Konsep arketip ditemukan di daerah yang berkaitan dengan perilaku, teori psikologi modern, dan analisis sastra. Arketip bisa merupakan:pernyataan, pola perilaku, atau prototip di mana laporan, pola perilaku, dan benda-benda lainnya merupakan salinan atau tiruan; ide filosofis Plato yang mengacu pada bentuk-bentuk murni yang mewujudkan karakteristik mendasar dari suatu hal; ide warisan kolektif, pola pikir, gambar, dan lainnya secara tidak sadar yang secara universal hadir dalam jiwa individu, seperti dalam psikologi Jung; atau simbol atau motif yang terus-menerus berulang dalam literatur, lukisan, atau mitologi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Arketipe adalah simbol atau istilah atau pola perilaku yang dipahami secara universal, sebuah prototipe yang ditiru, dijadikan pola, atau ditiru oleh orang lain. Arketipe sering digunakan dalam mitos dan cerita lintas budaya.[1]
Konsep Arketipe ditemukan di daerah yang berkaitan dengan perilaku, teori psikologi modern, dan analisis sastra. Arketip bisa merupakan:
Dalam arti mula-mula, banyak istilah yang lebih informal yang sering digunakan sebagai pengganti, seperti contoh standar atau contoh dasar, dan bentuk panjang contoh arketip juga ditemukan. Dalam matematika, arketip juga sering disebut contoh kanonik.