Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bank Jawa

Bang Jawa adalah bank penerbit mata uang di Hindia Belanda, didirikan pada 1828 dan dinasionalisasi pada 1951 oleh Pemerintah Indonesia untuk menjadi bank sentral negara Indonesia yang baru saja merdeka, kemudian diubah namanya menjadi Bank Indonesia. Lebih dari seabad, Bank Jawa merupakan institusi utama dari sistem finansial Hindia Belanda bersama dengan tiga "bank komersial besar", di mana bank-bank tersebut merupakan bank penerbit mata uang sekaligus bank komersial.

bank penerbit mata uang di Hindia Belanda, didirikan pada 1828 dan dinasionalisasi pada 1951
Diperbarui 17 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bank Jawa
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2025)
Bekas kantor pusat Bank Jawa di Batavia, saat ini menjadi Museum Bank Indonesia di Jakarta

Bang Jawa (bahasa Belanda: De Javasche Bank N.V.code: nl is deprecated , disingkat sebagai DJB) adalah bank penerbit mata uang di Hindia Belanda, didirikan pada 1828 dan dinasionalisasi pada 1951 oleh Pemerintah Indonesia untuk menjadi bank sentral negara Indonesia yang baru saja merdeka, kemudian diubah namanya menjadi Bank Indonesia. Lebih dari seabad, Bank Jawa merupakan institusi utama dari sistem finansial Hindia Belanda bersama dengan tiga "bank komersial besar" (Nederlandsche Handel-Maatschappij, Nederlandsch-Indische Handelsbank, dan Nederlandsch-Indische Escompto Maatschappij),[1]: 703  di mana bank-bank tersebut merupakan bank penerbit mata uang sekaligus bank komersial.

Latar belakang

Bank pertama yang didirikan di kepulauan Indonesia adalah Bank van Courant, yang didirikan pada 1746, untuk mendukung aktivitas dagang. Pada 1752, bank tersebut berubah nama menjadi De Bank van Courant en Bank Van Leeningcode: de is deprecated dan diberikan mandat untuk memberikan pinjaman kepada pegawai dari Perusahaan Hindia Timur Belanda. Pada 1818, bank ini ditutup karena krisis finansial.[2]

Periode kolonial Belanda

Willem I dari Belanda memberikan izin untuk mendirikan bank swasta di Hindia Belanda pada 1826, yang bernama De Javasche Bank. Bank ini didirikan pada 24 Januari 1828, dan kemudian menjadi bank penerbitan mata uang di Hindia Belanda, mencetak dan mengatur Gulden Hindia Belanda.

Pada 1829, bank membuka kantor cabang di Semarang dan Surabaya, kemudian membukan cabang di Padang (1864), Makassar (1864), Cirebon (1866), Solo (1867), Pasuruan (1867), Yogyakarta (1879), Pontianak (1906), Bengkalis (1907), Medan (1907), Banjarmasin (1907), Tanjungbalai (1908), Tanjungpura (1908), Bandung (1909), Palembang (1909), Manado (1910), Malang (1916), Kutaraja atau Banda Aceh (1918), Kediri (1923), Pematang Siantar (1923), dan Madiun (1928).[2]

Pada 1891, DJB direpresentasikan oleh Nederlandsche Handel-Maatschappij di Belanda. Pada tahun yang sama, DJB membuka kantor di Amsterdam, yang pada 1922 diubah menjadi anak perusahaan yang diberi nama Bijbank Javasche Bankcode: nl is deprecated atau Javasche Bank Nederlandcode: nl is deprecated .[3] Tidak lama kemudian, DJB membuka kantor di New York.[4]

Saat masa pendudukan Jepang di Hindia Belanda selama Perang Dunia ke-2, pihak Jepang menutup Bank Jawa dan seluruh bank milik Belanda dan barat pada Maret 1942, dan berusaha untuk merampas sebanyak mungkin aset-asetnya.[1] Pihak Jepang kemudian menggantinya dengan bank sentral ad hoc untuk Indonesia dengan nama Nanpo Kaihatsu Ginko [jp]. Bank Java baru bisa kembali beroperasi pasca penyerahan diri Jepang pada akhir musim panas 1945.

Nasionalisasi dan kelanjutannya

Bank Jawa kemudian dinasionalisasi oleh Pemerintahan Soekarno pada 1951, dan diubah namanya menjadi Bank Indonesia pada 1 Juli 1953. Saat itu, sebagian besar pegawai dari bank merupakan orang Eropa.[5]

Pada 1962, Bank Indonesia pindah ke kantor pusat baru sedangkan bekas bangunan utamanya di Alun-alun Stasiun Jakarta Kota dibiarkan rusak dan baru direnovasi pada tahun 2000an dan dialih fungsikan sebagai Museum Bank Indonesia yang dibuka pada 21 Juli 2009.

