Baguazhen atau Formasi Bagua, juga dikenal sebagai Jiujun atau Jiugong baguazhen adalah formasi militer yang berasal dari Tiongkok, berdasarkan prinsip-prinsip Bagua atau Qimen Dunjia. Formasi militer ini kerap digunakan di sejarah militer Tiongkok oleh beberapa jenderal-jenderal terkemuka, paling terutama oleh Zhuge Liang. Di sumber-sumber Dinasti Song, Bazhen juga dikenal sebagai jiujunzhen.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Baguazhen | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi tradisional: | 八卦陣code: zh is deprecated | ||||||
| Hanzi sederhana: | 八卦阵code: zh is deprecated | ||||||
| |||||||
Baguazhen (Hanzi: 八卦陣; Pinyin: bāguàzhèn; harfiah: 'formasi (militer) delapan tigram') atau Formasi Bagua, juga dikenal sebagai Jiujun (harfiah: 'Sembilan angkatan') atau Jiugong baguazhen (九宮八卦陣, formasi bagua sembilan istana) adalah formasi militer yang berasal dari Tiongkok, berdasarkan prinsip-prinsip Bagua atau Qimen Dunjia. Formasi militer ini kerap digunakan di sejarah militer Tiongkok oleh beberapa jenderal-jenderal terkemuka, paling terutama oleh Zhuge Liang. Di sumber-sumber Dinasti Song, Bazhen juga dikenal sebagai jiujunzhen (九軍陣; 'formasi sembilan pasukan').[1]
Secara umum, bazhen adalah formasi militer massal, di mana pasukan dibagi menjadi delapan unit yang ditempatkan di arah mata angin dan arah ordinal, seringkali mengelilingi unit komando pusat. Komposisi dan nama resimen dalam bazhen bervariasi di berbagai sumber, tetapi fitur utama formasi ini adalah kemampuan bertahan dan adaptabilitasnya, dengan cepat memobilisasi dan menggeser barisan unit di medan perang, untuk menutupi kelemahan setiap unit.
Dalam Pertanyaan dan Jawaban antara Tang Taizong dan Li Weigong, sebuah buku militer yang mencatat percakapan militer antara Kaisar Taizong dari Tang dan Li Jing, Adipati Wei, formasi tersebut digambarkan terdiri dari unit besar, sedang, dan kecil, dengan setiap unit terdiri dari, dan dapat dibagi menjadi, batalion yang lebih kecil. Secara kasar, unit besar terdiri dari delapan unit sedang, dan unit sedang dapat dibagi menjadi enam unit regu kecil, sehingga totalnya menjadi 64 unit regu per formasi. Beberapa sumber juga menyebutkan tambahan kavaleri penyerang yang berjumlah 24 regu, sehingga jumlahnya menjadi total 88. Unit pusat akan terdiri dari sejumlah kecil pasukan elit, yang dilindungi oleh sejumlah besar infanteri yang dapat bergerak. Setiap unit yang terletak di setiap arah dapat menanggapi serangan apa pun dan berfungsi sebagai pertahanan dan cadangan satu sama lain, dengan menggeser posisi mereka dan mengepung penyerang dari semua sisi, atau memindahkan unit yang lebih lemah ke belakang unit yang lebih kuat. Sumber lain seperti Taiping Yulan juga mencatat penggunaan kereta perang, seperti "kereta tanduk rusa" (鹿角車), untuk menghalangi musuh sekaligus memberikan perlindungan tambahan dan transportasi cepat bagi para prajurit.[1][2]
Resimen-resimen tersebut juga dipisahkan menjadi pasukan zheng (正) atau pasukan reguler, dan pasukan qi (奇), atau pasukan khusus. Pasukan zheng dan qi didasarkan pada taktik Sun Tzu yang menerapkan kekuatan langsung dan biasa untuk terlibat dalam pertempuran dan kekuatan tidak langsung dan tidak biasa untuk mengamankan kemenangan ("凡戰者,以正合,以奇勝").[3]