Arumba adalah sebuah alat musik Ansambel yang dibuat dari potongan bambu seperti gambang atau saron yang dibunyikan dengan cara dipukul. Musik Arumba diperkirakan berasal dari Jawa Barat dan telah ada sejak tahun 1960-an. Musik ini dikembangkan dari alat musik angklung. Arumba adalah seperangkat alat musik bambu berlaras diatonis yang dimainkan di atas penyangga. Instrumen ini termasuk ke dalam jenis idiofon, menyerupai xilofon, dengan bilah-bilah yang seluruhnya terbuat dari bambu dan tersusun secara horizontal di atas sebuah penyangga.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Arumba adalah sebuah alat musik Ansambel yang dibuat dari potongan bambu seperti gambang atau saron yang dibunyikan dengan cara dipukul.[1] Musik Arumba diperkirakan berasal dari Jawa Barat dan telah ada sejak tahun 1960-an. Musik ini dikembangkan dari alat musik angklung.[2] Arumba adalah seperangkat alat musik bambu berlaras diatonis yang dimainkan di atas penyangga.[3] Instrumen ini termasuk ke dalam jenis idiofon, menyerupai xilofon, dengan bilah-bilah yang seluruhnya terbuat dari bambu dan tersusun secara horizontal di atas sebuah penyangga.[4]
Instrumen ini sering dimainkan oleh perempuan, khususnya anggota Dharma Wanita.[butuh rujukan] Dalam pertunjukannya, Arumba kerap dipadukan dengan instrumen modern seperti drumset, gitar elektrik, bas, dan instrumen papan tuts, sehingga menghadirkan perpaduan antara unsur musik tradisional dan modern.[5]
Pada tahap awal perkembangan, alat musik tradisional yang berkembang di Jawa Barat ini menghasilkan tangga nada pentatonis. Seiring waktu, penggunaan tangga nada tersebut mengalami perubahan, saat ini Arumba umumnya menggunakan sistem nada diatonis.[6]
Konon pada tahun 1964, Yoes Roesadi dan kawan-kawan membentuk grup musik yang secara khusus menambahkan angklung pada jajaran ensemble-nya. Ketika sedang naik truk untuk pentas ke Jakarta, mereka mendapat ide untuk menamai diri sebagai grup Arumba (Alunan Rumpun Bambu).[7].
Kemudian sekitar tahun 1968, Muhamad Burhan di Cirebon membentuk grup musik yang bertekad untuk sepenuhnya memainkan alat musik bambu. Mereka memakai alat musik lama (angklung, calung), dan juga berinovasi membuat alat musik baru (gambang, bass lodong). Ensemble ini kemudian mereka beri nama Arumba (Alunan Rumpun Bambu).[8]
Sekitar tahun 1969, Grup Musik Arumba juga mengubah nama menjadi Arumba, sehingga timbul sedikit perselisihan istilah Arumba tersebut. Dengan berjalannya waktu, istilah Arumba akhirnya melekat sebagai ensemble musik bambu asal Jawa Barat.[9]
Susunan ensemble gambang yang umum saat ini adalah:[10]
Dengan berkembangnya inovasi baru, saat ini angklung solo mulai digantikan dengan angklung toel.
Beberapa grup musik yang secara khusus memainkan Arumba adalah: