari Salo sehingga kecamatan Baso kini mempunyai 6 nagari dan 27 jorong.

Pada tahun 2017, Bupati Agam mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2017 yang membentuk nagari persiapan, yakni Nagari Koto Gadang di wilayah Kecamatan Baso. Nagari Koto Gadang merupakan pemekaran dari wilayah Nagari Koto Tinggi.[2]

Kesehatan

Pelayanan kesehatan di kecamatan Baso telah memadai, yang mana di kecamatan Baso telah terdapat 2 puskesmas, 8 puskesmas pembantu, 3 puskesmas keliling dan 64 posyandu.

Pendidikan

Kecamatan Baso dulunya merupakan salah satu wilayah pendidikan di Sumatera Barat di mana diawal tahun 1960 salah satu kampus Universitas Andalas dibangun di Ampuah. Namun sayang, kampus tersebut porakporanda saat periode PRRI. Sisa bangunan kampus Unand tersebut sekarang adalah bangunan dari SMP Negeri 1 Baso dan SMA Negeri 1 Baso. Sarana pendidikan di Kecamatan Baso telah tersedia pada tingkat pendidikan TK/sederajat hingga Perguruan Tinggi.

Salah satu kampus IPDN terdapat di kecamatan ini, tepatnya di Nagari Sungai Cubadak dan Nagari Koto Tinggi.

Pendidikan formal TK atau RA negeri dan swasta SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA atauMA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 20 28 6 2 1 1
Data sekolah di Kecamatan Baso
Sumber: Profil Kecamatan Baso

Perhubungan

Kecamatan Baso memiliki 121,7 km jalan terdiri dari 9,7 jalan negara, 7 km jalan provinsi dan 55 km adalah jalan kabupaten. Sisanya adalah jalan desa.

Selain itu, kecamatan baso mempunyai transportasi angkutan umum yang sangat memadai. Ada beberapa rute yang dilalui oleh beberapa angkutan umum di Kecamatan Baso. Yang mana rute tersebut menghubungkan beberapa lokasi maupun tempat wisata di Kecamatan Baso dengan Kota Bukittinggi ataupun Pasar Baso yang menjadi sentral ekonomi masyarakat Kecamatan Baso.

NoNama POAlamat PORute
1Trayek 01.01Sungai JaniahSungai Janiah - Bukittinggi
2Trayek 01.02SimarasokSimarasok - Bukittinggi
3Trayek 01.03Sungai AngekSungai Angek - Bukittinggi
4Trayek 01.04SaloSalo - Bukittinggi
5Trayek 01.05Padang TarokTitih - Bukittinggi
6Trayek 01.06Ujuang GuguakUjuang guguak - Bukittinggi
7Trayek 01.07Pincuran PutiLabuang Baru - Bukittinggi
8Trayek 01.08Simpang Koto BaruKoto Baru - Bukittinggi
9Trayek 01.09Pincuran PutiTampuak Cubadak - Bukittinggi

Pariwisata

Di kecamatan Baso terdapat beberapa tempat wisata seperti Ngalau Baso, Ngalau Simarasok dan yang terkenal adalah Ikan Sakti Sungai Janiah.

Perekonomian

Kecamatan Baso memiliki pasar serikat yang didirikan pada masa Kolonial Belanda yang bernama Pasa Baso yang beroperasi setiap hari Senin, Kamis dan Sabtu. Pasar ini merupakan pasar terbesar di Kabupaten Agam. Selain Pasa Baso terdapat pula pasar serikat di Nagari Padang Tarok, kemudian pasar nagari di Nagari Koto Baru dan di Nagari Koto Gadang.

Prestasi

Kecamatan Baso telah memiliki banyak prestasi di tingkat Provinsi Sumatera Barat maupun tingkat Nasional. Salah satunya, Nagari Tabek Panjang yang meraih 8 besar tingkat Nasional perlombaan Desa oleh Menteri Dalam Negeri tahun 2007 dan Nagari Simarasok yang juga meraih peringkat pertama Lomba Desa se Indonesia oleh Menteri Dalam Negeri tahun 2011.

Referensi

  1. ↑ "Badan Pusat Statistik Kabupaten Agam". agamkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2024-04-07.
  2. ↑ https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/74367/perbup-kab-agam-no-16-tahun-2017

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs web resmi Kabupaten Agam
  • (Indonesia) Situs web resmi Kecamatan Baso
  • l
  • b
  • s
Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat
Nagari
  • Koto Baru
  • Koto Gadang
  • Koto Tinggi
  • Padang Tarok
  • Salo
  • Simarasok
  • Sungai Cubadak
  • Tabek Panjang
  • l
  • b
  • s
Kabupaten Agam, Sumatera Barat
  • Bupati: Benni Warlis
  • Wakil Bupati: Muhammad Iqbal
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kecamatan
  • IV Koto
  • Ampek Angkek
  • Ampek Nagari
  • Banuhampu
  • Baso
  • Candung
  • Kamang Magek
  • Lubuk Basung
  • Malalak
  • Matur
  • Palupuh
  • Palembayan
  • Sungai Pua
  • Tanjung Mutiara
  • Tanjung Raya
  • Tilatang Kamang
Lambang Kabupaten Agam
Lihat juga: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Agam

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Geografi
  3. Kependudukan
  4. Etnis
  5. Agama
  6. Pemerintahan
  7. Masa Kolonial dan Awal Kemerdekaan
  8. Setelah Kemerdekaan
  9. Pembagian Adminisratif
  10. Kesehatan
  11. Pendidikan
  12. Perhubungan
  13. Pariwisata
  14. Perekonomian
  15. Prestasi
  16. Referensi

Artikel Terkait

Daftar kecamatan dan kelurahan/nagari/desa di Sumatera Barat

artikel daftar Wikimedia

Daftar kabupaten dan kota di Sumatera Barat

artikel daftar Wikimedia

Kabupaten Agam

kabupaten di Provinsi Sumatera Barat

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026