Asian Scientist adalah majalah sains dan teknologi berbahasa Inggris yang diterbitkan di Singapura.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Berkas:Asian Scientist Magazine.png | |
| Penyunting |
|
|---|---|
| Kategori | Sains |
| Frekuensi | Mingguan (daring) dan dua kali setahun (cetak) |
| Pendiri | Juliana Chan |
| Terbitan pertama | Maret 16, 2011 (2011-03-16) |
| Perusahaan | Wildtype Media Group Pte Ltd |
| Negara | Singapura |
| Bahasa | Bahasa Inggris |
| Situs web | www |
| ISSN | 2345-7333 |
Asian Scientist adalah majalah sains dan teknologi berbahasa Inggris yang diterbitkan di Singapura.
Asian Scientist diluncurkan sebagai blog pada Maret 2011 oleh Juliana Chan.[1][2] Kepopuleran blog ini pada akhirnya mengarah pada kemitraan dengan perusahaan penerbitan World Scientific Publishing, yang memungkinkan Chan mengubah Asian Scientist menjadi majalah dan menjabat sebagai pemimpin redaksinya.[3]
Berbasis di Singapura, Asian Scientist dikelola oleh tim jurnalis sains dan medis profesional, dengan kontributor aktif dari komunitas sains, teknologi, dan medis.[4]
Peluncuran majalah ini mencerminkan demografi ilmuwan, insinyur, dan dokter dari Asia yang terus berkembang, dan melayani komunitas ini dengan berita-berita yang aktual dan menarik bagi mereka. Menurut laporan Key Science and Engineering Indicators dari National Science Foundation Amerika Serikat tahun 2010,[5] seperempat dari publikasi dunia berasal dari Asia dan sepertiga dari seluruh peneliti ilmiah di seluruh dunia adalah orang Asia, yang merepresentasikan pergeseran pusat gravitasi ilmiah dunia ke Asia.
Menurut Science and Engineering Indicators 2012 yang dirilis oleh National Science Board AS,[6] peningkatan sains dan teknologi global terbesar dalam beberapa tahun terakhir terjadi di "Asia-10″ – Tiongkok, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand. Antara tahun 1999 dan 2009, sebagai contoh, pangsa AS dalam R&D global turun dari 38 menjadi 31 persen, sedangkan pangsa Asia tumbuh dari 24 menjadi 35 persen selama periode tersebut.
Pada 16 April 2013, perusahaan ini menerima pendanaan awal dari penerbit sains internasional World Scientific Publishing Company untuk memperluas operasinya di kantor pusatnya di Singapura.[7] Pada Januari 2014, perusahaan meluncurkan majalah cetak unggulannya yang ditargetkan untuk para ilmuwan, profesional perawatan kesehatan, dan mahasiswa. Edisi perdana majalah ini berfokus pada ilmu biomedis dan diliput oleh berbagai media di Singapura dan Malaysia sebagai majalah sains pertama di Asia.[8][9]
Pada 2 April 2015, majalah ini meluncurkan Asian Scientist Writing Prize perdana,[10] yang diselenggarakan bersama Science Centre Singapore dengan hadiah disponsori oleh World Scientific Publishing Company. Kompetisi ini menerima hampir 400 karya dan memberikan uang tunai serta hadiah senilai SGD$21.000. Kompetisi ini kembali diselenggarakan untuk edisi kedua pada tahun 2017,[11] kali ini dengan Dr. Jorge Cham dari Piled Higher and Deeper sebagai pembicara tamu yang diundang.[12]
Pada Agustus 2015, majalah ini menerbitkan sebuah buku berjudul Singapore's Scientific Pioneers,[13] dengan tujuan menyoroti kontribusi 25 ilmuwan perintis dari Singapura. Buku ini terwujud berkat dana hibah Singapore50 Celebration Fund dari Kementerian Pembangunan Masyarakat, Pemuda, dan Olahraga.[14]
Pada awal tahun 2017, perusahaan meluncurkan Supercomputing Asia, terbitan cetak dua kali setahun yang baru dan didedikasikan untuk melacak perkembangan terbaru dalam komputasi berkinerja tinggi di seluruh kawasan dan membuat superkomputer lebih mudah dipahami oleh orang awam.
Pada 4 Mei 2018, perusahaan ini diluncurkan kembali sebagai Wildtype Media Group,[15] sebuah perusahaan media yang berfokus pada STEM yang mencakup bidang digital, cetak, penerbitan khusus, dan acara. Perusahaan ini bekerja sama dengan mitra media akademik dan industri di Asia terkait strategi komunikasi mereka dengan para pemangku kepentingan utama dan masyarakat luas.
Majalah ini meliput pembaruan berita sains, medis, dan teknologi dari kawasan Asia dan Australasia. Majalah ini mengkhususkan kategorinya pada penelitian dan pengembangan, kesehatan, kedokteran, media baru, dan pendidikan. Situs ini telah diindeks oleh Google News sejak 22 Juli 2011.
Majalah ini secara rutin menampilkan penelitian dasar dan terapan dari Asia yang telah ditinjau sejawat, dan melakukan wawancara eksklusif dengan para ilmuwan Asia terkemuka.[16] Tokoh terkemuka yang diwawancarai antara lain:
Pada 30 Maret 2016, Asian Scientist merilis daftar perdana Asian Scientist 100.[29] Daftar Asian Scientist 100 adalah seleksi pilihan tahunan yang berisi 100 peneliti, akademisi, inovator, dan pemimpin bisnis Asia pemenang penghargaan dari seluruh kawasan Asia-Pasifik. Daftar tokoh berprestasi ini meliputi Tu Youyou, Kazutoshi Mori, K. Radhakrishnan, dan Nancy Ip. Daftar tersebut kemudian disebutkan oleh Manila Bulletin,[30] Philippine Daily Inquirer,[31] GMA News Online,[32] The Nation,[33] dan VietNamNet Bridge.[34]
Pada 22 Mei 2019, Senat Filipina mengadopsi resolusi yang memuji delapan ilmuwan Filipina dalam daftar Asian Scientist 100 (edisi 2018). Resolusi tersebut diperkenalkan oleh Senator Bam Aquino, ketua komite sains dan teknologi Senat, untuk memberi selamat kepada para ilmuwan tersebut karena telah "membawa kebanggaan dan prestise bagi negara".[35][36]