Aye Ko adalah seorang politikus dan perwira militer Burma yang menjabat sebagai pelaksana tugas Presiden Burma selama satu minggu pada bulan Agustus 1988. Masa jabatannya berada di tengah gejolak Pemberontakan 8888.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
Aye Ko | |
|---|---|
အေးကို | |
| Pelaksana Tugas Presiden Republik Sosialis Uni Burma | |
| Masa jabatan 12 Agustus 1988 – 19 Agustus 1988 | |
| Wakil Presiden Republik Sosialis Uni Burma | |
| Masa jabatan Desember 1985 – 12 Agustus 1988 | |
Pendahulu Jabatan baru Pengganti Jabatan dihapus | |
| Sekretaris Jenderal Partai Program Sosialis Burma | |
| Masa jabatan 1981–1988 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Aye Ko (1921-09-19)19 September 1921 Kyonpyaw, Distrik Bassein, Burma Bawah, India Britania |
| Meninggal | 26 September 2006(2006-09-26) (umur 85) Yangon, Myanmar |
| Partai politik | BSPP |
| Pekerjaan |
|
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Dinas/cabang | Angkatan Darat Burma |
| Masa dinas | 1952–1988 |
| Pangkat | Letnan Jenderal |
| Pertempuran/perang | Perang Dunia II Pemberontakan 8888 |
Aye Ko (bahasa Burma: အေးကိုcode: my is deprecated ; 19 September 1921 – 26 September 2006) adalah seorang politikus dan perwira militer Burma yang menjabat sebagai pelaksana tugas Presiden Burma selama satu minggu pada bulan Agustus 1988. Masa jabatannya berada di tengah gejolak Pemberontakan 8888.[1]
Aye Ko bergabung dengan tentara Burma pasca-kemerdekaan dan merupakan tokoh penting dalam struktur kekuasaan Ne Win. Ia mencapai pangkat Letnan Jenderal dan menjabat sebagai Wakil Panglima Angkatan Bersenjata.
Pada tahun 1981, ia terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Program Sosialis Burma (BSPP), posisi kunci dalam sistem satu partai di Burma saat itu. Ia kemudian diangkat menjadi Wakil Presiden pada tahun 1985, sebuah jabatan yang diciptakan untuk memperkuat suksesi di bawah Ne Win.
Setelah pengunduran diri Sein Lwin yang kontroversial pada 12 Agustus 1988, Aye Ko mengambil alih kekuasaan sebagai pelaksana tugas presiden dan ketua partai secara interim. Selama masa jabatannya yang sangat singkat, ia menghadapi tekanan besar dari massa yang menuntut diakhirinya kekuasaan militer.
Masa jabatannya berakhir pada 19 Agustus 1988 ketika Dr. Maung Maung, satu-satunya tokoh sipil dalam kepemimpinan BSPP, diangkat menjadi presiden secara resmi sebagai upaya untuk meredakan kemarahan publik.[2]
Aye Ko pensiun dari kehidupan politik setelah militer melakukan kudeta penuh pada September 1988. Ia meninggal dunia di Yangon pada September 2006 di usia 85 tahun.