Bún chả merupakan hidangan khas Vietnam yang diperkirakan berasal dari Hanoi, terdiri atas daging babi panggang berlemak (chả) yang disajikan bersama bihun putih (bún), aneka rempah segar, serta saus celup sebagai pelengkap. Hidangan ini dijelaskan pada tahun 1959 oleh penulis makanan Vietnam Vũ Bằng (1913–1984), yang menggambarkan Hanoi sebagai kota yang "terpaku oleh bún chả." Restoran bún chả pertama di Hanoi berada di Gia Ngư, Distrik Hoàn Kiếm, di Kawasan Tua Hanoi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bún chả | |
|---|---|
Bún chả disajikan di Hanoi. | |
| Jenis | Sup mi |
| Tempat asal | Vietnam |
| Daerah | Hanoi |
| Suhu penyajian | Panas |
| Bahan utama | Bihun, daging babi panggang, rempah-rempah, nước chấm |
Bún chả (bahasa Vietnam: [ɓǔn ca᷉ː]) merupakan hidangan khas Vietnam yang diperkirakan berasal dari Hanoi,[1] terdiri atas daging babi panggang berlemak (chả) yang disajikan bersama bihun putih (bún), aneka rempah segar, serta saus celup sebagai pelengkap.[2] Hidangan ini dijelaskan pada tahun 1959 oleh penulis makanan Vietnam Vũ Bằng (1913–1984), yang menggambarkan Hanoi sebagai kota yang "terpaku oleh bún chả." Restoran bún chả pertama di Hanoi berada di Gia Ngư, Distrik Hoàn Kiếm, di Kawasan Tua Hanoi.[3]
Bún chả masih menjadi hidangan yang sangat digemari di Hanoi maupun di berbagai wilayah Vietnam.[4] Banyak pengunjung asing sering keliru mengaitkannya dengan bún thịt nướng, hidangan asal Vietnam Selatan yang juga menggunakan bihun dan daging babi panggang bertusuk sate, meski keduanya memiliki asal-usul kuliner dan makna budaya yang berbeda.[5]
Asal-usul pasti dari hidangan ini belum diketahui, namun salah satu kisah menyebutkan bahwa bún chả diciptakan oleh seorang juru panggang di Hanoi pada akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20. Hidangan ini diyakini dipengaruhi oleh hidangan Prancis pada masa kolonial, terutama dalam teknik pengolahan daging babi cincang yang digunakan.[6]
Bún chả terdiri dari beragam komponen yang berpadu menciptakan cita rasa khas Vietnam. Hidangan ini menggunakan daging babi, biasanya bahu babi cincang untuk dibuat bakso atau potongan perut babi yang ditusuk sate lalu dipanggang di atas arang hingga beraroma asap. Daging panggang tersebut disajikan bersama bihun beras putih lembut, ditemani saus celup berbahan dasar kecap ikan encer yang dicampur dengan gula, air perasan jeruk nipis, cuka, kaldu, bawang putih, dan cabai. Pelengkap lainnya berupa acar sayuran seperti pepaya hijau, wortel, atau lobak kubis, serta aneka rempah segar seperti selada, kemangi, dan daun balsem Vietnam (kinh giới). Untuk menambah rasa, disediakan pula bumbu pelengkap seperti bawang putih cincang, cabai tumbuk, merica bubuk, cuka, dan irisan jeruk nipis.[7]