Bahau Hulu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Bahau Hulu merupakan pemekaran dari kecamatan Pujungan. Dinamakan Bahau Hulu karena di kecamatan ini merupakan lokasi hulu Sungai Bahau.Kecamatan Bahau Hulu beribukota di Long Alango.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Bahau Hulu | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Peta lokasi Kecamatan Bahau Hulu | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Kalimantan Utara | ||||
| Kabupaten | Malinau | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Victor Romawan, S.IP, M.Si[1] | ||||
| Populasi (2022)[2] | |||||
| • Total | 1.376 jiwa | ||||
| • Kepadatan | 0,44/km2 (1,1/sq mi) | ||||
| Kode Kemendagri | 65.02.11 | ||||
| Kode BPS | 6501060 | ||||
| Luas | 3.103,38 km2 | ||||
| Kepadatan | 0,44 | ||||
| Desa/kelurahan | 6/- | ||||
| |||||
Bahau Hulu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Bahau Hulu merupakan pemekaran dari kecamatan Pujungan. Dinamakan Bahau Hulu karena di kecamatan ini merupakan lokasi hulu Sungai Bahau.Kecamatan Bahau Hulu beribukota di Long Alango.
Penduduk asli yang mendiami Malinau adalah orang Dayak. Ada sekitar sebelas suku bangsa asli yang mendiami Malinau yakni Lun Bawang atau dikenal juga dengan Lundayeh, kemudian Dayak Kenyah, Dayak Kayan, Tahol, Dayak Tingalan, Dayak Punan, Abai, Dayak Berusu, Sa’ben, Tidung, dan Bulungan.[3] Dan ada juga suku lainnya seperti Suku Iban, Dayak Murut Tagal dan suku pendatang lainnya.
Pada tahun 2022, jumlah penduduk kecamatan Bahau Hulu sebanyak 1.376 jiwa, dengan kepadatan penduduk 0,44 jiwa/km².[2] Kemudian, persentasi penduduk kecamatan ini berdasarkan agama yang dianut, hampir seluruhnya beragama Kekristenan yakni 99,62%, dengan rincian Protestan sebanyak 99,17% dan Katolik sebanyak 0,45%, dianut oleh Dayak (Kenyah, Lundayeh, Murut, Tajol, Kayan, Penan, Punan). Sebagian kecil lagi menganut agama Islam yakni 0,38%.[4] Dan untuk sarana rumah ibadah, terdapat 9 gereja Protestan.[2]