Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hidimbi

Dalam wiracarita Mahabharata, Hidimbi atau Hidimbā adalah seorang raksasi. Ia merupakan saudara Hidimba, seorang raksasa penghuni hutan Kamyaka. Hidimbi menikah dengan Bima, salah satu Pandawa, dan melahirkan seorang putra yang diberi nama Gatotkaca. Dalam budaya pewayangan Jawa, tokoh ini dikenal juga dengan nama Arimbi.

Wikipedia article
Diperbarui 12 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hidimbi
Hidimbi
हिडिम्बी
Ilustrasi Hidimbi dan Bima, sebuah litograf terbitan Raja Ravi Varma Press.
Ilustrasi Hidimbi dan Bima, sebuah litograf terbitan Raja Ravi Varma Press.
Tokoh Mahabharata
NamaHidimbi
Ejaan Dewanagariहिडिम्बी
Ejaan IASTHiḍimbī
Nama lain
  • Hidimbā
  • Arimbi
  • Hidimbadewi
  • Bhutandewi
  • Pallawi
Kitab referensiMahabharata
Kediamanhutan Kamyaka
Golonganraksasi
SaudaraHidimba
SuamiBima
AnakGatotkaca

Dalam wiracarita Mahabharata, Hidimbi (Dewanagari: हिडिम्बी; ,IAST: Hiḍimbī, हिडिम्बी) atau Hidimbā (Dewanagari: हिडिम्बा; ,IAST: Hiḍimbā, हिडिम्बा) adalah seorang raksasi (raksasa wanita). Ia merupakan saudara Hidimba, seorang raksasa penghuni hutan Kamyaka. Hidimbi menikah dengan Bima, salah satu Pandawa, dan melahirkan seorang putra yang diberi nama Gatotkaca. Dalam budaya pewayangan Jawa, tokoh ini dikenal juga dengan nama Arimbi.

Pertemuan dengan Pandawa

Kisah Hidimbi diceritakan dalam kitab Mahabharata pertama berjudul Adiparwa, dalam subbab ke-9 bertajuk Hidimbawadhaparwa. Diceritakan bahwa Bima bersama Pandawa bersaudara dan ibu mereka (Kunti) sedang berkelana dalam hutan Kamyaka setelah peristiwa kebakaran Laksagreha.

Kakak Hidimbi yang bernama Hidimba, seorang raja raksasa, mengendus bau para Pandawa dan ibunya, lalu menyuruh Hidimbi untuk membawa daging mereka. Namun ketika menjumpai Bima yang sedang duduk di tengah hutan — sedang menjaga saudara-saudara dan ibunya yang terlelap — Hidimbi malah jatuh cinta dan tidak tega membunuhnya. Dengan kesaktiannya, ia berubah wujud menjadi wanita cantik, tinggi semampai, berkulit gelap, lalu menghampiri Bima. Ia pun menyatakan maksud kedatangannya secara jujur, dan mewanti-wanti mereka akan kebuasan Hidimba. Namun Bima tidak takut.

Akhirnya Hidimba pergi langsung menemui para Pandawa setelah Hidimbi tak kunjung kembali membawakan daging mereka ke hadapannya. Hidimba murka setelah ia mengetahui bahwa adiknya lebih memilih untuk memihak Pandawa daripada kakaknya sendiri. Ia pun menyatakan bahwa Hidimbi mempermalukan kaum raksasa, karena berperilaku tidak seperti raksasa pada umumnya. Akhirnya ia putuskan untuk membunuh Hidimbi, tetapi Bima turut campur karena menyaksikan seseorang bertindak kekerasan kepada seorang wanita tak berdosa.

Kemudian Hidimba berduel dengan Bima. Suara dan getaran saat mereka berduel menyebabkan para Pandawa dan ibu mereka terbangun. Mereka bingung saat menyaksikan kehadiran wanita cantik, sedangkan tak jauh dari sana Bima dan seorang raksasa sedang bertarung. Hidimbi pun menjelaskan siapa dirinya, termasuk keadaan yang sedang terjadi. Akhirnya setelah bertarung dengan sengit, Bima berhasil membunuh Hidimba.[1]

Pernikahan dan keturunan

Tak lama setelah kematian Hidimba, Bima pun hendak melamar Hidimbi, tetapi ia bimbang karena segan untuk mendahului kakaknya, yaitu Yudistira. Namun Yudistira memberikan restu kepada Bima, dan menjelaskan aturan hidup berumah tangga kepadanya. Maka dari itu, Bima tak ragu lagi untuk menikah dengan Hidimbi. Para Pandawa dan ibu mereka ikut tinggal di hutan bersama Bima dan Hidimbi. Setahun kemudian, Hidimbi melahirkan seorang putra yang diberi nama Gatotkaca, karena kepalanya yang botak menyerupai kendi.[2] Saat Pandawa meninggalkan hutan, Bima harus meninggalkannya sebab mereka dalam persiapan merebut kembali hak sebagai pewaris takhta kerajaan Kuru. Bertahun-tahun kemudian mereka bertemu kembali.

