Bahasa polisentris adalah suatu bahasa dengan beberapa ragam bahasa baku resmi karena adanya perbedaan budaya dan politik yang umum di negara-negara yang pernah berhubungan dalam sejarah. Contohnya seperti perbedaan bahasa Mandarin baku di Tiongkok Daratan, Taiwan, dan Singapura; Bahasa Inggris di Britania Raya, Amerika Serikat, Australia, dan beberapa negara lainnya; Bahasa Prancis di Prancis, Kanada, Swiss, dan beberapa negara lainnya. Kasus sebaliknya adalah bahasa monosentris, yang hanya memiliki satu ragam baku resmi, contohnya seperti bahasa Jepang dan bahasa Vietnam.
Dalam beberapa kasus, beberapa ragam baku yang berbeda dari bahasa polisentris dapat diakui menjadi bahasa turunan yang terpisah, seperti bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia yang diturunkan dari bahasa Melayu; Bahasa Hindi dan bahasa Urdu yang diturunkan dari bahasa Hindustani; Bahasa Serbia, bahasa Kroasia, bahasa Bosnia, dan bahasa Montenegro yang diturunkan dari bahasa Serbo-Kroasia.
Ammon, Ulrich (1995). Die deutsche Sprache in Deutschland, Österreich und der Schweiz: das Problem der nationalen Varietäten[German Language in Germany, Austria and Switzerland: The Problem of National Varieties] (dalam bahasa Jerman). Berlin & New York: Walter de Gruyter. hlm.575. ISBN3-11-014753-X. OCLC33981055.
Blum, Daniel (2002). Sprache und Politik: Sprachpolitik und Sprachnationalismus in der Republik Indien und dem sozialistischen Jugoslawien (1945-1991)[Language and Policy: Language Policy and Linguistic Nationalism in the Republic of India and the Socialist Yugoslavia (1945-1991)]. Beiträge zur Südasienforschung; vol. 192 (dalam bahasa Jerman). Würzburg: Ergon. hlm.200. ISBN3-89913-253-X. OCLC51961066.
Clyne, Michael G.; & Kipp, Sandra. (1999). Pluricentric languages in an immigrant context: Spanish, Arabic and Chinese. Berlin: Mouton de Gruyter. ISBN3-11-016577-5.
Daneš, František (1988). "Herausbildung und Reform von Standardsprachen" [Development and Reform of Standard Languages]. Dalam Ammon, Ulrich; Dittmar, Norbert; Mattheier, Klaus J (ed.). Sociolinguistics: An International Handbook of the Science of Language and Society II. Handbücher zur Sprach- und Kommunikationswissenschaft 3.2. Berlin & New York: Mouton de Gruyter. hlm.1506–1516. ISBN3-11-011645-6. OCLC639109991.
Dua, Hans Raj (1992). "Hindi-Urdu as a pluricentric language". Dalam Clyne, Michael G (ed.). Pluricentric Languages: Differing Norms in Different Nations. Contributions to the sociology of language 62. Berlin & New York: Mouton de Gruyter. hlm.381–400. ISBN3-11-012855-1. OCLC24668375.
Dollinger, Stefan (2019). The Pluricentricity Debate: On Austrian German and other Germanic Standard Varieties. London: Routledge. ISBN978-0-429-63179-5.
Kircher, Ruth (2012). "How pluricentric is the French language? An investigation of attitudes towards Quebec French compared to European French". Journal of French Language Studies. 22 (3): 345–370. doi:10.1017/S0959269512000014. S2CID143695569.