Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia adalah sebuah film drama religi romansa Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto. Film tersebut merupakan sekuel dari film Assalamualaikum Beijing. Film tersebut menampilkan Ria Ricis, Emir Mahira, Baskara Mahendra, Lolox, Yasmin Napper, Ferry Salim, Gabriella Ekaputri dan Violeta Wijaya. Film tersebut berlatar belakang Beijing dan Ningxia, Tiongkok. Film tersebut dirilis pada 19 Juni 2025.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia adalah sebuah film drama religi romansa Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto. Film tersebut merupakan sekuel dari film Assalamualaikum Beijing. Film tersebut menampilkan Ria Ricis, Emir Mahira, Baskara Mahendra, Lolox, Yasmin Napper, Ferry Salim, Gabriella Ekaputri dan Violeta Wijaya. Film tersebut berlatar belakang Beijing dan Ningxia, Tiongkok. Film tersebut dirilis pada 19 Juni 2025.[1]
Aisha (diperankan Yasmin Napper) adalah seorang jurnalis televisi yang berani mengubah keimanannya dengan memeluk Islam demi kekasihnya bernama Arif (diperankan Emir Mahira). Ia dikenal sebagai perempuan berani, tangguh, dan berdedikasi tinggi. Setelah menjadi mualaf, ia memutuskan untuk terbang ke Ningxia, China, untuk memberikan kejutan pada kekasihnya, Arif. Di Ningxia, Arief diketahui tengah menempuh pendidikan S2-nya.
Setelah sampai di Ningxia, Aisha harus menghadapi kenyataan pahit karena Arif tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Berada di negeri orang seorang diri membuat Aisha terombang-ambing. Namun, ia memiliki tekad kuat untuk bisa menemukan keberadaan Arif. Aisha pun memulai proses pencariannya di wilayah Ningxia dengan melalui berbagai rintangan, baik fisik maupun emosional. Di tengah proses perjalanan tersebut, Aisha bertemu dengan Mo (diperankan Baskara Mahendra), seorang pemuda keturunan Tionghoa-Indonesia yang tinggal di Ningxia. Keduanya menjalani hari-hari menyenangkan sambil belajar makna tentang Islam lebih dalam.
Mo dikenal memiliki kepribadian menyenangkan dan selalu sabar mendengar curhatan Aisha. Sifatnya yang tulus ini mampu menggoyahkan hati Aisha yang selama ini hanya memikirkan Arif. Disaat Mo dan Aisha semakin dekat, tiba-tiba Arif muncul dalam kehidupan Aisha. Hal ini menempatkan Aisha dalam sebuah persimpangan, harus memilih Mo yang tulus atau Arif, masa lalunya yang juga memiliki tempat tersendiri di hatinya.