Pewayangan Jawa

Hidimbi dalam bentuk wayang golek. Tokoh ini disebut "Arimbi" dalam pewayangan Jawa.

Dalam lakon Mahabharata menurut versi pewayangan Jawa, Hidimbi lebih dikenal dengan sebutan Dewi Arimbi. Ia adalah putri kedua Prabu Arimbaka (raja raksasa negara Pringgandani) dengan Dewi Hadimba. Ia mempunyai tujuh orang saudara kandung, bernama Arimba (dalam kitab Mahabharata lebih dikenal sebagai Hidimba), Arya Prabakesa, Brajadenta, Brajamusti, Brajalamatan, Brajawikalpa, dan Kalabendana.

Dewi Arimbi menikah dengan Bima alias Werkudara, salah seorang dari lima kesatria Pandawa, putra Prabu Pandu (raja negara Astina) dengan permaisuri Dewi Kunti. Dari perkawinan itu ia mempunyai seorang putra yang diberi nama Gatotkaca. Dewi Arimbi menjadi ratu negara Pringgandani menggantikan kedudukan kakaknya, Prabu Arimba, yang tewas dalam peperangan melawan Bima. Namun karena Dewi Arimbi lebih sering tinggal di Kesatrian Jodipati mengikuti suaminya, kekuasaan negara Pringgandani diwakilkan kepada adiknya, Brajadenta sampai Gatotkaca dewasa dan diangkat menjadi raja negara Pringgandani, bergelar Prabu Kacanegara.

Dewi Arimbi mempunyai kesaktian, antara lain dapat beralih rupa, dari wujud raksasa menjadi putri cantik jelita. Kesaktian ini ia dapatkan dari sabda Dewi Kunti karena Werkudara menolak mengawini Dewi Arimbi yang saat itu masih berujud raksasi (raksasa perempuan) yang menyeramkan. Ia mempunyai sifat jujur, setia, berbakti dan sangat sayang terhadap putranya. Akhir dari kehidupannya diceritakan bahwa dia gugur di medan Perang Bharatayuddha membela putranya, Gatotkaca, yang sebelumnya gugur terkena Panah Kunta Wijayandanu atau Konta milik Adipati Karna, raja negara Awangga.

Referensi

  1. ↑ http://ritsin.com/bhima-hidimba-%5B%5D mahabharata.html/
  2. ↑ https://zeenews.india.com/entertainment/and-more/mahabharata-s-bhima-was-married-to-a-rakshasi-do-you-know-who-she-is_1882366.html

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hiḍimbī.
  • l
  • b
  • s
Wiracarita Mahabharata
Kitab
  • Delapan belas Parwa
    1. Adi
    2. Sabha
    3. Wana
    4. Wirata
    5. Udyoga
      • Sanatsujatiya
    6. Bhisma
      • Bhagawadgita
    7. Drona
    8. Karna
    9. Salya
    10. Sauptika
    11. Stri
    12. Santi
    13. Anusasana
    14. Aswamedika
    15. Asramawasika
    16. Mosala
    17. Prasthanika
    18. Swargarohana
  • Hariwangsa


