Marsekal Besar Arthur Wellesley, Adipati Wellington ke-1 adalah seorang perwira Anglo-Irlandia Angkatan Darat Inggris dan negarawan yang merupakan salah satu tokoh militer dan politik terkemuka di Inggris selama awal abad ke-19, yang dua kali menjabat sebagai Perdana Menteri. Dia adalah salah satu komandan Inggris yang mengakhiri Perang Anglo-Mysore dengan mengalahkan Tipu Sultan pada tahun 1799, dan termasuk di antara mereka yang mengakhiri Perang Napoleon dengan kemenangan Koalisi ketika Koalisi Ketujuh mengalahkan Napoleon di Pertempuran Waterloo pada tahun 1815.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Marsekal Besar Arthur Wellesley, Adipati Wellington ke-1 (né Wesley; 1 Mei 1769 – 14 September 1852) adalah seorang perwira Anglo-Irlandia Angkatan Darat Inggris dan negarawan yang merupakan salah satu tokoh militer dan politik terkemuka di Inggris selama awal abad ke-19, yang dua kali menjabat sebagai Perdana Menteri. Dia adalah salah satu komandan Inggris yang mengakhiri Perang Anglo-Mysore dengan mengalahkan Tipu Sultan pada tahun 1799, dan termasuk di antara mereka yang mengakhiri Perang Napoleon dengan kemenangan Koalisi ketika Koalisi Ketujuh mengalahkan Napoleon di Pertempuran Waterloo pada tahun 1815.
Wellesley lahir dalam keluarga Dominasi Protestan di Dublin, di Kerajaan Irlandia. Ia diangkat sebagai ensign di Angkatan Darat Inggris pada tahun 1787, bertugas di Irlandia sebagai aide-de-camp untuk dua lord lieutenant Irlandia berturut-turut. Dia juga terpilih sebagai anggota Parlemen di Dewan Perwakilan Rakyat Irlandia. Naik pangkat menjadi Kolonel (Britania Raya) pada tahun 1796, Wellesley bertugas di medan perang Negara-Negara Rendah dalam Perang Koalisi Pertama, yaitu kampanye Flanders sebelum dikirim ke India, di mana ia bertempur dalam Perang Anglo-Mysore Keempat, mengakhiri konflik dengan kemenangan di Seringapatam pada tahun 1799. Dia diangkat menjadi gubernur Seringapatam dan Mysore serta, sebagai mayor jenderal yang baru diangkat, meraih kemenangan telak atas Konfederasi Maratha di Pertempuran Assaye pada tahun 1803.
Meraih ketenaran sebagai seorang perwira jenderal selama Perang Semenanjung, Wellesley dipromosikan menjadi marsekal lapangan setelah memimpin pasukan pimpinan Inggris meraih kemenangan melawan tentara Prancis di Pertempuran Vitoria pada tahun 1813. Menyusul pengasingan pertama Napoleon pada tahun 1814, pengasingan pertama pada tahun 1814, ia menjabat sebagai Duta Besar Inggris untuk Prancis dan diangkat menjadi Adipati Wellington. Selama kampanye Seratus Hari pada tahun 1815, Wellington memimpin pasukan lain yang dipimpin Inggris yang, bersama dengan pasukan Prusia di bawah pimpinan Marsekal Lapangan Gebhard von Blücher, mereka mengalahkan Napoleon di Waterloo.
Setelah mengakhiri karier militernya yang aktif, Wellington kembali ke dunia politik, menjadi anggota terkemuka dari partai Tory Inggris. Ia menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 1828 hingga 1830, serta sebagai perdana menteri sementara selama kurang dari sebulan pada tahun 1834. Wellington mengawasi pengesahan Undang-Undang Pembebasan Katolik Roma 1829 dan menentang Undang-Undang Reformasi 1832. Ia terus menjadi salah satu tokoh terkemuka di House of Lords hingga masa pensiunnya pada tahun 1846 dan tetap menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata hingga kematiannya pada tahun 1852.

Selama masa dinas militernya, Adipati Wellington dihargai dengan berbagai gelar bangsawan baik dari Britania Raya maupun oleh sekutunya.[2] Berikut merupakan gelar bangsawan yang ia raih selama hidupnya.
Kakaknya, William memilih nama Wellington karena kedengaran mirip dengan nama keluarga Wellesley yang berasal dari desa Wellesley di Somerset, tidak jauh dari Wellington, Somerset. Karena Wellington tidak kembali ke Britania Raya untuk menerima gelar tersebut karena terbuntut perang melawan Napoleon Bonaparte di Perang Kemerdekaan Spanyol sampai selesai, ia menerima seluruh gelarnya dan dikenalkan kepada Dewan Rakyat Britania Raya dengan seluruh gelar tersebut sebagai Baron, Viscount, Earl, Marquis, dan Adipati dalam sehari.[6]

Ia merupakan salah satu Jenderal Besar Britania Raya dan juga bertindak sebagai Panglima Tertinggi. Selain Britania Raya, Wellesley juga menerima pangkat Jenderal Besar oleh Austria, Hannover, Prusia, Rusia, Belanda, Spanyol dan Portugal.[8][9]
Setiap bangsa yang ditulis diatas juga memberikan tongkat komando sebagai simbol pangkat militernya.
Ia dikenal dengan sebutan Adipati Besi (Iron Duke) karena karier politiknya, bukan masa dinas militernya. Julukan ini kadang dipakai secara sembrono.[10][11][12] Julukan ini kemungkinan muncul setelah 1832 saat Wellington memasang penyangga besi di jendela Apsley House untuk tidak membiarkan pengunjuk rasa untuk melempar batu menghancurkan jendelanya.[13][14] Istilah ini mungkin menjadi semakin populer dengan kartun Punch yang diterbitkan pada tahun 1844–45.[15][16]
Napoleon Bonaparte mengejeknya sebagai "Jenderal Sepoi" karena karier militer di India melawan Tippu Sultan di Perang Mysore. Nama ini digunakan di surat kabar Prancis Le Moniteur Universiel dan digunakan sebagai propaganda.[17] Sementara pihak sekutunya memujinya. Tsar Aleksandr I dari Rusia memanggil Adipati Wellington sebagai "Le vainqueur du vainqueur du monde", yang artinya penakluk penakluk dunia. Aleksandr I bermaksud untuk menyatakan bahwa Adipati Wellington telah menaklukkan sang penakluk dunia, yakni Napoleon Bonaparte.[18]
Wellington kerap dipakai sebagai nama gedung, nama jalan di belahan bagian Kekaisaran Britania Raya. Yang paling terkenal adalah ibukota Selandia Baru, Wellington yang disenamakan dengannya.[19] Contoh lain ada Gunung Wellington yang ada di Tasmania.
Angkatan Laut Britania Raya memberikan tiga kapal berbeda dengan namanya. Kapal pertama, HMS Duke of Wellington adalah sebuah kapal tiang kelas satu dengan 131 meriam, dan disenamakan dengan Adipati Wellington ke-1. Kapal berikutnya, HMS Iron Duke adalah dreadnought yang bertugas sebagai kapal bendera bagi Laksamana John Rushworth Jellicoe selama Pertempuran Jutland. Kapal ketiga, HMS Iron Duke (F234) adalah kapal fregat kelas Tipe 23 yang beroperasi hingga kini.