Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Aria Sunarya

Raden Tumenggung Aria Sunarya adalah Bupati Ciamis periode 1926–1944 dan meninggal 29 Agustus 1965 dalam usia 66 tahun.

Bupati Ciamis (1926-1944)
Diperbarui 6 Februari 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Raden Tumenggung Aria Sunarya
Bupati Tasikmalaya ke-9
Masa jabatan
1944–1947
PresidenSoekarno
Sebelum
Pendahulu
R. T. Wiradipoetra
Pengganti
R. Abas Wilagasomantri
Sebelum
Bupati Ciamis ke-22
Masa jabatan
1926–1944
Penguasa monarkiWilhelmina
Gubernur JenderalA.C.D. de Graeff
B.C. de Jonge
A.T. van S. Stachouwer
H.J. van Mook
Sebelum
Pendahulu
R. T. Aria Sastrawinata
Pengganti
Raden Mas Ardiwiangun
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir1898
Manonjaya, Tasikmalaya, Hindia Belanda
Meninggal29 Agustus 1965
Bandung, Indonesia
KebangsaanIndonesia
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Raden Tumenggung Aria Sunarya adalah Bupati Ciamis periode 1926–1944 dan meninggal 29 Agustus 1965 dalam usia 66 tahun.

Karier RTA. Sunarya

  • Mantri Polisi, Camat Warungkondang (1918–1920)
  • Camat Sukabumi (1920–1921)
  • Camat Cipaganti, Bandung (1921–1923)
  • Diperbantukan di Kabupaten Bandung (1923–1927)
  • Wedana Bekasi (1927–1929)
  • Wedana Tanggerang (1929–1933)
  • Wedana Ciledug, Cirebon (1933–1934)
  • Patih Cianjur (1934–1935)
  • Pj. Bupati Cianjur (1935–1936)
  • Bupati Ciamis (1926–1944)
  • Bupati Tasikmalaya (1944–1947)

Saat menjabat Bupati Tasikmalaya, R.T.A. Sunarya menggelar gending karesmen kolosal di alam terbuka (open air theatre) untuk yang pertama kalinya di Indonesia. Lakon yang dipergelarkan berjudul Lutung Kasarung. Pemain Lutung kasarung di antaranya Upit Sarimanah (memerankan Purbasari), Barli Sastrawinata (memerankan Léngsér), dsb. R.T.A. Sunarya sendiri bertindak sebagai penulis naskah dan sutradara pergelaran tersebut. Karya terjemahannya yang terkenal adalah Saijah (1951), yang ia terjemahkan dari Saija dan Adinda, atau karya aslinya berjudul Max Havelaar, karya Multatuli. Karena jasa-jasanya dalam bidang kebudayaan, pada tahun 1962, R.T.A. Sunarya mendapat anugerah Piagam Penghargaan Wijaya Kusumah dari Presiden Soekarno.

Kematian

Raden Tumenggung Aria Sunarya meninggal dunia di Bandung pada tanggal 29 Agustus 1965 dalam usia 66 tahun. [1]

Referensi

  1. ↑ "RTA Sunarya". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-02. Diakses tanggal 2016-03-06.
Jabatan politik
Didahului oleh:
R.T Aria Sastrawinata
Bupati Ciamis
1926–1944
Diteruskan oleh:
R. Mas Ardiwiangun
Didahului oleh:
R.T Wiradipoetra
Bupati Tasikmalaya
1944–1947
Diteruskan oleh:
R. Abas Wilagasomantri


Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Karier RTA. Sunarya
  2. Kematian
  3. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026