Astanajapura (Hanacaraka:ꦄꦱ꧀ꦠꦤꦗꦥꦸꦫ) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Tiga desa yang ada di bagian barat daya Kecamatan Astanajapura bergabung dengan Kecamatan Greged. Ketiga desa yang sekarang bergabung dengan Kecamatan Greged adalah Desa Gumulunglebak, Desa Gumulungtonggoh, dan Desa Lebakmekar. Secara Administratif, kecamatan ini terdiri dari 11 desa. Kecamatan ini juga memiliki perindustrian yang besar dalam bidang pabrik dan PLTU.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Astanajapura | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Barat | ||||
| Kabupaten | Cirebon | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Ir. H. M. Suharto, M.Si. | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 74.785 jiwa | ||||
| • Kepadatan | 21.741,27/km2 (56,309,6/sq mi) | ||||
| Kode pos | 45181 | ||||
| Kode Kemendagri | 32.09.10 | ||||
| Kode BPS | 3209080 | ||||
| Luas | 28,91 km² | ||||
| Kepadatan | 21741,27 | ||||
| |||||
Astanajapura (Hanacaraka:ꦄꦱ꧀ꦠꦤꦗꦥꦸꦫ) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Tiga desa yang ada di bagian barat daya Kecamatan Astanajapura bergabung dengan Kecamatan Greged. Ketiga desa yang sekarang bergabung dengan Kecamatan Greged adalah Desa Gumulunglebak, Desa Gumulungtonggoh, dan Desa Lebakmekar. Secara Administratif, kecamatan ini terdiri dari 11 desa. Kecamatan ini juga memiliki perindustrian yang besar dalam bidang pabrik dan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap).
Saat ini, Camat Kecamatan Astanajapura bernama Ir. H. M. Suharto, M.Si.
Kecamatan Astanajapura terdiri dari 11 desa, yaitu:
Sebelumnya, kecamatan ini memiliki 14 desa, 3 desanya adalah Gumulunglebak, Gumulungtonggoh, dan Lebakmekar. Namun pada tahun 2006, ketiga desa tersebut bergabung dengan kecamatan Greged, dan kecamatan Astanajapura menyisakan 11 desa saja.
Kecamatan Astanajapura memiliki luas 28,91 km² dengan ketinggian rata-rata dataran 0 m–3 m. Adapula wilayah dengan ketinggian tertinggi di kecamatan ini adalah Desa Munjul dengan ketinggian 100 m. Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Astanajapura adalah sebagai berikut.
| Utara | Laut Jawa |
| Timur | Kecamatan Pangenan |
| Selatan | Kecamatan Lemahabang |
| Barat | Kecamatan Mundu, Kecamatan Greged |
Kecamatan ini juga memiliki eksklave dari,yaitu Desa Waruduwur yang wilayah utamanya berada di Kecamatan Mundu. Wilayah eksklave tersebut berada di Desa Kanci.
Kecamatan Astanajapura pada tahun 2019 memiliki penduduk sebanyak 74.785 jiwa.[2] Yang di mana 38.293 diantaranya adalah laki-laki dan 36.492 diantaranya adalah perempuan.
Kecamatan Astanajapura ini memiliki 2 jalur Jalan tol, yaitu Jalan Tol Palimanan–Kanci dan Jalan Tol Kanci–Pejagan. Kecamatan ini juga memiliki 2 jalur rel kereta dengan 1 stasiun, yaitu Stasiun Waruduwur yang berada di Desa Kanci.
Kecamatan Astanajapura memiliki 1 Rumah Sakit yaitu RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon yang berada di Desa Mertapada Wetan. Kecamatan ini juga memiliki 1 Puskesmas dan 1 Poskesdes.
| Pendidikan formal | TK atau RA | SD atau MI | SMP atau MTs | SMA atau MA | SMK | Perguruan tinggi | Lainnya | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Negeri | 0 | 21 | 1 | 2 | 0 | 0 | 0 | |||||
| Swasta | 37 | 21 | 15 | 5 | 5 | 3[3][4][5] | 81[6] | |||||
| Total | 37 | 42 | 16 | 7 | 5 | 3 | 81 | |||||
| Data sekolah di Astanajapura, Cirebon Sumber: [3][4][5][6][7] | ||||||||||||
Dalam Industri, Kecamatan Astanajapura memiliki industri yang baik dalam bidang pabrik dan PLTU. Saat ini, Kecamatan Astanajapura memiliki 2 buah PLTU, yang berada di Desa Kanci Kulon dan satunya berada di Desa Kanci.