Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiBaku pukul manyapu
Artikel Wikipedia

Baku pukul manyapu

Baku pukul manyapu adalah tradisi atau atraksi budaya yang berasal dari dua negeri bertetangga di Jazirah Leihitu, Pulau Ambon bagian utara, yakni Mamala dan Morella, yang secara administratif termasuk ke dalam wilayah kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Atraksi budaya ini berlangsung setiap tanggal 7 Syawal dan telah berlangsung dari abad ke-17.

atraksi budaya di Indonesia
Diperbarui 4 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Baku pukul manyapu
Kirab budaya pembukaan acara baku pukul manyapu (perayaan 7 Syawal) di Negeri Morella, 2018.

Baku pukul manyapu adalah tradisi atau atraksi budaya yang berasal dari dua negeri bertetangga di Jazirah Leihitu, Pulau Ambon bagian utara, yakni Mamala dan Morella, yang secara administratif termasuk ke dalam wilayah kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Atraksi budaya ini berlangsung setiap tanggal 7 Syawal (dalam kalender Islam) dan telah berlangsung dari abad ke-17.[1]

Asal-usul

Baku pukul manyapu menurut sejarahnya diciptakan oleh seorang tokoh Islam dari Maluku yang bernama Imam Tuni. Tradisi ini dipertunjukkan sebagai perayaan atas keberhasilan pembangunan masjid yang selesai dibangun pada 7 Syawal, tepatnya setelah hari raya Idul Fitri.[2]

Tradisi ini juga dikaitkan dengan sejarah perjuangan Kapitan Telukabessy dengan pasukannya pada masa penjajahan Portugis dan VOC pada abad ke-16 di Kerajaan Tanah Hitu.[3] Pasukan pimpinan Kapitan Telukabessy ini bertempur untuk mempertahankan Benteng Kapahaha dari serbuan VOC, meskipun pada akhirnya harus mengalami kekalahan dan Benteng Kapahaha berhasil ditaklukkan. Untuk menggambarkan kekalahan tersebut, pasukan Telukabessy mengambil lidi enau dan saling mencambuk diri hingga berdarah.[2]

Pelaksanaan

Tradisi ini dipandang sebagai alat untuk mempererat tali persaudaraan masyarakat di negeri Morella dan Mamala. Baku pukul manyapu dilakukan oleh para pemuda yang dibagi dalam dua kelompok, di mana setiap kelompoknya berjumlah 20 orang. Kedua kelompok dengan seragam yang berbeda itu akan saling bertarung satu sama lain. Kelompok satu menggunakan celana berwarna merah sedangkan kelompok lainnya menggunakan celana berwarna hijau. Pesertanya juga diwajibkan menggunakan ikat kepala untuk menutupi telinga agar terhindar dari sabetan lidi. Alat pukul dalam tarian ini adalah lidi dari pohon enau dengan panjang sekitar 1,5 meter. Bagian tubuh yang boleh dipukul dalam tradisi ini adalah dari dada hingga perut.[4]

Ketika atraksi dimulai, kedua kelompok akan saling berhadapan dengan memegang lidi enau di kedua tangan. Ketika suara peluit mulai ditiup sebagai tanda pertandingan dimulai, kemudian kedua kelompok ini secara bergantian saling pukul menggunakan lidi tersebut.[2] Dalam tradisi baku pukul manyapu, terdapat sebuah keunikan dimana pesertanya seakan-akan tidak merasa kesakitan walaupun tubuh mereka telah berdarah akibat dari sabetan lidi.[5]

Ketika atraksi selesai, para pemuda tersebut kemudian mengobati lukanya dengan menggunakan getah pohon jarak atau juga mengoleskan minyak nyualaing matetu yang dikenal masyarakat lokal ampuh untuk mengobati patah tulang dan luka memar.[6]

Tujuan wisata

Tradisi baku pukul manyapu merupakan perayaan yang ditunggu-tunggu masyarakat dan wisatawan setiap tahunnya. Negeri Mamala dan Morella akan dipadati bahkan pada pagi hari hingga sore hari atraksi akan dimulai.[7] Dalam persiapan atraksi ini juga dapat dilihat proses pembuatan lidi enau dan juga pengolahan minyak kelapa untuk pengobatan selepas atraksi ini. Selain itu, tradisi ini juga diramaikan dengan permainan rebana, karnaval budaya, dan pertunjukan tari tradisional seperti tari putri, tari mahina, dan tari perang.[8]

Referensi

  1. ↑ (Indonesia) http://mamala-amalatu.blogspot.co.id/2015/08/selayang-pandang-sejarah-negeri-mamala.html
  2. 1 2 3 (Indonesia) Baku Pukul Manyapu, "Katong Pung Adat"
  3. ↑ (Indonesia) Foto-Foto Tradisi Pukul Manyapu Di Desa Mamala dan Morella
  4. ↑ (Indonesia) Menghadiri Tradisi Pukul Manyapu Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine.
  5. ↑ (Indonesia) Pukul Manyapu 2008
  6. ↑ (Indonesia) Tradisi Baku Pukul Manyapu[pranala nonaktif permanen]
  7. ↑ (Indonesia) Tradisi Pukul Manyapu
  8. ↑ (Indonesia) Prosesi Pukul Manyapu

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asal-usul
  2. Pelaksanaan
  3. Tujuan wisata
  4. Referensi

Artikel Terkait

Tari piring

salah satu tarian di Indonesia

Taman Mini Indonesia Indah

Taman rekreasi bertema budaya Indonesia di Jakarta

Festival Budaya Danau Toba

Festival di Danau Toba

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026