Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tippu Sultan

Sultan Fateh Ali Tipu, juga dikenal dengan julukan Sher-e-Mysore, adalah penguasa de facto dari Kesultanan Mysore di India dari tahun 1782 sampai kematiannya pada tahun 1799. Ia adalah putra pertama dari Haidar Ali dengan istri ke-2nya, Fatima atau Fakhr-un-nissa.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tippu Sultan
Tipu Sultan
Sultan Mysore
Potret Tipu Sultan, 1792
Berkuasa1782–1799
PendahuluHyder Ali
AyahHyder Ali
IbuFakhr-un-nissa

Sultan Fateh Ali Tipu (Urdu: فتۃ الی تیپو;1 November 1751 – 4 Mei 1799), juga dikenal dengan julukan Sher-e-Mysore (terj. Harimau dari Mysore), adalah penguasa de facto dari Kesultanan Mysore di India dari tahun 1782 (di saat ayahnya wafat) sampai kematiannya pada tahun 1799. Ia adalah putra pertama dari Haidar Ali dengan istri ke-2nya, Fatima atau Fakhr-un-nissa.

Tipu Sultan, di samping perannya sebagai seorang penguasa, juga merupakan ilmuwan, prajurit dan pujangga. Walaupun ia adalah seorang Muslim, ia terkenal sangat toleran terhadap rakyatnya yang sebagian besar memeluk Hindu. Ia memenuhi permintaan Prancis untuk membangun sebuah gereja pertama di Mysore. Tipu Sultan dan Hyder Ali tidak hanya dikenal memiliki aliansi dengan Prancis dalam usaha melawan Kolonialis Inggris, tetapi juga dengan Kekaisaran Maratha, Sira, Malabar, Coorg dan Bednur. Tipu Sultan terkenal menguasai banyak bahasa.[1] Ia membantu ayahnya Haidar Ali mengalahkan Inggris di Perang Mysore Kedua, dan akhirnya bernegosiasi dalam Perjanjian Mangalore. Namun, ia dipukul mundur dalam Perang Anglo-Mysore Ketiga dan Perang Anglo-Mysore Keempat dikarenakan aliansi kuat antara British East India Company, Nizam dari Hyderabad dan negeri kecil, Travancore. Tipu Sultan meninggal karena melindungi ibu kotanya Srirangapattana, pada tanggal 4 Mei, 1799.

Sir Walter Scott, dalam komentarnya tentang abdikasi Napoleon Bonaparte pada tahun 1814, menuliskan:

"Although I never supposed that he Napoleon possessed, allowing for some difference of education, the liberality of conduct and political views which were sometimes exhibited by old Haidar Ally, yet I did think he Napoleon might have shown the same resolved and dogged spirit of resolution which induced Tippoo Saib to die manfully upon the breach of his capital city with his sabre clenched in his hand."

Referensi

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tipu Sultan.
  1. ↑ Brittlebank, Kate. Tipu Sultan's Search for Legitimacy: Islam and Kingship in a Hindu Domain, Vol 5. Pp. 184. Oxford University Press.

Pranala luar

  • Biografi Tipu sultan Diarsipkan 2011-10-13 di Wayback Machine.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
    • 2
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
    • 2
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Swedia
  • Polandia
  • Israel
Akademik
  • CiNii
Orang
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • İslâm Ansiklopedisi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Pranala luar

Artikel Terkait

Arthur Wellesley, Duke Wellington I

Perwira Angkatan Darat dan negarawan Inggris (1769–1852)

Umat Katolik Mangalore

penganut katolik di pesisir barat daya Karnataka, India

Sultanah Siti Aisyah

Karaeng Bontoparang (binti almarhum Amas Madina Sultan Muharam Harun Al Rasyid I) adalah Sultanah atau Sultan Sumbawa ke-7 yang bertakhta tahun 1759–1762

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026