Sifat-sifat Allah adalah karakteristik khusus Allah yang dibahas dalam teologi Kristen. Ini termasuk kemahatahuan, kemahakuasaan, dan kemahahadiran, yang menekankan sifat Allah yang tak terbatas dan transenden. Selain itu, Allah sering digambarkan sebagai kekal dan kekal, yang menunjukkan keberadaan yang konstan dan sempurna.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bagian dari seri |
| Sifat-Sifat Allah menurut agama Kristen |
|---|
| Sifat pokok |
| Sifat induk |
| Lain-lain |
| Perasaan batin yang diungkapkan oleh Tuhan |
Sifat-sifat Allah adalah karakteristik khusus Allah yang dibahas dalam teologi Kristen. Ini termasuk kemahatahuan (kemampuan untuk mengetahui segala sesuatu), kemahakuasaan (kemampuan untuk melakukan apa saja), dan kemahahadiran (kemampuan untuk hadir di mana-mana), yang menekankan sifat Allah yang tak terbatas dan transenden. Selain itu, Allah sering digambarkan sebagai kekal (tanpa awal atau akhir) dan kekal (tidak dapat diubah), yang menunjukkan keberadaan yang konstan dan sempurna.
Sifat-sifat lainnya meliputi kekudusan (kemurnian moral), kebenaran (keadilan), keadilan (kesopanan), kasih (perhatian penuh belas kasihan terhadap ciptaan), belas kasihan (pengampunan dan kebaikan), dan kemurahan hati (kehendak baik terhadap sesama). Tuhan juga digambarkan sebagai penguasa atas ciptaan.
Sifat-sifat ini memberikan kerangka kerja untuk memahami bagaimana Tuhan dipandang berinteraksi dengan dunia dan umat manusia, membentuk dasar bagi berbagai doktrin teologis. Dalam teologi Reformed, sifat-sifat Tuhan sering dibedakan antara sifat-sifat yang dapat dibagikan dengan manusia (seperti kasih dan keadilan) dan sifat-sifat yang tidak dapat dibagikan (seperti kemahakuasaan dan kemahahadiran).