Pada 1966, bank afiliasi yang berada di Amsterdam diubah menjadi Indonesian Overseas Bank [nl], yang kemudian berubah nama menjadi Indover Bank, bank tersebut ditutup ada 2008.[3]

Kepemimpinan Bank

Berikut ini daftar dari pemimpin dari Bank Jawa, yaitu:

  • Chr. de Haan (1828–1838)
  • C.J. Smulders (1838–1851)
  • Emanuel Francis [nl] (1851–1863)
  • Carel Wiggers van Kerchem [nl] (1863–1868)
  • J.W.C. Diepenheim (1868–1870)
  • Fokko Alting Mees [nl] (1870–1873)
  • Norbertus van den Berg [nl] (1873–1889)
  • Sako Zeverijn [nl] (1889–1893)
  • D. Groeneveld (1893–1898)
  • J. Reijsenbach (1899–1906)
  • Gerard Vissering (1906–1912)
  • Ede Zeilinga [nl] (1912–1924)
  • Leonardus Trip [nl] (1924–1929)
  • Gerard van Buttingha Wichers [nl] (1929–1945)
  • J.C. van Waveren (1946)
  • R.E. Smits (1946–1949)
  • Andre Houwink (1949–1951)
  • Sjafruddin Prawiranegara (1951–1953)

Bangunan

Gedung utama dari Bank Jawa berada di Batavia didirikan pada 1909, bangunan ini didesain oleh Eduard Cuypers dan Marius Jan Hulswit [nl], yang terletak di bekas rumah sakit kota. Bangunan tersebut di renovasi secara total pada 1926, menambahkan fasad baru pada alun-alun stasiun.[4] Kantor pusat dari tiga bank swasta terbesar dibangun berdekatan pada 1920an s.d 1930an, bank-bank tersebut adalah Nederlandsch-Indische Escompto Maatschappij di utara, Netherlands Trading Society di selatan, dan Nederlandsch-Indische Handelsbank di timur laut.

Kantor di Amsterdam dibuka pada 1891 yang beralamat di 60 Reguliersdwarsstraat, sebuah kantor perwakilan yang menumpang pada Hollandsche Hypotheekbank. Kantor kemudian pindah ke Keizersgracht 668 pada April 1892. Pada 1920, DJB memperbesar kantor ke bangunan di Keizersgracht 664, dan pada 1937–1939, bank mendirikan kantor baru dengan nomor 664-666, yang dirancang pada 1936 oleh firma arsitektur Christiaan Posthumus Meyjes jr. [nl] dan Jakob van der Linden. Entitas penerusnya yaitu, Indover Bank tetap bertahan di tempat yang sama sampai dengan 1992, sebelum mereka pindah ke Stadhouderskade.[3]

  • Head office in Batavia, before remodeling in 1926
    Kantor pusat di Batavia, sebelum direnovasi pada tahun 1926
  • Interior hall (2016)
    Aula dalam (2016)
  • Inner court (2018)
    Halaman dalam (2018)
  • Stained glass window (2018)
    Jendela kaca patri (2018)
  • Keizersgracht 666-668, former office of the Bank of Java in Amsterdam
    Keizersgracht 666-668, bekas kantor Bank Jawa di Amsterdam
  • Branch office in Bandung, built in 1918; now a museum
    Kantor cabang di Bandung, dibangun tahun 1918; sekarang menjadi museum
  • Branch office in Medan
    Kantor cabang di Medan
  • The same building, now Town Hall and Bank Indonesia branch
    Gedung yang sama, sekarang Balai Kota dan kantor cabang Bank Indonesia
  • Branch office in Surakarta
    Kantor cabang di Surakarta
  • Branch office in Yogyakarta
    Kantor cabang di Yogyakarta
  • Branch office in Padang
    Kantor cabang di Padang
  • Branch office in Palembang (1950s)
    Kantor cabang di Palembang (1950an)
  • Branch office in Surabaya
    Kantor cabang di Surabaya
  • Branch office in Malang
    Kantor cabang di Malang
  • Branch office in Banda Aceh
    Kantor cabang di Banda Aceh

Mata uang

  • 25 Guilders, 1920
    25 Guilders, 1920
  • 10 Guilders, 1934
    10 Guilders, 1934
  • 5 Guilders, 1935
    5 Guilders, 1935
  • 5 Guilders, 1937
    5 Guilders, 1937
  • 50 Guilders, 1938
    50 Guilders, 1938

Lihat juga

  • Bank Aljazair
  • Bank Utsmani
  • Bank Indochina
  • Gulden Hindia Belanda
  • Mata uang yang dikeluarkan pemerintah Jepang di Hindia Belanda
  • Sejarah Rupiah Indonesia

Catatan

  1. 1 2 Shibata Yoshimasa (1996), "The monetary policy in the Netherlands East Indies under the Japanese administration", Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, 152 (4), Brill: 699–724, doi:10.1163/22134379-90003959, JSTOR 27864801
  2. 1 2 "History of Bank Indonesia". Bank Indonesia.
  3. 1 2 3 "Indover Bank". Amsterdams Grachten Huizen.
  4. 1 2 Dirk Teeuwen. "Javasche Bank, the Old Dutch City Hospital of Batavia-Jakarta and the Mandiri Bank Museum" (PDF). Indonesia, Dutch Colonial Heritage.
  5. ↑ J. Thomas Lindblad (2004), "Van Javasche Bank naar Bank Indonesia : Voorbeeld uit de praktijk van indonesianisasi", TSEG: The Low Countries Journal of Social and Economic History, 1 (1): 28–46, doi:10.18352/tseg.791
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Periode kolonial Belanda
  3. Nasionalisasi dan kelanjutannya
  4. Kepemimpinan Bank
  5. Bangunan
  6. Mata uang
  7. Lihat juga
  8. Catatan

Artikel Terkait

Bank Indonesia

bank sentral Indonesia

Perbankan di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026