  • Tokoh
Wangsa
Candra
Leluhur
  • Pururawa
  • Ayu
  • Nahusa
  • Yayati
  • Puru
  • Pracinwan
  • Duswanta
  • Sakuntala
  • Bharata
  • Bumanyu
  • Hasti
  • Ajamida
  • Reksa
  • Sambarana
  • Kuru
Keluarga Kuru
(Korawa)
  • Abimanyu
  • Ambika
  • Ambalika
  • Arjuna
  • Bahlika
  • Banowati
  • Bima (Wrekodara)
  • Bisma (Dewabrata)
  • Citraksa
  • Citrānggada
  • Dewapi
  • Dretarastra
  • Dropadi
  • Dursasana
  • Dursilawati
  • Duryodana
  • Gandari
  • Janamejaya
  • Kunti
  • Laksmana
  • Laksmanakumara
  • Madri
  • Nakula
  • Pancakumara (Pratiwindya, Sutasoma, Satanika, Srutasena, Srutakarma)
  • Pandu
  • Parikesit
  • Pratipa
  • Sadewa
  • Santanu
  • Satyawati
  • Wicitrawirya
  • Widura
  • Wikarna
  • Yudistira
  • Yuyutsu
Keluarga Yadu
(Yadawa)
  • Akrura (Babru)
  • Aniruda
  • Bajra
  • Baladewa (Balarama)
  • Basudewa (Anakadundubi)
  • Cekitana
  • Dantawakra
  • Dewaki
  • Jembawati
  • Kangsa
  • Kertawarma
  • Kresna
  • Kunti (Perta)
  • Kuntiboja
  • Nanda
  • Pradyumna
  • Rewati
  • Rohini (istri Basudewa)
  • Rohini (istri Kresna)
  • Rukmini
  • Samba
  • Satyabama
  • Satyaka
  • Satyaki
  • Sisupala
  • Subadra
  • Surasena
  • Udawa
  • Ugrasena
  • Yasoda
Tokoh lain
Brahmana
  • Astika
  • Aswatama
  • Byasa
  • Domya
  • Drona
  • Durwasa
  • Kindama
  • Krepa
  • Lomasa
  • Markandeya
  • Narada
  • Parasara
  • Parasurama
  • Sanatkumara
  • Sonaka
  • Sukra
  • Ugrasrawa
  • Utangka
  • Wesampayana
  • Wrehaspati
Kesatria
  • Amba
  • Babruwahana
  • Bagadata
  • Bajradata
  • Bismaka
  • Burisrawa
  • Citrānggadā
  • Drestadyumna
  • Drupada
  • Irawan
  • Jarasanda
  • Jayadrata
  • Karna
  • Kicaka
  • Rukma
  • Salya
  • Sangkuni
  • Satyajit
  • Somadata
  • Srikandi
  • Sudaksina
  • Sudesna
  • Susarma
  • Sweta
  • Uluka
  • Utamoja
  • Utara
  • Utari
  • Wirata
  • Wratsangka
  • Wrehadbala
  • Wresasena
  • Yudamanyu
Lainnya
  • Adirata
  • Ekalawya
  • Purocana
  • Radha (ibu Karna)
  • Sanjaya
Non-manusia
  • Alambusa
  • Bakasura
  • Citrasena
  • Gatotkaca
  • Hanoman
  • Hidimba
  • Hidimbi
  • Jatasura
  • Kirmira
  • Mayasura
  • Mukasura
  • Niwatakawaca
  • Taksaka
  • Ulupi
  • Urwasi
Dewa
  • Agni
  • Aswin
  • Bayu
  • Ganesa
  • Gangga
  • Indra
  • Kiratamurti
  • Kuwera
  • Siwa
  • Surya
  • Wiswakarma
  • Yama (Darmaraja)
Cerita
berbingkai
  • Animandaya
  • Damayanti
  • Dewayani
  • Galawa
  • Garuda
  • Jaratkaru
  • Kaca
  • Kadru
  • Kakudmi
  • Kalmasapada
  • Kasyapa
  • Madawi
  • Mucukunda
  • Nala
  • Sandili
  • Sarmista
  • Satyawan
  • Sawitri
  • Srenggi
  • Sunda dan Upasunda
  • Tilotama
  • Winata
  • Wresaparwa
  • Topik terkait
Lokasi
Kerajaan
  • Angga
  • Bahlika
  • Chedi
  • Gandhara
  • Kasi
  • Kuru
  • Magadha
  • Matsya
  • Pancala
  • Sindhu
  • Surasena
  • (selengkapnya ...)
Kota dan
desa
  • Dwaraka
  • Ekachakra
  • Hastinapura
  • Indraprastha
  • Kampilya
  • Kurukshetra
  • Mathura
  • Upaplawya
  • Wiratanagara
Bentang
alam
  • Hutan Dwaita
  • Hutan Kamyaka
  • Hutan Khandawa
  • Hutan Nemisa
  • Pegunungan Himalaya
  • Sungai Gangga
  • Sungai Yamuna
Keluarga
  • Wangsa Candra
  • Paurawa
  • Dinasti Kuru
    • Pandawa
    • Korawa
    • Silsilah Pandawa dan Korawa
  • Yadawa
  • Bahlika
  • Istri Karna
Konsep dan
peristiwa
  • Aksayapatra
  • Aksohini
  • Aswamedha
  • Bharatayuddha
  • Cakrabyuha
  • Laksagreha
  • Panah Pasupata
  • Perang Kurukshetra
  • Rajasuya
  • Yaksaprasna
Portal Mahabharata
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • VIAF
  • GND

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pertemuan dengan Pandawa
  2. Pernikahan dan keturunan
  3. Pewayangan Jawa
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Gatotkaca

keluarga Pandawa yang lahir dari seorang rakshasa perempuan bernama Hidimbi. Hidimbi sendiri merupakan raksasa penguasa sebuah hutan; tinggal bersama kakaknya

Hidimba

adiknya yang bernama Hidimbi (kadangkala disebut Hidimbā) untuk mencari sumber bau tersebut, agar dijagal dan dibawa ke hadapannya. Hidimbi pun mencari sumber

Bima (Mahabharata)

Pandawa kedua dalam epos Mahabharata

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026